<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Muktiraga&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://muktiraga.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muktiraga.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Sep 2011 05:13:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='muktiraga.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Muktiraga&#039;s Weblog</title>
		<link>http://muktiraga.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://muktiraga.wordpress.com/osd.xml" title="Muktiraga&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://muktiraga.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perkembangan Android di Indonesia</title>
		<link>http://muktiraga.wordpress.com/2011/03/14/android-dan-perkembangannya/</link>
		<comments>http://muktiraga.wordpress.com/2011/03/14/android-dan-perkembangannya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 03:35:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raga Mukti Alhaqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ICT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muktiraga.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Android adalah sistem operasi untuk aplikasi mobile yang berbasis Linux. Operating System Android ini di keluarkan oleh Google untuk menyaingi Windows, Apple dan pesaing-pesaingnya. Melihat pasar mobile yang begitu cepat maka Google melihat suatu peluang bisnis yang besar dan Google sangat berambisi untuk ikut di dalam persaingan teknologi mobile phone ini. Android itu sendiri adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=137&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft" src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2011/03/android.gif?w=200&#038;h=200" alt="" width="200" height="200" /></strong>Android adalah sistem operasi untuk aplikasi mobile yang berbasis Linux. Operating System Android ini di keluarkan oleh Google untuk menyaingi Windows, Apple dan pesaing-pesaingnya. Melihat pasar mobile yang begitu cepat maka Google melihat suatu peluang bisnis yang besar dan Google sangat berambisi untuk ikut di dalam persaingan teknologi mobile phone ini.<br />
Android itu sendiri adalah sebuah aplikasi open source yang memungkinkan untuk pengguna membuat sendiri dan mengembangkan aplikasi android tersebut.</p>
<p><strong>Perkembangan Android di Indonesia</strong><br />
<span id="more-137"></span>Pada saat ini, perkembangan android di Indonesia dipengaruhi oleh banyaknya smartphone yang telah beredar di Indonesia dan keinginan berbagai produsen smartphone tersebut untuk memangkas biaya produksi sehingga menghasilkan produk smartphone yang berkualitas dan mempunyai harga jual yang lebih terjangkau daripada menggunakan OS yang lainnya. Persebaran smartphone berandroid di Indonesia yang besar memungkinkan smartphone yang murah dan mempunyai feature yang lengkap sesuai dengan karateristik dari masyarakat Indonesia.</p>
<p>Penyebab mengapa Android dapat berkembang cepat di Indonesia.</p>
<p><strong>1. Update rutin<br />
</strong></p>
<p>Android selalu melakukan update secara terus menerus, melakukan perbaikan perbaikan berbagai bugs dan penambahan fitur yang menjadikan OS semakin lebih bagus dari versi sebelumnya.</p>
<p><strong>2. Open source</strong></p>
<p>Android adalah OS open source yang gratis jadi dilihat dari segi harganya akan lebih murah daripada smartphone yang ber OS tidak gratis, disamping itu OS android memungkinkan para programmer programmer untuk mengembangkan atau membuat aplikasi berbasis Android.</p>
<p><strong>3. di dukung oleh Vendor Kelas Atas</strong></p>
<p>Dukungan penuh dari vendor-vendor kelas atas seperti Samsung, HTC, Motorola dll dalam menghasilkan smartphone yang berkelas akan membantu menaikkan pamor android.</p>
<p><strong>4. merek Google</strong></p>
<p>Reputasi Google  yang tidak diragukan lagi menjadi keunggulan tersendiri bagi Android. Hal ini membuat konsumen yakin bahwa OS Android adalah OS yang benar benar bagus dan berkualitas.</p>
<p><strong>5. User Friendly</strong></p>
<p>Teknologi layar sentuh, membuat mudah dalam penggunaannya serta didukung oleh tampilan yang menarik.</p>
<p>sumber :<br />
<a href="http://ictfiles.com/column/2010/04/20/android_dan_perkembangannya">http://ictfiles.com/column/2010/04/20/android_dan_perkembangannya</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muktiraga.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muktiraga.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muktiraga.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muktiraga.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muktiraga.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muktiraga.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muktiraga.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muktiraga.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muktiraga.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muktiraga.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muktiraga.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muktiraga.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muktiraga.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muktiraga.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=137&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muktiraga.wordpress.com/2011/03/14/android-dan-perkembangannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a0ee1f451871c37a28f59f08c07d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mooctee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2011/03/android.gif?w=200" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>ICT DALAM PENDIDIKAN NASIONAL KITA</title>
		<link>http://muktiraga.wordpress.com/2011/03/14/ict-dalam-pendidikan-nasional-kita/</link>
		<comments>http://muktiraga.wordpress.com/2011/03/14/ict-dalam-pendidikan-nasional-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 00:02:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raga Mukti Alhaqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ICT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muktiraga.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan teknologi komunikasi begitu cepat sehingga berdampak pada berbagai sendi kehidupan manusia. Dalam memasuki era globalisasi seperti sekarang ini, lembaga pendidikan mempunyai tanggung jawab mempersiapkan dan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi semua tantangan perubahan yang ada disekitarnya yang berjalan sangat cepat. Bahkan sebagai dampak globalisasi mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam dunia pendidikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=139&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan teknologi komunikasi begitu cepat sehingga berdampak pada berbagai sendi kehidupan manusia. Dalam memasuki era globalisasi seperti sekarang ini, lembaga pendidikan mempunyai tanggung jawab mempersiapkan dan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi semua tantangan perubahan yang ada disekitarnya yang berjalan sangat cepat. Bahkan sebagai dampak globalisasi mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam dunia pendidikan maupun tenaga kerja. Kondisi tersebut menuntut perlu adanya suatu sistem pendidikan yang bermutu yaitu sistem pendidikan yang mampu menyediakan sumber daya manusia yang dapat bersaing dalam menghadapi persaingan global. Karena itu pendidikan perlu diarahkan agar mampu menyediakan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan zaman secara efektif sejak usia sekolah dengan memanfaatkan kemajuan terknologi.</p>
<p><span id="more-139"></span>Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi(ICT), memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan ICT ada 5 (lima) pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu :</p>
<p>(1) dari pelatihan ke penampilan,</p>
<p>(2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,</p>
<p>(3) dari kertas ke “on line” atau saluran,</p>
<p>(4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja,</p>
<p>(5) dari waktu siklus ke waktu nyata.</p>
<p>Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu:</p>
<p>1. E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi,</p>
<p>2. Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan<br />
menggunakan teknologi internet yang standar,</p>
<p>3. Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di<br />
balik paradigma pembelajaran tradisional.</p>
<p>ICT mempunyai pengaruh yang cukup berarti terhadap proses dan hasil pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. ICT telah memungkinkan terjadinya individualisasi, akselerasi, pengayaan, perluasan, efektivitas dan produktivitas pembelajaran yang pada waktunya akan meningkatkan kualitas pendidikan sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Melalui penggunaan ICT setiap siswa akan terangsang untuk belajar maju berkelanjutan sesuai dengan potensi dan kecakapan yang dimilikinya. Pembelajaran dengan menggunakan ICT menuntut kreativitas dan kemandirian diri seorang siswa sehingga memungkinkan mengembangkan semua potensi yang dimilikinya seseorang. Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern di abad-21 ini kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan agar mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan. Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan antara lain: pertama, kreativitas memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya, kedua, kreativitas memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah, ketiga, kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup, dan keempat, kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.</p>
<p>Dengan memperhatikan ciri-ciri kreativitas dan kemandirian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa ICT memberikan peluang untuk berkembangnya kreativitas dan kemandirian siswa. Pembelajaran dengan dukungan ICT memungkinkan dapat menghasilkan karya-karya baru yang orsinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih bermanfaat. Melalui ICT siswa akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga dapat meningkatkan wawasan. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.</p>
<p>Pendapat beberapa tokoh mengenai system pendidikan pada masa yang akan datang akibat pengaruh dari perkembangan ICT:</p>
<p>· Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.</p>
<p>· Mason R. (1994) berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya gedung sekolah. Namun, teknologi tetap akan memperlebar jurang antara di kaya dan si miskin.</p>
<p>· Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi.</p>
<p>·Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time)”. Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner.</p>
<p>·Romiszowski &amp; Mason (1996) memprediksi penggunaan “Computer-based Multim”</p>
<p>·Dari ramalan dan pandangan para cendikiawan di atas dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga dan kompetitif”yang bersifat sinkron dan asinkron.</p>
<p>Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia di masa mendatang :</p>
<p>* Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning). Kemudahan untuk menyelenggarakan pendid ikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukan sebagai strategi utama.<br />
* Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan.<br />
* Perpustakaan &amp; instrumen pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi daripada sekedar rak buku.<br />
* Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video.<br />
* Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan.</p>
<p>Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Untuk itulah mulai dari sekarang Indonesia harus mempersiapkan SDM agar bisa menghadapi segala bentuk pengaruh akibat adanya globalisasi agar bisa menjadi Negara yang bisa memakmurkan rakyatnya.</p>
<p>sumber : <a href="http://moziza.blogspot.com/2010/03/ict-dalam-pendidikan-nasional-kita.html">http://moziza.blogspot.com/2010/03/ict-dalam-pendidikan-nasional-kita.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muktiraga.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muktiraga.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muktiraga.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muktiraga.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muktiraga.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muktiraga.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muktiraga.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muktiraga.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muktiraga.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muktiraga.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muktiraga.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muktiraga.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muktiraga.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muktiraga.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=139&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muktiraga.wordpress.com/2011/03/14/ict-dalam-pendidikan-nasional-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a0ee1f451871c37a28f59f08c07d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mooctee</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengantar Robot</title>
		<link>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/pengantar-robot/</link>
		<comments>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/pengantar-robot/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 18:40:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raga Mukti Alhaqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsep Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/pengantar-robot/</guid>
		<description><![CDATA[Robot, Manusia Kaleng di Sekitar Kita Bagaimana robot diciptakan? Untuk apa sebuah robot diciptakan? Ke mana kita harus membelinya jika menginginkannya? Cari tahu jawabannya sekarang! Kontroversial Antara robot, AI, dan masayrakat modern memang sangat erat kaitannya. Namun, masih terlalu banyak controversial di dalamnya. Keberadaan robot tidak selalu memberikan dampak baik yang diharapkan. Banyak kalangan masyarakat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=62&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong><span style="color:#800000;">Robot, Manusia Kaleng di Sekitar Kita</span></strong></em></p>
<p><a title="r1.jpg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/r1.jpg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/r1.thumbnail.jpg?w=490" alt="r1.jpg" /></a></p>
<p>Bagaimana robot diciptakan? Untuk apa sebuah robot diciptakan? Ke mana kita harus membelinya jika menginginkannya? Cari tahu jawabannya sekarang!</p>
<p><span id="more-62"></span>Kontroversial<br />
Antara robot, AI, dan masayrakat modern memang sangat erat kaitannya. Namun, masih terlalu banyak controversial di dalamnya. Keberadaan robot tidak selalu memberikan dampak baik yang diharapkan. Banyak kalangan masyarakat yang merasa sangat dirugikan.</p>
<p>Salah satunya yang paling terlihat adalah berkurangnya kebutuhan tenaga kerja. Jika setiap robot lebih mampu bekerja lebih efektif dan efisien dibanding 10 pekerja pabrik sekaligus, tentu si pemilik pabrik akan lebih memilik robot tersebut. Karena tidak hanya biaya maintenance yang akan lebih murah (dari pada memberikan uang, konsumsi, tranportasi dan kesehatan, serta pensiun) melainkan hasil yang dicapai dapat jauh lebih banyak, serta kesalahan atau kegagalan juga akan jauh lebih sedikit.</p>
<p>Tahukah Anda bahwa ASIMO, robot yang dikembangkan oleh Honda, telah bekerja sebegai resepsionis pada IBM Jepang dengan gaji (biaya sewa) sebesar US$15000 setahun. Bandingkan dengan seorang resepsionis yang tidak hanya membutuhkan jam makan siang, tetapi juga terkadang dapat lupa menyampaikan pesan dan dapat saja absen karena sakit atau melahirkan.</p>
<p>Di Indonesia<br />
Animo masyarakat terhadap sebuah robot di Indonesia belum terlalu besar. Tidak seperti di negara-negara maju lainnya. Belum banyak yang mengenal apa yang disebut robot itu sendiri. Sebagian besar masyarakat awam hanya mengenal bahwa yang dikatakan robot adalah yang menyerupai bentuk manusia. Padahal ini bukan definisi yang tepat. Tidak banyak yang menyadari bahwa di pabrik-pabrik keberadaan robot sudah mulai sangat banyak, termasuk pabrik-pabrik di Indonesia.</p>
<p>Sebenarnya kesempatan untuk mengenal dunia robotika di Indonesia tidak terlalu langka. Meskipun bukan juga tergolong sangat mudah. Robotika banyak diperkenalkan di dunia perguruan tinggi. Khususnya bagi mahasiswa yang menekuni teknik elektronika atau tehnik komputer. Untuk tingkat pendidikan yang lebih rendah tergolong sangat jarang.</p>
<p>Sedangkan, bagi Anda yang memang ingin mengenalkan robotika sejak dini bagi anak-anak Anda atau adik-adiknya yang masih duduk di bangku sekolah. Anda dapat mencoba mengunjungi sebuah toko mainan G-Com Teknologi yang terletak di Plaza Semanggi. Di toko ini ada berbagai mainan rancang bangun yang tidak hanya terdiri dari kepingan-kepingan yang dapat disusun menjadi berbagai macam konstruksi alat atau gedung, melainkan juga dapat menggunakan komponen tambahan berupa motor stepper, berbagai jenis sensor, sampai menggunakan microcontroller. Dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks. Sehingga Anda dapat membuat sebuah robot sederhana. Mulai prototipe robot industri sampai robot berkaki enam yang berjalan dengan bantuan beberapa sensor.</p>
<p>Mainan ini tidak hanya dapat digunakan untuk memperkenalkan konsep ronotika kepada anak-anak di sekolah dasar atau lanjutan. Menurut Lucas C. Gee, pemilik toko, mainan yang ditawarkan di tokonya juga digunakan oleh mahasiswa dalam membuat tugas-tugas<br />
kuliahnya, khususnya yang berkaiatan dengan elektronika.</p>
<p>Toko ini juga menjalin kerja sama dengan beberapa sekolah, di antaranya Lab School untuk membina ekstrakurikuler yang berkaitan dengan robotika. Bagi Anda yang tertarik atau ingin mengenal lebih dasar mengenai robotika, dapat mencoba mengunjungi took tersebut.</p>
<p>YANG MENARIK SEPUTAR ROBOT<br />
Salah satu contoh peristiwa adalah yang terjadi di Michigan, Amerika Serikat pada tahun 1984 lalu. Seorang pekerja meninggal dunia karena kecelakaan yang tidak disengaja oleh sebuah robot.<br />
Ada dua mainan yang terkenal, yaitu LEGO dan FischerTechnik yang dapat diprogram menjadi miniatur robot sederhana untuk anak-anak.<br />
Istilah robotika mulai digunakan dalam novel karangan Isac Asimov berjudul “Liar!”<br />
Tiga hukum robotika juga baru diperkenalkan pada tahun 1941 pada novel yang sama.</p>
<p>1. Robot tidak boleh mencelakai manusia.<br />
2. Robot haru smematuhi perintah manusia, kecuali bila bertentangan dengan hukum yang pertama.<br />
3. Robot harus dapat melindungi dirinya selama tidak bertentangan dengan hukum pertama dan kedua.<br />
Robot juga memiliki federasi internasionalnya, yaitu International Federation of Robotics.<br />
Di Indonesia setiap setahun sekali diadakan kontes robot yang diadakan oleh universitas. Pesertanya umumnya datang dari kalangan mahasiswa.</p>
<p><strong><em><span style="color:#008080;">Harus Kuasai Robotika</span></em></strong></p>
<p><a title="r2.jpg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/r2.jpg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/r2.thumbnail.jpg?w=490" alt="r2.jpg" /></a></p>
<p>Tidak semua hal bisa dilakukan manusia dengan nilai yang efektif, efisien, dan aman. Oleh karena itu, penggunaan dan penguasaan bidang robotika adalah sebuah keniscayaan.</p>
<p>Perkembangan industri menuntut tersedianya sumber daya manusia yang menguasai teknologi otomatisasi alias robot. Terkait hal itu, beberapa perguruan tinggi (PT) mulai merespons, salah satunya dengan membuka pendidikan dengan kekhususan di bidang mekatronika.</p>
<p>Di tanah air, belum banyak PT yang memiliki kekhususan di bidang mekatronika. Menyebut beberapa di antaranya, ada Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Manufaktur Astra Jakarta, dan yang baru-baru ini tepatnya saat pembukaan KRI/KRCI 2007 lalu, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS-ITS) resmi membuka program studi mekatronika. Polban dan ITB adalah juga beberapa kampus yang tengah menggodok rencana pembukaan program studi mekatronika.</p>
<p>Mekatronika, singkatan dari mekanik dan elektronika, suatu bidang khusus yang membahas mengenai otomasi, kini kian dibutuhkan. “Mobil ada mekanik, pesawat, kipas angin, AC, dsb., juga dan semua ada kemampuan otomatisnya. Jadi kemampuan bidang ini memang dibutuhkan,” kata Muljowidodo, dosen senior Teknik Mesin ITB, yang juga Ketua Laboratorium Otomasi dan Robotika ITB.</p>
<p>Dalam menyusun kurikulumnya, juri KRI 2007 ini mengatakan jangan menganggap kurikulum dari luar negeri itu sudah pasti baik. “Kita tidak bisa mengadopsi kurikulum di MIT, misalnya, secara utuh, karena harus disesuaikan. Jadi untuk yang ingin membuka jurusan ini harus berbasis data, tentang apa yang dibutuhkan masyarakat,” kata Muljowidodo.</p>
<p>Selain itu, PT juga sebaiknya melangkah kaki selangkah ke depan. Tak harus selalu menunggu industri mencari mahasiswa atau sebaliknya. PT dapat membuat industri sendiri untuk menampung para lulusannya. Dituturkan Muljowidodo, ITB punya perusahaan bidang otomasi bernama Robo Aero sejak setahun lalu, yang saat ini, tengah berprojek membuat kapal terbang tanpa awak. “Kalau kampus tidak punya industri berbasis riset, berarti dia menara gading. Industri bukan hanya menampung lulusan, tapi juga memproduksi apa yang telah diriset selama ini. Kalau prototype terus, ya percuma,” katanya.</p>
<p>Muljowidido berharap lulusan mekatronika mampu menjawab kebutuhan di masyarakat. “Jangan terlalu tinggi, nanti kecanggihan, atau jangan juga berkemampuan rendah, tentu tidak menjawab persoalan. Jadi memang harus pas,” katanya.</p>
<p>Dalam upaya menjawab harapan itu, Eril Mozef , salah satu tim juri asal Polban, menganjurkan agar para lulusan mekatronika rajin melongok home industry yang ada di daerah. Jika selama ini masih ada pekerjaan yang menggunakan tangan, lalu setelah dianalisis akan lebih baik jika dikerjakan dengan mesin, menurutnya di situlah ahli mekatronika bisa bergerak. Tapi jangan lupa untuk memperkirakan biaya, agar teknologi yang tercipta terjangkau masyarakat luas. “Para mahasiswa atau lulusan bisa mulai dari yang sederhana, misalnya, mesin pemotong rumput, pemotong dahan atau pohon yang mau jatuh, dsb.,” katanya.</p>
<p>Eril mengakui memang tidak semua hal bisa dirobotisasi. Makanya, lihat dulu bagian mana yang dibutuhkan, terutama untuk membantu home industry. Lebih lanjut Eril mengatakan, di Indonesia perlu sosialisasi lebih lanjut tentang perlunya teknologi robot, salah satunya untuk mendukung proses industrialisasi.</p>
<p>“Ada yang mengkhawatirkan, kalau ada robotisasi nanti SDM kita banyak yang menganggur. Tapi bagaimanapun, ada beberapa bagian yang memang akan lebih efektif, efisien, dan aman jika dikerjakan oleh robot atau mesin. Di industri kimia, ada yang tidak boleh disentuh oleh tangan manusia kan? Makanya, mau tidak mau Indonesia memang harus menguasai teknologi robotika. Supaya negara kita tidak tertinggal,” kata Eril. Muljowidodo pun mengungkapkan pendapat serupa, “Jangan sampai jadi manusia primitif”.</p>
<p><em><strong><span style="color:#3366ff;">Inovasi ala ‘The Toyota Way’</span></strong></em></p>
<p><a title="r3.jpg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/r3.jpg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/r3.thumbnail.jpg?w=490" alt="r3.jpg" /></a></p>
<p>Legenda The Toyota Way tentu sudah sering kita dengar. The Toyota Way adalah sebuah rahasia umum untuk menjelaskan keberhasilan Toyota menancapkan dominasinya di dunia otomotif secara pelahan tapi pasti. Saya katakan “rahasia umum” karena rahasia tersebut sebenarnya sudah diketahui banyak orang. Para kalangan akademis dan periset telah sering melakukan kunjungan kerja ke pabrik-pabrik Toyota dan mempelajarinya. Bukan itu saja, para eksekutif perusahaan kompetitor juga sudah sering berlalu lalang di pabrik-pabrik Toyota untuk melihat langsung proses kerja Toyota. Tidak, mereka tidak dalam misi mata-mata karena Toyota selalu menyambut semua tamu-tamunya dengan tangan terbuka.</p>
<p>Saya sendiri cukup beruntung pernah menjadi salah satu tamu pabrik Toyota di tepi kota Melbourne, Australia. Kunjungan tersebut tentu berusaha saya manfaatkan sebaik-baiknya, apalagi waktu yang disediakan untuk tour tersebut hanya sekitar 1 jam. Bagi para mayoritas pengunjung, mereka mungkin berharap menemukan sesuatu yang “wah” dan spesifik untuk menjelaskan keberhasilan Toyota. Saya juga tidak luput dari harapan demikian.</p>
<p>Tetapi apa yang saya temukan ternyata berbeda. Ya, pabrik Toyota tersebut memang cukup bersih. Saya tidak melihat tumpukan raw materials atau bahan-bahan setengah jadi seperti yang sering ditemukan di banyak pabrik-pabrik lain. Alasannya tentu saja lean manufacturing. Namun saya tidak menemukan adanya robot-robot yang lebih canggih atau sistem informasi yang kompleks untuk mengatur semuanya. Alih-alih, mereka malah menggunakan cara manual untuk mengatur stok. Metode permintaan stok mereka yang terkenal dengan nama kanban hanya terdiri dari beberapa kontainer yang harus diisi sesuai dengan permintaan yang ditulis dengan spidol biasa.</p>
<p>Kalaupun ada yang lebih menarik, maka itu adalah tali andon yang menggelantung di sepanjang jalur produksi. Tali ini adalah tali sakti karena bila tali ini ditarik, semua jalur produksi akan berhenti. Yang menarik adalah: tali tersebut bisa ditarik oleh siapa saja, termasuk karyawan yang baru bekerja satu hari! Bayangkan seorang karyawan muda yang berhak memutuskan kapan sebuah jalur produksi harus berhenti. Tentu saja pemberhentian jalur produksi tersebut harus dengan alasan yang baik, yaitu bila terdapat masalah. Karena jalur produksi berhenti, semua orang merasa bertanggung jawab untuk ikut menyelesaikan masalah tersebut. Upaya menyelesaikan masalah secara langsung pada sumbernya juga mengurangi potensi masalah akan terjadi berulang kali dan menumpuk menjadi masalah yang lebih besar.</p>
<p>Lantai pabrik tersebut juga menyediakan tempat khusus untuk berdiskusi dan menyelesaikan masalah. Diskusi seperti itu hampir pasti terjadi setiap hari. Lewat diskusi-diskusi seperti itu, proses kerja Toyota diperbaiki terus menerus setiap hari. Ya, setiap hari, bukan setiap tahun atau setiap bulan. Setiap hari! Perbaikan terus menerus ini bukan sekedar slogan, tapi sudah menjadi semacam obsesi. Saya masih teringat grafik-grafik yang ditempelkan di papan pengumuman yang mengilustrasikan berapa banyak ide-ide perbaikan dari karyawan pabrik yang masuk dan berapa yang direalisasikan. Grafik-grafik ini adalah saksi bisu betapa perbaikan terus menerus sudah menjadi darah daging semua karyawan pabrik. Kalau ada satu rahasia terbesar keberhasilan Toyota, mungkin inilah rahasianya.</p>
<p>Toyota sudah dianggap sebagai salah satu perusahaan paling inovatif di dunia. Diramalkan dalam waktu tidak lama lagi Toyota akan berhasil menggeser GM sebagai produsen mobil terbesar di dunia. Tetapi menariknya inovasi Toyota tidaklah seperti inovasi Apple atau Google yang secara terus-menerus mengeluarkan produk-produk yang menjadi bahan pembicaraan umum. Toyota memang sesekali mengeluarkan produk inovatif seperti Lexus atau Prius, tetapi pada kebanyakan kasus, inovasi Toyota berlangsung di belakang layar, sedikit demi sedikit, dan berlandaskan ide-ide dari para karyawan di tingkat terbawah. Inilah yang membedakan Toyota dengan perusahaan-perusahaan inovatif lainnya.</p>
<p>Itu juga alasan mengapa Toyota bisa saja membuka pintunya lebar-lebar untuk para pesaing dan tidak perlu khawatir para pesaingnya bisa menirunya. GM yang pernah membangun pabrik bersama dengan Toyota lewat program NUMMI memang berhasil belajar sedikit dari Toyota, tetapi tetap tidak mampu menyaingi Toyota. Resep sukses dan inovasi Toyota tidak terletak pada para lulusan MBA, teknik-teknik, alat-alat bantu, robotika, atau sistem informasi yang canggih. Resep keberhasilan dan inovasi Toyota terletak pada budaya perusahaan dan cara berpikir semua anggota perusahaan yang percaya bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk berinovasi dan setiap orang harus diberi kesempatan untuk menyumbangkan dan merealisasikan idenya.</p>
<p>Rahasia tersebut sebenarnya bukanlah rahasia, tetapi sudah merupakan pengetahuan umum. Tetapi apa yang menjadi pengetahuan umum belum tentu menjadi praktek umum. Jurang antara pengetahuan dan praktek tersebut adalah alasan mengapa Toyota berhasil sementara perusahaan-perusahaan otomotif besar lainnya seperti GM, Ford, dan DaimlerChrysler masih bergelut dengan masalah mereka masing-masing.</p>
<p>Rahasia tersebut juga bukan monopoli industri otomotif. Perusahaan Anda bisa mempelajarinya. Anda juga bisa mempelajarinya untuk kehidupan pribadi Anda. The Toyota Way adalah sebuah filosofi, bukan kumpulan teknik-teknik.</p>
<p><strong>ROBOT</strong></p>
<p style="margin:0;">Di tahun 2035 semua manusia memiliki robot yang membantu mereka dalam pekerjaan sehari -hari, seperti mencuci, memasak, mengambil koran, mengantarkan paket, membersihkan kota, dan masih banyak yang lain lagi.</p>
<p style="margin:0;">
<p style="margin:0;">Hanya satu orang yang tidak percaya atas robot-robot tersebut, yaitu Detektif Dell Spooner (Will Smith). Spooner percaya bahwa robot bisa melakukan kejahatan dan terus berusaha untuk membuktikan hal tersebut. Sampai satu hari, sebuah robot baru NS 5 diciptakan untuk mengganti semua robot-robot model lama. Ternyata adanya perkembangan dari system yang dibuat sehingga robot-robot tersebut menjadi tidak aman bagi manusia.</p>
<p style="margin:0;">
<p style="margin:0;">Bersama dengan Alex Proyas sebagai sutradara dari Australia, Will Smith membawa cerita pendek milik Isaac Asimov menjadi film layar lebar yang menarik untuk ditonton.</p>
<p style="margin:0;">
<h1 class="post-title">2.Proses Lahirnya AIBO</h1>
<p class="post-content">
<p class="snap_preview"><a class="imagelink" title="aibo2.gif" href="http://jsofian.files.wordpress.com/2006/08/aibo2.gif"><img src="http://jsofian.files.wordpress.com/2006/08/aibo2.thumbnail.gif?w=490" alt="aibo2.gif" /></a></p>
<p class="snap_preview">Minggu kemaren (malam), TVRI menyiarkan tayangan yang cukup berbobot , Mengapa? Karena dalam tayangan itu banyak bercerita tentang mimpi (visi), kerjasama , motivasi, kegagalan, dan kreativitas. Topiknya bercerita tentang sejarah lahirnya AIBO ( Artificial Intelliange roBOt), bukan dari sisi kesuksesan yang dicapai saat ini tetapi dari suka duka saat melahirkan AIBO.<br />
Perkembangan robot dari tahun ke tahun semakin canggih dan sudah menyentuh aspek kemanusian. Ingat dengan ASIMO (Advanced Step Innovative Mobility) robot yang dirancang seperti postur manusia yang dapat menginterpretasikan pola gerakan dan tingkah laku manusia. ASIMO ini diciptakan untuk dapat melayani manusia dalam pekerjaan sehari-hari.</p>
<p>Setelah itu muncullah robot untuk menghibur manusia yang disebut Artificial Intelligent roBOt (AIBO) atau dalam bahasa Jepangnya berarti temen.</p>
<p><a class="imagelink" title="aibo.jpg" href="http://jsofian.files.wordpress.com/2006/08/aibo.jpg"><img src="http://jsofian.files.wordpress.com/2006/08/aibo.thumbnail.jpg?w=490" alt="aibo.jpg" /></a></p>
<p>AIBO dirancang dan diciptakan untuk menjadi temen manusia yang memiliki kemampuan untuk mengungkapkan happiness, dislike, anger, love, sadness, dan suprise. Robot ini juga dilengkapi sensor sebagai instinct atau kemampuan untuk bergerak, takut, capek, dan binggung. Sekilas mengenai indra yang dimiliki oleh AIBO yaitu touch ( di kepala, dagu, dan punggung), hearing ( stereo microphones), sight (camera di kepala), infrared distance sensor, accelaration sensor, dan temperature sensor. Kemampuan AIBO dapat berinteraksi dan belajar dengan lingkungan sekitar membuat penjualan AIBO bak kacang goreng diseluruh dunia.</p>
<p>Oke..pelajaran yang berharga dari proses kelahiran AIBO ini adalah bagaimana kerja keras dari tim R&amp;D untuk mewujudkan visi robot sebagai temen manusia dalam bentuk anjing kecil. Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari sejarah AIBO ini:<br />
1.Ternyata dalam tim R&amp;D terdapat seorang wanita yang notabene bukan orang teknis (IT), entah ide dari siapa yang mendatangkan wanita ini pada pertama kali. Wanita ini adalah seorang penjaga toko yang tugasnya membuat kado. Awal kehadirannya sedikit dicemoohkan karena dianggap tidak dapat membantu para programmer secara langsung. Kenyataannya dari tangan wanita inilah semua gerakan AIBO lahir yang kemudian diterjemahkan oleh para programmer. Memang sentuhan wanita dapat melahirkan sesuatu yang berbeda dibandingkan dengan pria. Termasuk kita yang hidup sekarang adalah hasil karya mulia dari sentuhan wanita yang bernama Ibu (setuju……) Hidup wanita…<br />
2.Tim programmer sempat mengalami frustasi berbulan2 karena ada syntax (kalimat teknis dalam programming) yang error dan tidak terdeteksi oleh komputer. Apa yang dilakukan oleh project manager ? Semua syntax yang jumlahnya jutaan baris dicetak dan dijejerkan di semua gang kantor. Satu persatu para programmer memelototi syntax selama 2 minggu bahkan mereka tertidur diatas kertas2 syntax. Akhirnya mereka dapat menemukan error yang terjadi.<br />
3.Di akhir masa pengembangan AIBO muncul dilematis dikalangan top management dan tim R&amp;D pasalnya top management ragu2 untuk investasi proyek AIBO karena dinilai belum matang dan sudah mendekati dead line dalam pengembangan suatu proyek. Akhirnya Project Manager memberanikan diri untuk menanggung semua kerugian dan rela mengundurkan diri jika proyek AIBO gagal. Kemudian disepakati AIBO hanya diproduksi 1000 unit sebagai pilot project.<br />
4.Pada saat AIBO di soft lounching, semua tim berkumpul di depan komputer untuk menantikan order pertama dari pelanggan. Order pertama datang disambut dengan sorak sorai. Ternyata, dalam waktu sekejab AIBO terjual sebanyak 300.000 unit. Top management menyalami atas kesuksesan dari tim R&amp;D.</p>
<p>Terkadang kita sangat mudah memberikan komentar atau kritik terhadap sesuatu dari luarnya saja apakah itu bagus atau jelek. Ada lkalanya kita juga harus mengetahui bagaimana proses menciptakan sesuatu itu dan yang terlebih penting lagi bagaimana saat memulainya.</p>
<h2 class="pageTitle">Object Tracking dgn Robot NXT</h2>
<p>Dalam video ini, kita akan membuat robot si-NGINTIP (nama yg diberikan oleh Pak Risman) untuk mengikuti bola biru. Jika bola biru digeser ke kiri, robot akan meng-adjust arahnya agar tetap memandang si bola biru. Jadi si-NGINTIP akan mengikuti bola biru kemanapun bola digelendingkan.</p>
<p>Pertama, lihat video dari perspektif kita (human-view):</p>
<p><a title="Object Tracking NXT - Human View" href="http://www.youtube.com/watch?v=AaGf4C4GRx0" target="_blank"><br />
</a></p>
<p>Setelah itu, lihat video dari perspektif robot (robot-view). Dari sini akan keliatan bagaimana si robot melakukan object-tracking:<br />
Implementasi dibuat dengan menggunakan wireless camera “ece-ece” (kata abangnya sih made-in-Korea, but I doubt it). Dari receiver, kita sambung lagi dengan Video Digitizer yg mengubah data analog menjadi data digital untuk bisa diproses.</p>
<p>Memang keliatan panjang jalannya data dari camera ke laptop, tapi ini lebih murah dari solusi custom microcontroller+camera kit yg support image analysis. Selain itu, dengan menggunakan laptop kita dapat memproses data dgn kecepatan prosesor + banyaknya RAM di laptop.</p>
<p>Memang Bluetooth akan membatasi jarak antara laptop dengan robot. Tapi bisa diakali dengan menaruh Smartphone yg support bluetooth+WiFi. Smartphone ini ditaruh diatas robot, dan menangkap sinyal bluetooth. Kemudian command akan diforward ke laptop melalui WiFi. Semisal menaruh “repeater” untuk memperluas jangkauan.</p>
<p>Berikut diagram implementasi-nya. Sayang si camera ece-ece nggak bisa cepet ngirim data ke receiver, jadi keliatan waktu di video robot-view, videonya kayak slow motion.</p>
<p><img src="http://geeks.netindonesia.net/photos/zeddy/images/14972/original.aspx" alt="Object Tracking with NXT" /></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><img src="http://majalahdewadewi.wordpress.com/wp-admin/?w=1&#038;h=1" alt="" width="1" height="1" align="middle" border="0" /></span><span style="color:#000000;">D</span><span style="color:#000000;">unia medis kembali tersenyum ! Ada penemuan dan penerapan baru dalam methode operasi koreksi payudara, yang melibatkan robot. Ini merupakan pioner pertama yang diprakarsai oleh Dr. Rene van der Hulst asal Belanda, yang telah sukses melakukan operasi koreksi payudara dengan asisten robot. </span></span></p>
<blockquote id="46915ee0"><p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Robot yang tak lain bernama Da Vinci ini, telah membantu operasi yang berjalan sukses di rumah sakit akademi Maastricht yang berada di Belanda. Hasil penerapan yang gemilang tersebut, disajikan dalam konggres dunia untuk para dokter bedah mikro vaskuler yang berlangsung di kota Athena, Yunani.</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><img src="http://majalahdewadewi.files.wordpress.com/2007/07/davincis_robot.jpg?w=490" alt="davincis_robot.jpg" /></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Dengan melibatkan robot Da Vinci ini, ternyata telah memberikan begitu banyak keuntungan. Karena dengan bantuan robot, pelaksanaan operasi menjadi lebih teliti dan cermat. Karena robot tidak mengalami <em>tremor </em>( tangan bergetar ), yang biasanya ditemukan pada manusia, saat memegang instrumen dan menjalankan operasi.</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><img src="http://majalahdewadewi.files.wordpress.com/2007/07/davinci1.jpg?w=490" alt="davinci1.jpg" /></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Proses penyayatanpun menjadi lebih halus dan kecil. Dan kemungkinan terjadi penimbunan pembuluh darah yang amat kecil, bisa dihindarkan. Karena keadaan ini sering muncul pada operasi koreksi payudara.Proses operasi yang diterapkan dengan melibatkan Da Vinci ini, dilakukan pada wanita yang menderita kanker payudara, yang membutuhkan operasi koreksi.</span></span></p></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muktiraga.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muktiraga.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muktiraga.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muktiraga.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muktiraga.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muktiraga.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muktiraga.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muktiraga.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muktiraga.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muktiraga.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muktiraga.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muktiraga.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muktiraga.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muktiraga.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muktiraga.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muktiraga.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=62&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/pengantar-robot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a0ee1f451871c37a28f59f08c07d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mooctee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/r1.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">r1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/r2.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">r2.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/r3.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">r3.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jsofian.files.wordpress.com/2006/08/aibo2.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">aibo2.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jsofian.files.wordpress.com/2006/08/aibo.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aibo.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://geeks.netindonesia.net/photos/zeddy/images/14972/original.aspx" medium="image">
			<media:title type="html">Object Tracking with NXT</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majalahdewadewi.wordpress.com/wp-admin/" medium="image" />

		<media:content url="http://majalahdewadewi.files.wordpress.com/2007/07/davincis_robot.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">davincis_robot.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majalahdewadewi.files.wordpress.com/2007/07/davinci1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">davinci1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Web Design Dan Animasi</title>
		<link>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/web-design-dan-animasi/</link>
		<comments>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/web-design-dan-animasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 18:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raga Mukti Alhaqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsep Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/web-design-dan-animasi/</guid>
		<description><![CDATA[Trik &#38; trik Desain Web &#160; Sering kita temui website yang tipikal: “Welcome to my homepage,” animasi e-mail, background dengan tulisan miring (diagonal), animasi garis pembatas, tabel dengan border tiga-dimesi dan lain-lain. Hal ini terjadi akibat dari fasilitas Template yang disediakan oleh software pembuat web seperti: FrontpageT, Corel WebDesignerT, dan sebagainya yang ditujukan untuk mempermudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=60&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em><span style="color:#800000;">Trik &amp; trik Desain Web</span></em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignleft" title="web design" src="http://www.webreplika.com/webdesign.jpg" alt="" width="646" height="396" />Sering kita temui website yang tipikal: “Welcome to my homepage,” animasi e-mail, background dengan tulisan miring (diagonal), animasi garis pembatas, tabel dengan border tiga-dimesi dan lain-lain. Hal ini terjadi akibat dari fasilitas Template yang disediakan oleh software pembuat web seperti: FrontpageT, Corel WebDesignerT, dan sebagainya yang ditujukan untuk mempermudah penggunanya dalam membangun website.<span id="more-60"></span> Jika anda puas dengan hasil kerja anda membangun website dengan fasilitas template, sudahlah cukup sampai disini. Tetapi jika anda tidak puas dengan apa yang anda buat, dan anda merasa ingin lebih baik, maka anda perlu mengetahui bagaimana Web Designer membangun suatu Website, terlepas anda punya bakat seni atau tidak.Unik : Dalam membuat karya apapun seorang designer mempunyai kesadaran untuk tidak meniru atau menggunakan karya orang lain. Begitu pula seorang Web Designer harus mempunyai budaya malu untuk menggunakan icon, animasi, button, dll, yang telah digunakan atau dibuat oleh orang lain.Komposisi : Seorang Web Designer selalu memperhatikan komposisi warna yang akan digunakan dalam website yang dibuatnya. Pergunakan selalu Palette 216 WebColor, yang dapat diperoleh dari Adobe.com, hal ini untuk mencegah terjadinya dither pada image yang berformat GIF. Dalam membangun website suatu perusahaan, Web Designer selalu menyesuaikan warna yang digunakan dengan Corporate Color perusahaan tersebut. Sebagai contoh: Telkom Corporate Color-nya adalah biru, Coca-Cola : merah dan putih, Standard-Chartered : hijau dan biru, dsb. Untuk kemudian warna-warna tadi digunakan sebagai warna dominan atau sebagai elemen pendukung (garis, background, button, dsb).Simple : Web Designer banyak yang menggunakan prinsip “Keep it Simple”, hal ini ditujukan agar tampilan website tersebut terlihat rapi, bersih dan juga informatif.Semiotik : Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda. Dalam hal ini diharapkan dengan melihat tanda atau gambar, user/ audience dapat dengan mudah dan cepat mengerti. Sebagai contoh: Jangan membuat gambar/image yang berkesan tombol, padahal itu bukan tombol/ link.Ergonomis : Web Designer selalu memperhatikanaspek ergonomi. Ergonomi disini adalah dalam hal kenyamanan user dalam membaca dan kecepatan user dalam menelusuri website tersebut. Web Designer memilih ukuran Fonts yang tepat sehingga mudah dibaca, Web Designer menempatkan link sedemikian rupa sehingga mudah dan cepat untuk di akses dan lebih penting lagi adalah Informatif.Fokus : Tentukan hirarki prioritas dari pesan yang akan disampaikan, misalnya: Judul harus besar, tetapi jangan sampai akhirnya akan konflik dengan subjudul yang berukuran hampir sama. Hal ini akan membingungkan user/audience untuk menentukan pesan mana yang harus lebih dahulu dibaca/ dilihat.Konsisten : Tentukan font apa yang akan digunakan sebagai Body-text, Judul, Sub Judul dan sebagainya, sehingga website tersebut akan terlihat disiplin dan rapi. Sesuaikan jenis huruf yang digunakan dengan misi dan visi website tersebut, misalnya: hindari menggunakan font Comic dalam membangun website suatu perusahaan resmi. Demikian beberapa aspek dan prinsip yang digunakan Web Designer dalam membuat website, selebihnya merupakan ekspresi dari pembuat website itu sendiri yang terwujud dalam penggayaan penyusunan website.Desain : Untuk membuat desain suatu homepage biasanya para web designer dimulai dengan software ini sebagai tampilan sementara atau dalam membuat layout homepage.- Adobe Photoshop : Desain berbasis titik ( bitmap )- Adobe Image Ready : Memotong gambar-gambar ke dalam format html- Adobe Illustrator : Desain berbasis vector- CorelDraw : Desain berbasis vector- Macromedia Freehand : Desain berbasis vectorEfek Desain : Hal ini dilakukan untuk menghidupkan desain yang telah kita rancang. Seperti menambah efek cahaya, textur dan manipulasi teks.- Macromedia Firework : Efek teks- Painter : Memberikan efek lukisan- Ulead Photo Impact : Efek frame dan merancangan icon yang cantik.- Plugins Photoshop : Seperti Andromeda, Alien Skin, Eye Candy, Kai’s Power Tool dan Xenofex juga sangat mendukung untuk memberi efek desain sewaktu anda mendesain layout homepage di Photoshop.Animasi : Penambahan animasi perlu untuk membuat homepage agar kelihatan menarik dan hidup.- 3D Studio Max : Untuk membuat objek dan animasi 3D.- Gif Construction Set : Membuat animasi file gif- Macromedia Flash : Menampilkan animasi berbasis vector yang berukuran kecil.- Microsoft Gif Animator : Membuat animasi file gif- Swift 3D : Merancang animasi 3D dengan format file FLASH.- Swish : Membuat berbagai macam efek text dengan format file FLASH.- Ulead Cool 3D : Membuat animasi efek text 3D.Web Editor : Menyatukan keseluruhan gambar dan tata letak desain, animasi, mengisi halaman web dengan teks dan sedikit bahasa script.- Alaire Homesite- Cold Fusion- Microsoft Frontpage- Macromedia Dreamweaver- Net Object FusionProgramming : Hal ini dilakukan setelah sebagian besar desain homepage telah rampung. Programming bertugas sebagai akses database, form isian dan membuat web lebih interaktif. Contoh : Membuat guestbook, Form isian, Forum, Chatting, Portal, Lelang dan Iklanbaris.- ASP ( Active Server Page )- Borland Delphy- CGI ( Common Gateway Interface )- PHP- PerlUpload : File html kita perlu di letakkan ( upload ) di suatu tempat ( hosting ) agar orang di seluruh dunia dapat melihat- homepage kita.- Bullet FTP- Cute FTP- WS-FTP- Macromedia Dreamweaver : dengan fasilitas Site FTP- Microsoft Frontpage : dengan fasilitas PublishSoftware-software pembuat suatu website</p>
<p>Sound Editor : Homepage kita belum hidup tanpa musik. Untuk mengedit file midi atau wav, perlu alat khusus untuk itu.- Sound Forge : Mengedit dan menambah efek file yang berformat mp3 dan wav.- Cakewalk : Mengedit dan menambah efek untuk file yang berformat midiBanyak sekali memang oftware untuk membuat suatu homepage dan kita tidak perlu mempelajari semua software tersebut di atas. Tapi ntuk mempermudah, bagi pemula lebih baik dimulai terlebih dulu dengan mempelajari software Microsoft Frontpage atau Macromedia Dreamweaver agar lebih mengenal aturan-aturan membuat homepage dan mengenal bahasa html. Setelah itu baru Adobe Photoshop yang dipakai kebanyakan para desainer.</p>
<p>Langkah-langkah Membuat Homepage</p>
<p>Bermacam-macam langkah yang digunakan profesi web kita untuk membuat suatu homepage. Berikut ini adalah proses secara umum yang dilakukan kebanyakan profesi web di Indonesia untuk membuat web.</p>
<p>- Membuat Sketsa Desain : Desainer bisa saja menuangkan ide dalam membuat interface suatu homepage dalam bentuk sketsa di kertas dahulu. Untuk kebanyakan orang, biasanya langkah ini dilewatkan dan langsung pada langkah membuat layout desain dengan menggunakan software.- Membuat Layout Desain : Setelah sketsa sudah jadi, kita menggunakan software seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Macromedia Fireworks dan Macromedia Freehand untuk memperhalus sketsa desain.- Membagi gambar menjadi potongan kecil-kecil : Setelah layout desain homepage sudah jadi. File gambarb tersebut dipecah menjadi potongan kecil-kecil untuk mengoptimize waktu download. Untuk melakukan hal tersebut dapat menggunakan software Adobe Image Ready. Software ini dapat langsung memotong gambar yang besar tadi dan otomatis juga menjadikannya ke dalam format html. Langkah ini bisa saja dilewatkan bila ukuran gambar kita tidak terlalu besar.- Membuat Animasi : Animasi diperlukan untuk menghidupkan homepage kita agar menarik pengunjung. Macromedia Flash dan Gif Construction Set dapat dipakai untuk melakukan hal tersebut.- Membuat HTML : Setelah itu kita merapikan layout desain kita seperti menempatkan beberapa tombol dan gambar, menambah text, mengedit script HTML, membuat layout form ke dalam format HTML. Untuk itu kita perlu software HTML Editor seperti Macromedia Dreamweaver, Microsoft Frontpage dan Allaire Homesite.- Programming dan Script : Untuk website e-commerce, iklan baris, lelang, database, membuat guestbook, counter dan forum diskusi. File HTML kita perlu programming untuk melakukan aktivitas semacam itu. Programming dan script ini bisa dibuat dengan menggunakan ASP, Borland Delphy, CGI, PHP, Visual Basic. Dan perlu diperhatikan bahwa programming dan script ini biasanya dilakukan setelah desain homepage kita telah jadi.- Upload HTML : Setelah file kita telah menjadi html beserta gambar dan scriptnya. Kita perlu meng-upload file kita ke suatu tempat ( hosting ), agar semua orang di dunia dapat mengakses halaman html kita. Biasanya Macromedia Dreamweaver dengan fasilitas site FTP dan Microsoft Frontpage dengan Publishnya telah menyediakan fasilitas upload ini. Atau dapat menggunakan software seperti WS-FTP, Cute FTP, Bullet FTP.- Homepage Pribadi : Untuk homepage pribadi atau yang sekedar ingin coba-coba biasanya setelah file html sudah jadi dapat hosting di tempat-tempat gratis, memakai guestbook dan counter gratis dan menambah macam-macam accessories dalam mempercantik homepage pribadi tersebut.SELAMAT MENCOBA</p>
<p>http://robertussuparwanta.net</p>
<p><strong><em><span style="color:#008000;">Intertekstualitas Dalam Desain Web</span></em></strong><br />
<img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:FODvtqWQrbXycM:http://scriptintermedia.com/portfolio/cad/tambak1.jpg" alt="" width="117" height="124" align="" border="0" /><br />
Adakalanya, bila kita mengunjungi sebuah situs Web dan mengamati baik dari segi desain, grafis, komposisi warna atau tata letak, kita jadi teringat akan situs lain. Kadang perasaan itu tersirat setelah kita melihatnya cukup lama, kadang dengan langsung melihatnya sebentar saja kita sudah dapat menebak “Oh, mirip dengan situs anu ya?”</p>
<p>Seperti dalam bidang lain, bidang desain Web juga memiliki apa yang disebut intertekstualitas. Intertekstualitas mempercayai, apa yang kita buat sekarang adalah proses adaptasi, pengaruh, aspirasi, atau inspirasi dari karya-karya yang telah ada. Jadi, di dunia ini tidak ada karya yang betul-betul asli, tapi mengadaptasi dari karya terdahulu yang terus-menerus diturunkan sejalan dengan peradaban manusia. Intertekstualitas pada sebuah karya bisa berasal dari melihat, mendengar, atau meniru dari sebuah karya yang telah ada.</p>
<p>Dalam bukunya Roland Barthes yang berjudul Image-Music-Text, ia mengemukakan: “A text is… a multidimensional space in which a variety of writings, none of them original, blend and clash. The text is a tissue of quotations… The writer can only imitate a gesture that is always anterior, never original. His only power is to mix writings, to counter the ones with the others, in such a way as never to rest on any one of them.” [Barthes 1997, 146]</p>
<p>Intertekstualitas ternyata tak hanya terdapat dalam karya-karya sastra, seperti puisi atau novel, tapi juga dalam bidang-bidang lain terutama bidang TI yang kita tekuni ini. Seorang programer Web, untuk menciptakan sebuah program buku tamu misalnya, kemungkinan besar pernah melihat buku tamu fisik di sebuah acara kawinan yang pernah dikunjunginya. Atau bisa juga ia mendapat inspirasi dari buku tamu atau program buatan programer lain dan lalu mengadaptasi sebagian fiturnya.</p>
<p>Seperti halnya program Web, begitu juga dengan desain Web, yang kini telah beralih tidak hanya berupa desain statis dengan imej, tapi juga sudah melingkupi multimedia—misalnya dengan hadir dan popularnya Flash yang mempercantik halaman Web dengan animasi dan interaktivitas.</p>
<p>Intertekstualitas hadir dalam sebuah karya, bisa juga karena adanya inspirasi dari bidang lain. Misalnya: seseorang membuat tema desain musim semi karena membaca sebuah novel sastra, atau membuat tema futuristis setelah kita menonton film di bioskop.</p>
<p>Desain Web dan Inspirasi</p>
<p>Ide seorang manusia tidak selalu berjalan dengan mulus untuk menghasilkan sebuah karya, kadang-kadang kehabisan ide bisa membuat kita agak frustasi. Untuk memberi jalan, tidak ada salahnya mengambil ide dari halaman Web orang lain, atau melihat-lihat situs-situs yang konsepnya mirip dengan situs yang akan kita buat. Satu hal yang penting, di sini kita mengembangkan, menggabungkan, memperindah dari karya yang sudah ada, tentu saja dengan hasil karya buatan kita sendiri.</p>
<p>Bila Anda seorang desainer Web, Anda tentu mempunyai cara-cara yang berbeda untuk mencari inspirasi dalam membuat desain. Pada dasarnya kemampuan seorang desainer Web adalah memadukan antara desain-desain yang sudah ada yang pernah dilihat, dibaca atau didengarnya. Untuk mewujudkan inspirasi itu ia memerlukan kreativitas dan kemampuan dalam menggunakan software-software pendukung seperti Photoshop, Macromedia Flash, dan lain-lain. Bila kita amati, komposisi warna, tata letak, dan navigasi, meski memiliki patokan-patokan yang baku namun berbeda-beda dalam penyajiannya. bagaimana pun juga, walaupun terinspirasi dari sumber yang sama, setiap orang berbeda dalam cara mengembangkan. Letak navigasi di pinggir kiri, kanan, atas atau bawah, pasti sering kita lihat di situs situs portal yang kita kunjungi. Jenis huruf yang digunakan dan jenis warna juga mungkin sama, tapi kesan yang Anda dapat tentu bisa berbeda bila ditambahkan ikon atau banner.</p>
<p>Hak Cipta<br />
Timbullah pertanyaan: bila semua hasil karya adalah adaptasi dari karya-karya sebelumnya dan tidak ada yang asli, lalu bagaimana dengan hak cipta?</p>
<p>Sebuah karya yang hadir dari hasil inspirasi adalah hasil kerja keras manusia dalam berpikir dan mengolah kemampuannya. Mungkin seorang desainer Web tidak hanya terinspirasi dari satu sumber, tetapi dari beberapa. Setiap karya yang merupakan hasil berpikir, pengelolaan kemampuan dan kreativitas tiap orang tentu akan berbeda hasilnya. Hasil yang diperoleh dari proses berpikir dan pengelolaan kemampuan ini patut dihargai sebagai hasil karya.</p>
<p>Bila kita melihat sebuah situs yang bagus dalam segala segi, kita tentu langsung berpikir bagaimana dengan cara pembuatannya hingga menjadi sebuah karya yang indah. Menginspirasi sebuah hasil karya akan memperkaya khazanah kita dalam desain. Tentu saja menginspirasi di sini tidak sama dengan menjiplak atau membajak. Memindahkan hasil karya orang lain dengan melakukan Save As tentu sesuatu yang tidak baik (dan juga melanggar hak cipta). Jika kita terlalu sering melakukan hal ini, maka akan semakin buruklah citra Indonesia.</p>
<p>http://www.master.web.id</p>
<p><strong><em><span style="color:#800080;">Desainer Web, Desainer Grafis, dan Animator</span></em></strong><br />
<img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn%3A3-pXC92GZ6gzzM%3Ahttp%3A%2F%2Fagesvisual.files.wordpress.com%2F2007%2F08%2Fdavid-nalle-type.jpg&#038;w=80&#038;h=124" alt="" width="80" height="124" align="" border="0" /></p>
<p>Banyak yang berpendapat dalam dunia Web, seorang desainer Web harus dapat melakukan berbagai hal yang berhubungan dengan seluruh produksi visual dalam sebuah situs Web. Seringkali seorang desainer harus bekerja ekstra dalam mencari ide dan menghasilkan karya yang layak. Namun, tatkala cakupan proyek yang makin besar, seorang desainer Web harus pula produktif dalam menghasilkan berbagai komponen yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah tampilan situs yang presentatif.Dengan makin berkembangnya dunia Web, teknologi-teknologi baru yang memungkinkan multimedia Web menuntut perkembangan kemampuan yang dapat menyesuaikan dengan perkembangan itu sendiri. Namun, dalam profesi kita, ada hal-hal yang membuat batasan-batasan kerja seorang desainer Web menjadi absurd.</p>
<p>Sebut saja, Desainer Web dan Desainer Grafis. Dalam dunia nyata, dua profesi tersebut sangat mudah dibedakan. Desainer mengurus tampilan di halaman Web, dan Desainer Grafis membuat tampilan dengan tujuan publikasi. Namun dalam dunia kerja, kedua profesi tersebut seolah sama. Kita dituntut untuk mengetahui banyak hal dalam dunia Desain Web dan Grafis. Terkadang si perusahaan tempat kita bekerja tidak dapat membedakan cakupan dan batasan kerja seorang Desainer Web hingga bermacam pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan dunia Web menjadi tanggung jawab kita.</p>
<p>Seorang rekan kerja curhat kepada saya, saat ia bingung karena ditugasi untuk mengurus dari awal hingga akhir ?Marketing Tools? (peralatan untuk kelengkapan marketing, seperti kartu nama, kop surat, amplop, hingga brosur dan company profile) untuk perusahaan tersebut, padahal ia tidak mengetahui banyak tentang pengolahan grafis untuk percetakan. Kehadiran Flash selain turut menyemarakan dunia Web, ternyata membuat semakin panjang daftar skill dan cakupan kerja yang memang harus dikuasai.</p>
<p>Sebenarnya, dunia Animasi dan desain Web prinsipnya berbeda Anda tentu setuju dengan hal ini. Dalam melamar pekerjaan penguasaan Flash merupakan hal yang selalu dibutuhkan dan dicari oleh perusahaan, terkadang ada hal yang membuat kita berpikir dua kali sebelum mengajukan lamaran; ?Dicari desainer Web, menguasai HTML, bla… bla… Flash, Berpengalaman dalam Actionscript, bla… bla…?.</p>
<p>Bahkan ada iklan lowongan untuk desainer Web dengan kemampuan penggunaan software 3D seperti 3Ds Max dan video editing. Kasus diatas sering kali terjadi, coba Anda melongok arsip milis-masterweb sering sekali posting perekrutan disangkal dan menjadi perbincangan alot dengan alasan tidak spesifik.</p>
<p>Kesimpulan yang dapat kita tarik, kita ini hidup dalam 2 dunia, dunia maya dan dunia nyata, dalam dunia maya kita hidup dengan obsesi kita, namun dalam dunia nyata kita hidup berhadapan dengan obsesi orang lain.</p>
<p>Dalam mengajukan lamaran, lebih teliti memahami keinginan perusahaan, lihat spesifikasinya apakah sudah sesuai dengan diri Anda ? Namun ingat (pada artikel yang lalu), jangan terlalu mengobral kemampuan, karena Anda bisa repot sendiri. (pupung budi purnama)</p>
<p>http://www.designmagz.com</p>
<p><em><strong><span style="color:#808000;">Bagaimana memulai belajar Desain Grafis?</span></strong></em><br />
<img src="http://slametriyanto.web.id/wp-content/uploads/2006/12/desain1.jpg" alt="" width="200" height="258" align="" border="0" /></p>
<p>Bagaimana memulai belajar Desain Grafis? Memang itu sebuah pertanyaan yang sangat mendasar bagi seorang desiner pemula.</p>
<p>Definisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi.Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.</p>
<p>Ada beberapa tokoh menyatakan pendapatnyaÂ� tentang desain grafis yang saya ambil dari situsÂ� http://id.wikipedia.org/Â�</p>
<p>Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.</p>
<p>Sedangkan Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.com/ mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.</p>
<p>Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.</p>
<p>Menurut Michael Kroeger visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).</p>
<p>Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.</p>
<p>Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaanÂ�</p>
<p>Kategori Desain Grafis</p>
<p>Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:</p>
<p>1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.</p>
<p>2. Web Desain: desain untuk halaman web.</p>
<p>3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.</p>
<p>4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.</p>
<p>5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.</p>
<p>Program Pengolah Grafis</p>
<p>Oleh karena desain grafis dibagi menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan dan tujuan pembuatan karya.</p>
<p>1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout)</p>
<p>Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:</p>
<p>- Adobe FrameMaker</p>
<p>- Adobe In Design</p>
<p>- Adobe PageMaker</p>
<p>- Corel Ventura</p>
<p>- Microsoft Publisher</p>
<p>- Quark Xpress</p>
<p>2. Aplikasi Pengolah Vektor/Garis</p>
<p>Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:</p>
<p>- Adobe Illustrator</p>
<p>- Beneba Canvas</p>
<p>- CorelDraw</p>
<p>- Macromedia Freehand</p>
<p>- Metacreations Expression</p>
<p>- Micrografx Designer</p>
<p>3. Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar</p>
<p>Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggapa sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik.</p>
<p>Yang termasuk dalam aplikasi ini adalah:</p>
<p>- Adobe Photoshop</p>
<p>- Corel Photo Paint</p>
<p>- Macromedia Xres</p>
<p>- Metacreations Painter</p>
<p>- Metacreations Live Picture</p>
<p>- Micrografx Picture Publisher</p>
<p>- Microsoft Photo Editor</p>
<p>- QFX</p>
<p>- Wright Image</p>
<p>4. Aplikasi Pengolah Film/Video</p>
<p>Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah film dalam berbagai macam format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga dapat diolah menggunakan program ini. Umumnya, pemberian efek khusus (special effect) seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan lain-lain juga dapat dibuat menggunakan aplikasi ini. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:</p>
<p>- Adobe After Effect</p>
<p>- Power Director</p>
<p>- Show Biz DVD</p>
<p>- Ulead Video Studio</p>
<p>- Element Premier</p>
<p>- Easy Media Creator</p>
<p>- Pinnacle Studio Plus</p>
<p>- WinDVD Creater</p>
<p>- Nero Ultra Edition</p>
<p>5. Aplikasi Pengolah Multimedia</p>
<p>Program yang termasuk dalam kelompok ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya dan dikemas dalam bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interktif dan menarik.</p>
<p>Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:</p>
<p>- Macromedia</p>
<p>- Macromedia Authorware</p>
<p>- Macromedia Director</p>
<p>- Macromedia Flash</p>
<p>- Multimedia Builder</p>
<p>- Ezedia</p>
<p>- Hyper Studio</p>
<p>- Ovation Studio Pro</p>
<p>- Macromedia Director</p>
<p>- Macromedia Flash</p>
<p>- Multimedia Builder</p>
<p>- Ezedia</p>
<p>- Hyper Studio</p>
<p>- Ovation Studio Pro</p>
<p>http://slametriyanto.net</p>
<p><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#333399;"><strong>Introduction to flash actionscript</strong></span></span></em></p>
<p><img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:aF2mEA8VZ4mn0M:http://www.bigstockphoto.com/thumbs/1/9/8/small/89155.jpg" alt="" width="85" height="63" align="" border="0" /></p>
<p>ActionScript adalah bahasa pemrograman yang digunakan di dalam movie flash untuk mengirimkan command/instruksi ke dalam moie flash itu sendiri. dengan actionscript, seorang flash developer/animator bisa berinteraksi dengan movie flash yang dia buat, memerintahkan movie tersebut untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan si-pembuat. semakin kompleks actionscript yang kita masukan di dalam movie, semakin kompleks pula kemampuan movie tersebut untuk berinteraksi dengan user nantinya.</p>
<p>ActionScript terdiri dari berbagai simbol-simbol (sintaks) yang merepresentasikan ide-ide si pembuat yang nantinya berfungsi sebagai “alat komunikasi” antara user dengan movie flash itu sendiri. Sintaks Actionscript sangat mirip dengan javascript karena Sintaks ActionScript dibuat berdasarkan spesifikasi ECMA-262 meski tidak seluruhnya.</p>
<p>Secara default flash movie yang dijalankan di dalam flash player akan otomatis bergerak dari frame ke frame, dan ketika timeline movie sudah berada pada akhir timeline maka akan secara otomatis pula timeline akan di bawa ke frame pertama dan movie diulang kembali, begitu seterusnya. Tanpa Actionscript kita tidak memiliki control atas movie tersebut. Ketika suatu ketika kita ingin merubah kelakuan default dari movie flash untuk dijalankan sekali saja tanpa diulang dan atau berhenti di frame tertentu, maka kita perlu memberi perintah</p>
<p>” hey movie gw mau lu jalan sekali saja dan berhenti di frame terakhir ! “</p>
<p>bagaimana kita bisa memberi perintah ke movie dalam bahasa yang dimengerti oleh movie (yang pasti flash movie tidak mengerti kalimat perintah seperti diatas), untuk melakukan hal itu kita perlu bantuan ActionScript, yaitu bahasa ibu dari flash movie. untuk menghentikan timeline di frame terakhir kita tinggal memberi sebaris ActionScript di frame terakhir dari timeline flash movie. sintaksnya adalah,</p>
<p>stop();</p>
<p>Dengan perintah ini maka flash player akan menghentikan playback di frame dimana perintah ini berada. Tapi kemampuan Actionscript tidak sebatas itu, kamu bisa memberikan perintah yang lebih kompleks, me load data dari external source (XML, text file, image etc.) untuk membuat konten flash yang dinamis, bahkan ActionScript mampu menangani sistem E-commerce yang kompleks sekalipun. so tertarik untuk mengenal ActionScript lebih jauh?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muktiraga.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muktiraga.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muktiraga.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muktiraga.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muktiraga.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muktiraga.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muktiraga.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muktiraga.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muktiraga.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muktiraga.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muktiraga.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muktiraga.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muktiraga.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muktiraga.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muktiraga.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muktiraga.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=60&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/web-design-dan-animasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a0ee1f451871c37a28f59f08c07d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mooctee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.webreplika.com/webdesign.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">web design</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:FODvtqWQrbXycM:http://scriptintermedia.com/portfolio/cad/tambak1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:3-pXC92GZ6gzzM:http://agesvisual.files.wordpress.com/2007/08/david-nalle-type.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://slametriyanto.web.id/wp-content/uploads/2006/12/desain1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:aF2mEA8VZ4mn0M:http://www.bigstockphoto.com/thumbs/1/9/8/small/89155.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>e-Business</title>
		<link>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/e-business/</link>
		<comments>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/e-business/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 17:58:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raga Mukti Alhaqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsep Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/e-business/</guid>
		<description><![CDATA[What is E-Commerce and E-Business ? Saat ini dunia perdagangngan tidak lagi dibatasi dengan ruang dan waktu. Mobilitas manusia yang tinggi menuntut dunia perdagangngan mampu menyediakan layanan jasa dan barang dengan instan sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk mengatasi masalah tersebut maka kini muncul transaksi yang menggunakan media Internet untuk menghubungkan antara produsen dan konsumen. Transaksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=46&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>What is E-Commerce and E-Business ?</h2>
<p><img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:7NFSqVzN5bwGCM:http://www.italog.biz/images/e-business.jpg" alt="" border="0" /></p>
<p>Saat ini dunia perdagangngan tidak lagi dibatasi dengan ruang dan waktu. Mobilitas manusia yang tinggi menuntut dunia perdagangngan mampu menyediakan layanan jasa dan barang dengan instan sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk mengatasi masalah tersebut maka kini muncul transaksi yang menggunakan media Internet untuk menghubungkan antara produsen dan konsumen. Transaksi melalui Internet ini lebih dikenal dengan nama E-Commerece dan E-Business.</p>
<p>Secara umum E-commerce dapat diartikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulan: “e-commerce is a part of e-business”.<span id="more-46"></span></p>
<p><strong>E-Business</strong></p>
<p>: merupakan kegiatan bernisnis di Internet yang tidak saja pembelian, penjualan dan jasa, tapi juga pelayanan pelanggan dan kerja sama dengan rekan bisnis (bail individual maupun instansi).</p>
<p>Dampak <strong>negatif</strong> E-Commerce dan E-Business :</p>
<p>1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.</p>
<p>2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.</p>
<p>3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.</p>
<p>4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.</p>
<p>5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.</p>
<p>6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja , ketidakjujuran , praktek bisnis yang tidak benar , kesalahan faktor manusia , kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.</p>
<p>Security Beberapa metode pengamanan data dalam transaksi E-Commerce dan E-Bussines : Kriptografi Public Key : merupakan sistem asimetris (tidak simetris) menggunakan beberapa key untuk pengenkripsian yaitu public key untuk enkripsi data dan private key untuk dekripsi data. Public key disebarkan ke seluruh dunia sementara private key tetap disimpan. Siapapun yang memiliki public key tersebut dapat mengenkripsi informasi yang hanya dapat dibaca oleh seseorang yang memiliki private key walaupun anda belum pernah mengenal bahkan tidak tahu sama sekali siapa yang memiliki public key tersebut. Contoh : Elgamal , RSA , DSA. Keuntungan : memberikan jaminan keamanan kepada siapa saja yang melakukan pertukaran informasi meskipun diantara mereka tidak ada persetujuan mengenai keamanan data terlebih dahulu maupun saling tidak mengenal satu sama lain.</p>
<p>http://students.ukdw.ac.id</p>
<p><strong><span style="color:#993300;">E-business Dan Dunia Maya</span></strong></p>
<p><img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:YO4sE6r_aIePhM:http://www.bp.com/liveassets/bp_internet/aromatics_acetyls/aromatics_acetyls_english/STAGING/local_assets/images/Computer_data_180_144.jpg" alt="" width="150" height="113" border="0" /></p>
<p>Fenomena eBusiness tidak dapat disangkal telah menjadi trend yang mewarnai aktivitas bisnis di negara-negara maju maupun berkembang. Konsep baru yang berkembang karena kemajuan teknologi informasi dan berbagai paradigma bisnis baru ini dianggap sebagai kunci sukses perusahaan-perusahaan di era informasi dan di masa-masa mendatang. Secara ringkas, Mohan Sawhney mendefinisikan eBusiness sebagai:</p>
<p>“The use of electronic networks and associated technologies to enable, improve, enhance, transform, or invent a business process or business system to create superior value for current or potential customers”.</p>
<p>Secara prinsip definisi tersebut jelas memperlihatkan bagaimana teknologi elektronik dan digital berfungsi sebagai medium tercapainya proses dan sistem bisnis (pertukaran barang atau jasa) yang jauh lebih baik dibandingkan dengan cara-cara konvensional, terutama dilihat dari manfaat yang dapat dirasakan oleh mereka yang berkepentingan (stakeholders).</p>
<p>Seperti halnya pepatah yang mengatakan “banyak jalan menuju Roma”, eBusiness merupakan salah satu jalan yang dimaksud untuk menuju kepada “the creation of wealth” bagi sebuah perusahaan (harap diperhatikan bahwa eBusiness bukanlah merupakan tujuan, atau “Roma” yang dimaksud dalam pepatah terkait). Dengan kata lain, cakupan atau spektrum eBusiness dapat sangat luas wilayahnya tergantung dari masin-masing orang melihat definisi dari kata “bisnis” itu sendiri. Untuk dapat menangkap dimensi ruang lingkup pengertian eBusiness, cara yang kerap dipakai adalah dengan menggunakan prinsip 4W (What, Who, Where, dan Why).</p>
<p>Mohan Sawhney et.al., 2001</p>
<p>Dimensi WHAT<br />
Banyak orang mempertukarkan istilah eBusiness dengan eCommerce. Secara prinsip, pengertian eBusiness jauh lebih luas dibandingkan dengan eCommerce; bahkan secara filosofis, eCommerce merupakan bagian dari eBusiness. Jika eCommerce hanya memfokuskan diri pada aktivitas atau mekanisme transaksi yang dilakukan secara elektronik/digital, eBusiness memiliki wilayah yang jauh lebih luas, termasuk di dalamnya aktivitas relasi antara dua entiti perusahaan, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya, kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya, pertukaran informasi antara perusahaan dengan para pesaing usahanya, dan lain sebagainya. Adanya internet telah memungkinkan perusahaan untuk menjalin komunikasi langsung maupun tidak langsung dengan berjuta-juta bahkan bermilyar-milyar entiti (pelanggan, mitra, pesaing, pemerintah, dsb.) yang ada di dunia maya; karena sifat komunikasi tersebut merupakan bagian dari sebuah sistem bisnis, maka dapat dimengerti luasnya pengertian dari eBusiness.</p>
<p>Dimensi WHO<br />
Siapa saja yang terlibat di dalam eBusiness? Seperti yang tersirat dalam definisinya, semua pihak atau entiti yang melakukan interaksi dalam sebuah sistem bisnis atau serangkaian proses bisnis (business process) merupakan pihak-pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkup eBusiness. Paling tidak ada tujuh (A sampai G) klasifikasi entiti yang kerap dipergunakan dalam mengilustrasikan eBusiness, masing-masing: Agent, Business, Consumer, Device, Employee, Family, dan Government. Contohnya adalah sebuah aplikasi tipe eCommerce B-to-C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah perusahaan dengan para pelanggannya (end consumersnya); atau tipe G-to-G yang menghubungkan dua buah negara untuk permasalahan eksport dan import; atau D-to-D yang menghubungkan antara dua peralatan canggih teknologi informasi seperti antara PDA dengan Handphone; atau B-to-F yang menghubungkan sebuah perusahaan penjual barang- barang kebutuhan rumah tangga dengan berbagai keluarga; dan lain sebagainya.</p>
<p>Dimensi WHERE<br />
Tidak sedikit awam yang mempertanyakan dimana sebenarnya kegiatan bisnis dapat dilakukan dalam eBusiness. Jawabannya sangat singkat dan mudah, yaitu dimana saja, sejauh pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas elektronik/digital sebagai kanal akses (access channel). Berbeda dengan bisnis konvensional dimana transaksi biasa dilakukan secara fisik di sekitar perusahaan yang bersangkutan, maka di dalam eBusiness, interaksi dapat dilakukan melalui berbagai kanal akses. Di rumah, seorang Ibu dapat menggunakan telepon atau webTV untuk berkomunikasi dengan perusahaan penjual produk atau jasa; di kantor, seorang karyawan dapat menggunakan perlengkapan komputer atau fax; di mobil, seorang mahasiswa dapat menggunakan handphone atau PDA-nya; di lokasi keramaian seperti mall, toko-toko, atau pasar, masyarakat dapat memanfaatkan ATM, Warnet, atau Kios-Kios Telekomunikasi (Wartel) untuk melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, istilah dimana saja untuk melakukan hubungan dengan siapa saja bukanlah sekedar semboyan yang muluk, tetapi telah menjadi kenyataan di dalam implementasi eBusiness.</p>
<p>Dimensi WHY<br />
Pertanyaan terakhir yang kerap menghantui para pelaku bisnis tradisional adalah mengapa para praktisi bisnis di seluruh dunia sepakat untuk mengimplementasikan eBusiness sesegera mungkin sebagai model bisnis di masa mendatang. Penerapan konsep eBusiness secara efektif tidak saja menguntungkan perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yanga dapat dihemat (cost cutting), tetapi justru memberikan kesempatan perusahaan untuk meningkatkan level pendapatannya (revenue generation) secara langsung maupun tidak langsung. Dengan mengimplementasikan eBusiness, perusahaan dapat melihat berbagai peluang dan celah bisnis baru yang selama ini belum pernah ditawarkan kepada masyarakat. Disamping itu, terbukti telah banyak perusahaan yang melakukan transformasi bisnis (perubahan bisnis inti) setelah melihat besarnya peluang bisnis baru di dalam menerapkan konsep eBusiness. Yang tidak kalah menariknya adalah, bahwa dengan menerapkan konsep jejaring (internetworking), sebuah perusahaan berskala kecil dan menengah dapat dengan mudah bekerja sama dengan perusahaan raksasa untuk menawarkan berbagai produk dan jasa kepada pelanggan. Dan tidak jarang pula teradapat sebuah perusahaan berskala kecil (dilihat dari jumlah karyawannya) yang pendapatannya dapat melebihi perusahaan menengah maupun besar karena strategi efektif mereka dalam menerapkan eBusiness.</p>
<p>Jika teknologi elektronik dan digital sudah diketemukan beberapa puluh tahun yang lalu, mengapa baru “booming” belakangan ini? Jawabannya adalah karena baru setelah tahun 1990-an inilah teknologi internet berkembang dengan pesatnya.</p>
<p>Secara “tidak terduga”, jaringan internet yang tadinya hanya diperuntukkan bagi lembaga- lembaga penelitian semacam perguruan tinggi ternyata berkembang dan meluas penggunaannya di kalangan bisnis dan masyarakat. Akibatnya adalah terhubungkannya beratus-ratus juta manusia (dan terus bertambah) ke dalam sebuah arena jaringan yang sering dinamakan sebagai dunia maya (virtual world) tersebut. Dikatakan sebagai dunia maya karena arena ini tidak dapat dijamah atau diraih secara fisik karena terbentuk dari koneksi hubungan digital antar berbagai teknologi informasi (komputer dan telekomuniasi). Disamping itu, dunia maya tidak memiliki batas-batas geografis (borderless) seperti halnya planet bumi yang terbagi atas beberapa negara.</p>
<p>http://artikelekoindrajit.blogster.com/e-business_dan_dunia_maya.html</p>
<p><strong><em><span style="color:#339966;">e-Business (i-Xchange)</span></em></strong></p>
<p><img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:jJL5m_D3gYgFdM:http://www.ebizzasia.com/images/ed07-entr-bisnis.jpg" alt="" width="124" height="124" border="0" /><strong><em><span style="color:#339966;"><br />
</span></em></strong><span style="color:#000000;">DESKRIPSI</span></p>
<p>Implementasi aplikasi e-business pada umumnya bertujuan untuk mengefisienkan serta mempercepat suatu proses. I- Xchange merupakan bisnis kolaborasi yang menghubungkan satu perusahaan ke perusahaan lain melalui mata rantai informasi. Melalui aplikasi ini setiap perusahaan dapat me- maintained portalnya dan mengirimkan berbagai informasi secara cepat dan tepat sehingga dapat mempercepat suatu proses dalam pengambilan keputusan, misalnya seperti laporan keuangan perusahaan yang dibuat setiap bulan, triwulan maupun tahunan, dan lain-lain. i-Xchange merupakan layanan yang menyediakan solusi aplikasi kolaborasi bisnis yang meliputi entreprise reporting, Portal, Analytical Application dan Messaging.</p>
<p>FITUR</p>
<p>1. i-Telex<br />
2. i-Xchange messaging<br />
3. i-Xchange solution</p>
<p>http://www.telkom.co.id/produk-layanan/korporat/informasi-produk-layanan/data-internet/e-business-i-xchange.html</p>
<p><em><strong><span style="color:#0000ff;">E-Business dan knowledge management</span></strong></em></p>
<p><img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:0qSPqVGB_hTzmM:http://exonous.typepad.com/mis/ebusiness_development_options.png" alt="" width="140" height="105" border="0" /></p>
<p>Knowledge Management (pengelolaan pengetahuan) adalah bagaimana manusia dapat mengumpulkan aset pengetahuan (knowledge asset) dan menggunakannya untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Sementara menurut pakar internet Dr. Onno W. Purbo filosofi mendasar knowledge management adalah knowledge is power, share it and it will multiply. Melalui cara berpikir semacam ini diyakini bahwa Internet akan berperan besar dalam membuat masyarakat menjadi pintar. Hal inilah yang merupakan dasar bagi timbulnya masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).</p>
<p>Upaya membuat masyarakat pintar (dalam hal ini masyarakat kampus STIE Perbanas) dilakukan melalui pertukaran pengetahuan yang mudah dan cepat yang pada gilirannya akan membuat pengetahuan terus berkembang. Pengelolaan pengetahuan dalam pengertian itu adalah upaya menyebarkan, mempercepat pertukaran dan memanfaatkan pengetahuan.</p>
<p>Dalam pengelolaan pengetahuan, dikenal istilah explicit knowledge yaitu hasil pengetahuan yang telah berwujud misalnya skripsi, tugas akhir, laporan penelitian, buku dan semacamnya, serta tacit knowledge berupa pengetahuan yang masih tersimpan dalam kepala pemiliknya. Internet merupakan platform yang amat menunjang pertukaran tacit knowledge, sedangkan manajemen explicit knowledge akan ditunjang oleh pengembangan digital library dengan konsekuensi bahwa proteksi pengetahuan seperti hak atas kekayaan intektual (HAKI), hak cipta dan paten menjadi tidak relevan dalam pertukaran informasi yang cepat.</p>
<p>Dengan adanya kemudahan berkomunikasi dengan menggunakan teknologi multimedia, teleconference/ video conference, memungkinkan adanya proses belajar mengajar jarak jauh melalui internet atau dikenal dengan istilah Cyber Education / Virtual University. Sehingga mahasiswa dapat kuliah dimana saja diseluruh penjuru dunia dan kapan saja karena jarak geografis dan waktu bukan merupakan kendala utama.</p>
<p>Melalui konsep di atas muncullah istilah cyber economic yang mengacu pada optimal combination of existance and dynamic of real and virtual economic yang menisbikan dimensi ruang dan waktu, sehingga akan memperbesar cakupan (coverage) dan memberikan kesempatan luas bagi berkembangnya peluang-peluang di bidang ekonomi yang selama ini tidak atau bahkan mustahil ditemukan di conventional economic.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muktiraga.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muktiraga.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muktiraga.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muktiraga.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muktiraga.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muktiraga.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muktiraga.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muktiraga.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muktiraga.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muktiraga.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muktiraga.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muktiraga.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muktiraga.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muktiraga.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muktiraga.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muktiraga.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=46&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/e-business/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a0ee1f451871c37a28f59f08c07d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mooctee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:7NFSqVzN5bwGCM:http://www.italog.biz/images/e-business.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:YO4sE6r_aIePhM:http://www.bp.com/liveassets/bp_internet/aromatics_acetyls/aromatics_acetyls_english/STAGING/local_assets/images/Computer_data_180_144.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:jJL5m_D3gYgFdM:http://www.ebizzasia.com/images/ed07-entr-bisnis.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:0qSPqVGB_hTzmM:http://exonous.typepad.com/mis/ebusiness_development_options.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>e-Learning</title>
		<link>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/e-learning/</link>
		<comments>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/e-learning/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 17:50:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raga Mukti Alhaqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsep Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/e-learning/</guid>
		<description><![CDATA[E-Learning VS I-Learning Penyempitan Makna E-Learning dan penggunaan istilah “Internet-Learning” Dulu mungkin kita berpikir bahwa belajar harus dalam ruang kelas. Dengan kondisi dimana guru atau dosen mengajar di depan kelas sambil sesekali menulis materi pelajaran di papan tulis. Beberapa puluh tahun yang lalu pun juga telah dikenal pendidikan jarak jauh. Walaupun dengan mekanisme yang dibilang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=52&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color:#808000;"><span style="font-size:13px;color:#000000;font-family:Tahoma, Verdana, Arial;text-decoration:none;"><span class="searchhighlight">E-Learning</span> VS I-Learning</span></span></h2>
<p><span style="font-size:13px;color:#000000;font-family:Tahoma, Verdana, Arial;text-decoration:none;">Penyempitan Makna <span class="searchhighlight">E-Learning</span> dan penggunaan istilah “Internet-Learning”</span></p>
<p>Dulu mungkin kita berpikir bahwa belajar harus dalam ruang kelas. Dengan kondisi dimana guru atau dosen mengajar di depan kelas sambil sesekali menulis materi pelajaran di papan tulis. Beberapa puluh tahun yang lalu pun juga telah dikenal pendidikan jarak jauh. Walaupun dengan mekanisme yang dibilang cukup “sederhana” untuk ukuran sekarang, tetapi saat itu model tersebut sudah dapat membantu orang-orang yang butuh belajar atau mengenyam pendidikan tanpa terhalang kendala geografis.<span id="more-52"></span></p>
<p>Memang kita akui, sejak ditemukannya teknologi internet, hampir “segalanya” menjaid mungkin. Kini dapat belajar tak hanya anywhere, tapi sekaligus anytime dengan fasilitas <span class="searchhighlight">e-learning</span> yang ada.[1]<br />
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu <span class="searchhighlight">konsep</span> dan mekanisme belajar mengajar (pendidikan) berbasis TI menjadi tak terelakkan lagi. <span class="searchhighlight">Konsep</span> yang kemudian terkenal dengan sebutan <span class="searchhighlight">E-Learning</span> ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi (content) dan sistemnya. Saat ini <span class="searchhighlight">konsep</span> <span class="searchhighlight">e-learning</span> sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti dengan maraknya implementasie-learning di lembaga pendidikan (sekolah, training dan universitas) maupun industry (Cisco, IBM, Oracle, dsb).[2]<br />
Bergabagi pengertian tentang <span class="searchhighlight">e-learning</span> saat ini sebagian besar meggacu pada pembeajaran yang menggunakan teknologi internet. Seperti pengertian dari Rosenberg menekankan bahwa <span class="searchhighlight">e-learning</span> merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Hal ini senada dengan Cambell (2002), Kamarga (2002) yang intinya menggunakan media internet dalam pendidikan sebagai hakikat <span class="searchhighlight">e-learning</span>. Bahkan Onno W. Purbo (2002) menjelaskan bahwa istilah “e” atau singkatan dari elektronik dalam <span class="searchhighlight">e-learning</span> digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi internet.[3]<br />
Dikatakan oleh Darin E. Hartley bahwa: <span class="searchhighlight">e-learning</span> merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain. LearnFrame.Com dalam Glossary of <span class="searchhighlight">e-learning</span> Terms [Glossary, 2001] menyatakan suatu definisi yang lebih luas bahwa: <span class="searchhighlight">e-learning</span> adalah system pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer maupun komputer stand alone.[4]<br />
Pengertian tersebut menyempitkan arti “elektronik” pada huruf “e”dalam istilah “<span class="searchhighlight">e-learning</span>”. Selain karena, selain komputer juga masih terdapat alat-alat elektronik lainnya yang digunakan sebagai media pembelajaran, misalnya radio, tape audio/video, tv interaktif, cdrom, LCD Proyektor, OHP. Sebelum internet ditemukan, alat-alat tersebut sudah terlebih dulu digunakan sebagai media pembelajaran statis maupun interaktif. Mahasiswa bisa menggunakan tape recorder untuk merekam ceramah dosen di kelas untuk didengarkan dilain waktu. Dosen juga menggunakan OHP untuk mempresentasikan materi kuliahnya kepada mahasiswa sehingga hanya menuliskan materi di papan tulis seperlunya saja. Dosen juga dapat memberikan salinan dokumen materi kuliah dan referensi dalam bentuk CDROM kepada mahasiswanya untuk dipelajari dirumah. Media-media elektronik tersebut sangat membantu mahasiswa agar bisa lebih menguasai materi kuliah.<br />
Pengertian <span class="searchhighlight">e-learning</span> yang sederhana namun mengena dikatakan oleh Maryati S.Pd., <span class="searchhighlight">e-learning</span> terdiri dari dua bagian yaitu e- yang merupakan singkatan dari elektronika dan learning yang berarti pembelajaran. Jadi <span class="searchhighlight">e-learning</span> berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer [5]. Terdapat kata “khususnya komputer” pada akhir kalimat yang member pengertian bahwa komputer termasuk alat elektronik disamping alat pembelajaran elektronik yang lain.<br />
Istilah <span class="searchhighlight">e-learning</span> sepertinya terinspirasi oleh istilah e-mail yang lebih dulu popular yaitu electronic mail (surat menyurat melalui internet). Dimana untuk pengertian e-mail inipun menurut penulis dirasa kurang tepat karena yang namanya elektronik tidak hanya internet saja, namun juga meliputi alat-alat lain seperti mesin fax dan telegramjuga bisa sebagai alat penyampai surat elektronik. Namun tidak dibahas secara detail disini tentang e-mail karena akan memperlebar topic utama bahasan makalah ini.<br />
<span class="searchhighlight">E-learning</span> adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet, inilah makanya system <span class="searchhighlight">e-learning</span> dengan menggunakan internet disebut juga internet enabled learning. Penyajian <span class="searchhighlight">e-learning</span> berbasis web ini bisa menjadi lebih interaktif. Informasi-informsai perkuliahan juga bisa real-time. Begitu pula dengan komunikasinya, meskipun tidak secara langsung tatap muka, tapi forum diskusi perkuliahan bisa dilakukan secara online dan real time. System <span class="searchhighlight">e-learning</span> ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu. Kapanpun mahasiswa bisa mengakses system ini. Aktifitas perkuliahan ditawarkan untuk bisa melayani seperti perkuliahan biasa. Ada penyampaian materi berbentuk teks maupun hasil penyimpanan suara yang bisa di download, selain itu juga ada forum diskusi, bisa juga seorang dosen memberikan nilai, tugas dan pengumuman kepada mahasiswa. [6]<br />
Dari pengertian yang disampaikan oleh Maman Somantri, penulis mengamati sebenarnya pembelajaran menggunakan teknologi internet memiliki karakteristik – karakteristik khusus. Karakteristik-karakteristik tersebut yang menjadikan berbeda dengan media elektronik lainnya. media elektronik lain hanya sebagai alat bantu pembelajaran yang bersifat pasif, misalnya tape recorder hanya dapat merekam suara dosen untuk didengarkan di lain waktu, OHP mambantu dosen tidak repot dengan kotornya spidol saat menulis di papan tulis dan mahasiswa dapat dengan mudah menggandakan slide tanpa susah mencatat. Komputer stand alone juga hanya sebatas penyampaian materi secara lebih interaktif dengan presentasi yang disertai dengan video dan gambar pendukung lainnya.<br />
Sedangkan internet adalah alat bantu pembelajaran yang bersifat interaktif, karakteristik tersebut meliputi:<br />
1. Informasi real time<br />
2. Interaksi dosen-mahasiswa secara langsung walau tanpa tatap muka<br />
3. Forum diskusi online antar mahasiswa<br />
4. Dapat diakses kapan saja dan dimana saja<br />
5. Penyampaian dan pengumpulan tugas secara online<br />
6. Penyampaian pengumuman administrasi perkuliahan dan jadual secara online<br />
Jika dilihat dari berbagai pengertian <span class="searchhighlight">e-learning</span>, kebanyakan dari para pakar mengatakan bahwa <span class="searchhighlight">e-learning</span> merupakan pembelajaran menggunakan sarana internet. Namun jika dilihat dari arti harfiah bahwa <span class="searchhighlight">e-learning</span> yang mempunyai kepanjangan electronic-learning berarti pembelajaran yang menggunakan sarana elektronik. Disini, sarana elektronik ada berbagai macam, radio, tape audio/video, tv interaktif, cdrom, seperangkat komputer, LCD Proyektor, OHP.<br />
Komputer termasuk didalam alat elektronik, namun dalam hal ini, komputer masih digunakan untuk menyiapkan bahan presentasi dosen dan untuk pengajaran interaktif menggunakan CDROM maupun untuk membantu presentasi dosen di ruang kelas. Komputer di sini masih berdiri sendiri (stand alone) dan belum tersamung ke internet. Sehingga komputer disini termasuk media pembelajaran elektronik. Sehingga tepat jika komputer sebagai salah satu media pembelajaran <span class="searchhighlight">e-learning</span>.<br />
Pada makalah ini saya mengusulkan istilah baru untuk lebih spesifik menyebut pembelajaran internet dengan sebutan “i-learning” atau “internet-learning”. Penggunaan istilah ini didasarkan pada berbagai alas an berikut:<br />
1. <span class="searchhighlight">e-learning</span> tidak hanya sebatas internet saja sebagai media pembelajaran, namun juga melibatkan media-media elektronik lainnya.<br />
2. Penyempitan makna istilah <span class="searchhighlight">e-learning</span> yang hanya mengacu pada pembelajaran menggunakan sarana internet. Hal ini bisa diamati dari pengertian-pengertian yang disampaikan oleh banyak pakar.<br />
3. Istilah i-learning dapat memberi batasan yang lebih jelas antara pembelajaran dengan media elektronik dan pembelajaran dengan media internet.<br />
4. Internet mempunyai berbagai kelebihan dibanding alat elektronik lain. Kelebihan-kelebihan tersebut adalah: a) Dapat diakses kapanpun dan dimanapun oleh mahasiswa, b) Bila mahasiswa memerlukan tambahan infomasi yang erkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat langsung melakukan pencarian informasi tambahan lebih mudah dan cepat., c) Menuntut mahasiswa lebih proaktif mengikuti perkuliahan, d) mahasiswa dapat berinteraksi langsung denga dosen tanpa menunggu pertemuan tatap muka di kelas.</p>
<p><strong><span style="color:#993366;">e-Learning</span></strong></p>
<p><a title="7.gif" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/7.gif"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/7.thumbnail.gif?w=490" alt="7.gif" /></a></p>
<p>Tulisan mengenai e-Learning ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian pertama ini mencoba memberikan penjelsan umum tentang e-Learning dan kegunaannya. E-Learning merupakan proses belajar-mengajar secara virtual, dimana siswa tidak perlu datang ke kelas seperti dalam proses belajar mengajar konvensional. Siswa dapat menentukan prioritas bahan pelajaran dan tempo belajarnya sendiri sesuai kebutuhannya dan bisa mengulang pelajaran jika dirasakan perlu.</p>
<p>Selain itu proses belajar mengajar ini dapat dilakukan kapan dan dimana saja. Hal ini tentunya akan meningkatkan efisiensi proses belajar mengajar dan membutuhkan biaya yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan proses belajar mengajar di kelas konvensional.Perkembangan ilmu Informatika dan Komunikasi yg sangat pesat belakangan ini mendorong pula pemanfaatan e-Learning yg sangat luas dan cepat di masyarakat. Konsep e-Learning yg berbasis teknologi Informatika ini bisa dikelompokkan berdasarkan basis teknologi sebagai berikut:</p>
<p><em>Computer Based Training (CBT):</em>Basis utama proses belajar mengajar ini adalah Program Komputer (Software), yang biasa dipakai siswa untuk belajar secara interaktif dan fleksibel. Biasanya software-software pelajaran ini berisikan bagian-bagian multimedia, seperti Animasi dan juga bagian-bagian Tools sebagai alat untuk menyelesaikan soal-soal latihan. Bagian multimedia biasanya digunakan untuk menjelaskan bahan-bahan pelajaran dan menjadikannya mudah dicerna oleh siswa.</p>
<p>Dengan menggunakan Tools yg disediakan maka siswa mempunyai kesempatan untuk mencoba soal-soal latihan tanpa batasan jumlah dan tingkat kesulitannya. Sistem CBT mulai berkembang di tahun 80-an dan masih berkembang terus sampai sekarang. Hal ini ditunjang antara lain oleh perkembangan sistem animasi yg kian menarik dan realistis (misalnya sistem animasi 3 Dimensional). Selain untuk siswa sekolah sistem inipun digemari oleh perusahaan-perusahaan untuk mendidik karyawannya.</p>
<p>CD Pelajaran interaktif untuk matematika, Kimia dan Fisika misalnya, bisa menjadi pelengkap dan bahan tambahan yg sangat bermanfaat bagi siswa sekolah, karena disini siswa bisa mengambil keuntungan-keuntungan dari konsep e-Learning seperti diuraikan diatas. Pertanyaan apakah kita bisa memanfaatkan keuntungan-keuntungan dari sistem CBT ini, sangat tergantung dari kita sendiri, apakah kita mau menggunakan software-software e-Leaning atau tidak.</p>
<p><em>Web Based Training (WBT):</em><br />
Sistem ini sebetulnya merupakan perkembangan lanjutan dari CBT dan berbasis teknologi internet. Jadi lancarnya proses belajar dengan menggunakan sistem ini tergantung sekali dari infrastruktur jaringan kecepatan tinggi. Memang di Negara kita yang masih belum merata jaringan internetnya, sistem ini masih belum bisa berkembang pesat.</p>
<p>Salah satu komponen WBT yg sangat digemari adalah video-conferencing, dimana siswa dan guru dapat langsung mendiskusikan semua hal tanpa harus bertemu muka secara langsung. Sistem ini berkembang pesat di negara-negara maju dan dapat dimanfaatkan sebagai alat belajar mengajar di <em>virtual classes</em> ataupu <em>virtual universities</em>.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">LEARNING CENTRE DAN E-LEARNING</span></strong></p>
<p><a title="8.jpg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/8.jpg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/8.thumbnail.jpg?w=490" alt="8.jpg" /></a></p>
<p>Akan dibawa ke manakah PLC, memang tidak bisa dilepaskan dari pengertian learning center sendiri. Menurut J. Catur Condro C. learning center adalah sebuah universitas yang menyelenggarakan perkuliahan secara online. Dan learning center sendiri tidak lepas dari sistem yang disebut e-learning.<br />
Menurut sumber lain, sebelum kata e-learning menjadi populer banyak kata-kata pembelajaran yang telah digunakan dan masih tetap digunakan, seperti terlihat di bawah ini:<br />
- Pembelajaran jarak jauh (open distance learning);<br />
- Pengajaran berbasis web (web based training);<br />
- Pengajaran berbantuan komputer (computer based training);<br />
- Pembelajaran berbasis teknologi (technology based learning);<br />
- Pembelajaran secara online (online learning).<br />
Sebenarnya pembelajaran melalui media elektro-nik, baik formal maupun informal, banyak dilakukan, seperti internet, CDROM, video tape, DVD, TV, handphone, PDA, dan lain-lain. Dengan demikian, menurut sumber itu, e-learning lebih luas dibanding-kan dengan online learning. Karena online hanya meng-gunakan internet/intranet/LAN/WAN, tidak ter-masuk menggunakan CDROM.</p>
<p>Menurut info dari http://wiryana.pandu.org/ fenoma maraknya teknologi informasi dalam dunia pendidikan Indonesia menarik untuk dilihat. Perang-kat lunak seperti word processor, spreadshet, dan pre-sentasi sudah banyak digunakan oleh mahasiswa, siswa, dan umum. Nyaris semua perguruan tinggi terkemuka di Indonesia sudah menggunakan pendi-dikan sistem e-learning ini. E-learning atau electronic learning sama penger-tiannya, yaitu perkualiahan yang dilakukan secara on-line. Modul tatap muka, soal pretest, posttest, dan eva-luasi dikirim ke server. Diskusi dilakukan secara on-line, materi lain pendukung modul tatap muka juga online. DI PERGURUAN TINGGI… Seperti apa, sih, bentuknya?</p>
<p>Dalam E-Learning Universitas Hasanuddin ada seruan seperti ini: “Kegiatan belajar-mengajar dapat dilakukan di sini, dengan cara setiap dosen membuat suatu kelas pembelajaran menurut mata kuliah yang diajarkan; meng-upload bahan kuliahnya; memberi-kan tugas-tugas/soal-soal; sementara itu mahasiswa peserta mata kuliah dapat mengikuti kuliah dimak-sud dan membaca bahan kuliah yang tersedia serta mengerjakan tugas dan soal yang telah diberikan oleh dosen pengasuh mata kuliah masing-masing.” Lihat lagi di E-Learning Universitas Negeri Yogya-karta. Disebutkan: “Melalui sistem E-Learning UNY ini para dosen dapat mengelola materi perkuliahan secara online, yakni: menyusun SAP, meng-upload materi perkuliahan, memberikan tugas kepada maha-siswa, menerima pekerjaan mahasiswa, membuat tes/quiz, memberikan nilai, memonitor keaktifan maha-siswa, mengolah nilai mahasiswa, berkomunikasi de-ngan mahasiswa melalui forum diskusi dan chat, dan lain-lain. Mahasiswa dapat mengakses informasi dan materi pembelajaran, berinteraksi dengan sesama mahasisw dan dosen, melakukan transaksi tugas-tugas perkuli-ahan, mengerjakan tes/quiz, melihat pencapaian hasil belajar, dan lain-lain. Sementara itu di Komunitas e-Learning Universitas Gadjah Mada ada kalimat ini: “e-Lisa merupakan suatu sistem e-learning (belajar jarak jauh) atau lebih tepatnya sistem e-course (kuliah jarak jauh) untuk civitas academica Univeristas Gadjah Mada. Sistem ini ditujukan untuk menjembatani dosen dan mahasiswa dalam proses belajar mengajar di luar jam kuliah.” Sistem e-learning mempersyaratkan beberapa hal untuk yang berminat mengikutinya. Diingatkan oleh E-Learning Universitas Hasanuddin: “Paling tidak ada tiga modal utama yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin mengembangkan pendidikan berbasis “web.” Ketiga hal itu disebutkan di situ, bahwa pertama, seorang dosen harus mengetahui teknologi pembela-jaran yang dapat menunjang skenario pembelajaran-nya. Kedua, dia harus menguasai strategi komunikasi web yang akan digunakan. Ketiga, yang paling penting adalah bagaimana penguasaan materi dan merancang materi yang menarik bagi pembelajarnya. Oleh karena itu, demikian lanjutan peringatan itu, banyak sekali aspek yang harus dipikirkan, sehingga perlu waktu yang agak lama untuk menerapkannya. Suatu harapan bahwa e-learning ini bisa jadi perekat kerja sama antarperguruan tinggi dalam peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi. Teknologi web yang digunakan untuk keperluan e-learning sarat dengan perangkat lunak dan perangkat keras. Dalam website Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Manusia dan Oganisasi ITB disebutkan, e-learning adalah istilah yang digunakan untuk sistem pembela-jaran yang ditunjang dengan teknologi dan komunikasi (TIK), diperluas dengan memasukkan komputer, perangkat mobile seperti seluler, PDA, dan MP3 Player. Banyak pihak yang menyelenggarakan pelatihan bidang ini. Salah satunya ITB. Pelatihan Pengem-bangan Sistem e-learning &amp; Konten Multime-dia—yang di-selenggarakan oleh pihak ITB—adalah pelatihan terintegrasi untuk mengem-bangkan sistem e-learning beserta kontennya (materi online dalam bentuk paduan teks, foto, audio, dan video). Materi pelatihan, menurut web ITB, akan mencakup pengantar perkembangan pendu-kung e-learning, filosofi, metode pembelajaran berbasis e-learning, ragam Learning Management System (LSM), penyiapan server, pengenalan webserver &amp; system database, pengenalan webpage, Pengenalan Editor, Instalasi, Administrasi Sistem, Administrasi User, Administrasi Kursus, Pembuatan Konten Multimedia berbasis pro-duser, pembuatan konten multimedia berbasis SCORM/AICC. Menurut kalangan ITB, seperti ditulis dalam website-nya, pengembangan e-learning sa-ngat diperlukan untuk menunjang pembelajar-an konvensional, serta menyiapkan media-media untuk menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel. Sistem ini juga mudah diakses dari mana saja dan kapan saja. Dengan sistem e-learning, peserta dapat mengikuti kelas serta ikut ujian dari tempat bekerja atau tempat tinggalnya. Selain itu, masih menurut website ITB, dengan media digital, bahan ajar e-learning dapat lebih diperkaya dengan menyediakan teks, video dan audio, yang dilengkapi dengan simulasi dan animasi.</p>
<p>Manusia semakin dimanja oleh teknologi web. Sistem e-learning dampaknya juga merem-bet ke budaya dan gaya hidup. J. Catur Condro C. menuliskan kelebihan sistem e-learning untuk sebuah universitas di-gital, yaitu:</p>
<p>1. Modul dosen tersimpan semua di server se-hingga mahasiswa dapat mengakses kapan saja. 2. Modul dosen tidak hanya disajikan dalam bentuk Power Point saja, tetapi bisa diberikan dalam bentuk teks, html, ms word, pdf atau-pun multimedia. 3. Tipe modul ini memang diperuntukkan dosen mengirim file kuliahnya sesuai dengan bentuk file yang dia senangi. 4. Pembangunan pendidikan model e-learning dibandingkan dengan pendidikan model sekolah konvensional, jauh lebih murah. 5. Jumlah peserta yang mengikuti pendidikan ini tidak dibatasi oleh daya tampung kelas konvensional. DI PERUSAHAAN… Bagaimana manfaat e-learning bagi suatu perusaahaan? Di IBM ada yang disebut IBM Electronic Learning Center. Ini dapat diakses pekerja IBM di seluruh dunia dalam pengertian “bekerja sambil belajar.” Jadi, bukan pengertian e-learn-ing seperti digunakan mahasiswa dan dosen di perguruan tinggi. “Pada saat anggota tim membutuhkan ma-sukan atas masalah di lapangan, mereka dapat berkonsultasi dengan ahli terbaik di IBM di seluruh Indonesia. Mereka dapat mendalami pengetahuan tertentu dan kiat sukses sejenis yang pernah dibuat IBM di salah satu tempat di dunia,” tulis Charlo Mamora dalam halaman website milik Warta Ekonomi, 24 November 2004). Masih cerita dari Charlo Mamora, Mat-sushita pun demikian. Konon, Matsushita men-jadikan tiga pusat penelitiannya ini online, se-hingga merupakan kesatuan tingkat dunia dalam menghadapi globalisasi. Perkembangan Teknologi Informasi me-mang memaksa semua perusahaan untuk menggunakan teknologi berbasis web dalam lembaga pendidikan dan pelatihannya. Dan yang lebih dikembangkan lagi dari sekadar penggunaan teknologinya, juga paradigma masyarakat pembelajar. Urusan ini, pada tahun 1957 Ibnu Sutowo sudah merasakan perlunya belajar sambil bekerja, dan bekerja sambil belajar.</p>
<h4><strong><strong><span style="color:#800000;">E-learning Dianggap Membosankan</span></strong></strong></h4>
<p><a title="9.jpg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/9.jpg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/9.thumbnail.jpg?w=490" alt="9.jpg" /></a></p>
<p>Meskipun 9 dari 10 karyawan level manajer saat ini memiliki akses terhadap internet, tapi pada kenyataannya mereka masih malas untuk memanfaatkan fasilitas teknologi tersebut sebagai sarana pembelajaran. Jadi, apa kabar e-learning?</p>
<p>Chartered Management Institute (CMI) dan� Centre for Applied Human Resource Research, Inggris mensurvei hampir 1000 orang manajer dan 12 pemimpin perusahaan besar dan menemukan, prediksi bahwa <em>online learning</em> akan menggantikan ruang kelas belum sepenuhnya terbukti secara menggembirakan.</p>
<p>Menurut survei, hanya separo manajer yang telah memanfaatkan sumber-sumber daya <em>online</em> untuk memecahkan permasalahan, dan hanya satu dari 5 yang membuka program e-learning yang terstruktur.</p>
<p>Kendati demikian, survei melihat, secara umum para manajer memiliki keinginan untuk belajar dan menyadari bahwa internet merupakan sarana untuk itu. Hampir 6 dari 10 melihat <em>online learning</em> sebagai sumber daya yang sangat ampuh untuk pendidikan, yang bisa dimanfaatkan setiap saat.</p>
<p>Sepertiga mengaku lebih melihat sumber-sumber daya <em>online</em> sebagai penyedia referensi yang setia, dan satu dari 4 telah menyadari efektivitasnya dalam segi biaya. Namun, semua itu tidak menjamin bahwa para manajer kemudian mencoba dan memanfaatkannya untuk belajar sesuatu.</p>
<p>Hampir separo merasa, penolakan terhadap e-learning disebabkan karena fasilitas <em>online</em> tersebut “menghilangkan sentuhan kemanusiaan”. Dan, hampir tiga perempat lebih menyukai dialog tatap muka langsung dan lebih dari sepertiga menyatakan, pembelajaran dengan bimbingan tutor lebih efektif.</p>
<p>Bagi separo responden, rasa bosan merupakan hambatan terbesar dan seperlima berpendapat bahwa konten yang mereka temukan dalam materi <em>online</em> gagal untuk “mengikat” dan menarik mereka. Tiga dari 10 mengaku kurang termotivasi untuk menyelesaikan pelajar-pelajaran <em>online</em> tersebut, dengan 17% beralasan “kurangnya <em>support</em>“.</p>
<p>Direktur Marketing dan Corporate Affairs CMI Jo Causon mengatakan, terdapat keuntungan-keuntungan bisnis yang nyata dari pemanfaatan model-model e-learning sejauh organisasi juga menyediakan alat dan dukungan pengembangan untuk menyertainya.</p>
<p>“Intinya, perlu perencanaan yang matang dalam mempraktikkan <em>online learning</em> dengan mempertimbangkan audiens,” ujar Causon.</p>
<p>Diingatkan juga, sebaiknya tidak menggantungkan seluruh proses pembelajaran pada <em>online</em> melainkan perusahaan tetap perlu memanfaatkan sumber daya lain dari program pengembangan tradisional.</p>
<h2><span style="color:#800000;"><a href="http://romisatriawahono.net/2007/10/03/penerapan-e-learning-dengan-model-motivasi-komunitas/" rel="bookmark">Penerapan e-Learning dengan Model Motivasi Komunitas</a></span></h2>
<p><a title="10.gif" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/10.gif"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/10.thumbnail.gif?w=490" alt="10.gif" /></a></p>
<p>Ceritanya, saya mencoba membuat model berdasarkan strategi-strategi yang saya lakukan dalam implementasi e-Learning, khususnya untuk IlmuKomputer.Com dan beberapa sistem e-Learning lain. Dan jadilah formulasi sederhana bernama <strong>Model Motivasi Komunitas</strong> alias <strong>Community Motivation Model</strong>. Saya bungkus formulasi tersebut dalam suatu penelitian sederhana yang saya propose sebagai penelitian individu pada <a href="http://romisatriawahono.net/2006/08/07/diklat-peneliti-siapa-takut/" target="_blank">Diklat Peneliti LIPI tahun 2006</a>. Nggak nyangka, dengan judul penelitian ini saya mendapat penghargaan menjadi peneliti terbaik pada Diklat Peneliti LIPI itu …hehehe (narsis mode on). Nah seperti biasa daripada paper 17 halaman ini nongkrong terus di hard disk, tahun ini saya coba kirimkan ke jurnal ilmiah Teknodik yang diterbitkan oleh <a href="http://www.pustekkom.go.id/" target="_blank">Pustekkom</a>, Depdiknas. Alhamdulillah atas bantuan teman-teman di Pustekkom (thanks pak Ade, pak Uwes dan pak Gatot <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /> ), bisa cepat masuk di Jurnal Teknodik edisi Agustus 2007, tepatnya No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007. Nah, daripada juga cuman sedikit dibaca orang di jurnal teknodik, saya share sekalian di blog ini …</p>
<p>Paper saya susun dalam bentuk standard penelitian ilmiah, yaitu pendahuluan, metodologi penelitian, proposed model (model motivasi komunitas), hasil dan pembahasan, dan terakhir penutup. BTW, saya sedang membuat satu tulisan lagi tentang teknik dan metode penelitian untuk skripsi, dan saya akan jadikan penelitian ini sebagai contoh penelitian. Hanya mungkin perlu saya perbaiki format penulisan paper (makalahnya) menjadi format skripsi. Ok mohon sabar menunggu untuk artikel yang satu ini <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /></p>
<p>Kembali ke tulisan di jurnal, saya mengambil latar belakang adanya masalah di dunia penerapan e-Learning. Menurut sebuah studi tahun 2000 yang dilakukan oleh Forrester Group kepada 40 perusahaan besar di Amerika menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja (lebih dari 68%) menolak untuk mengikuti pelatihan atau kursus yang menggunakan konsep eLearning. Ketika eLearning itu diwajibkan kepada mereka, 30% menolak untuk mengikutinya [Dublin &amp; Cross, 2003]. Sedangkan studi lain mengindikasikan bahwa dari orang-orang yang mendaftar untuk mengikuti eLearning, 50-80% tidak pernah menyelesaikannya sampai akhir [Delio, 2000].</p>
<p>Nah dari sini, saya approach dengan Model Motivasi Komunitas yang saya buat. Model inilah yang sebenarnya dulu saya terapkan untuk IlmuKomputer.Com dan juga di e-Learning lain. Saya analisa data-data dari hasil pengujian modelnya. Saya uji dan buktikan apakah relasi-relasi antar <strong>Konsep</strong> atau <strong>Subkonsep</strong> di Model Motivasi Komunitas tersebut terbukti. Jangan lupa melihat bagian Metodologi Penelitian di makalah untuk menelusuri tahapan penelitian yang saya lakukan. Nah hasil analisanya sendiri secara lengkap ada di bagian Hasil dan Pembahasan. Sebenarnya yang saya lakukan sangat sederhana, disamping variable yang saya uji juga tidak terlalu banyak, tapi paling tidak proses dan tahapan penelitian ilmiahnya tergambar secara jelas. Ini mungkin yang menjadi faktor utama para reviewer di Diklat Peneliti LIPI memberi grade bagus <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muktiraga.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muktiraga.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muktiraga.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muktiraga.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muktiraga.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muktiraga.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muktiraga.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muktiraga.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muktiraga.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muktiraga.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muktiraga.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muktiraga.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muktiraga.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muktiraga.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muktiraga.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muktiraga.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=52&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/e-learning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a0ee1f451871c37a28f59f08c07d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mooctee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/7.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">7.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/8.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">8.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/9.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">9.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/10.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">10.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Proyek Sistem Informasi</title>
		<link>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/manajemen-proyek-sistem-informasi/</link>
		<comments>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/manajemen-proyek-sistem-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 17:48:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raga Mukti Alhaqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsep Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/manajemen-proyek-sistem-informasi/</guid>
		<description><![CDATA[SISTEM, INFORMASI DAN MANAJEMEN Walaupun kenyataan sudah menunjukkan bahwa computer adalah alat untuk mengolah data, namun banyak manajer beranggapan computer adalah unsur inti dalam suatu sistem informasi. Sikap ini melebihkan nilai computer dan mengkaburkan peranannya. Peranan dari sebuah computer adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan-keputusan dan untuk operasi perencanaan (planning) dan pengendalian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=65&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em><span style="color:#008000;">SISTEM, INFORMASI DAN MANAJEMEN</span></em></strong></p>
<p><a title="a.jpg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/a.jpg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/a.thumbnail.jpg?w=490" alt="a.jpg" /></a></p>
<p>Walaupun kenyataan sudah menunjukkan bahwa computer adalah alat untuk mengolah data, namun banyak manajer beranggapan computer adalah unsur inti dalam suatu sistem informasi. Sikap ini melebihkan nilai computer dan mengkaburkan peranannya. Peranan dari sebuah computer adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan-keputusan dan untuk operasi perencanaan (planning) dan pengendalian (control).</p>
<p><span id="more-65"></span>SISTEM secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu set unsur-unsur yang tergabung menjadi satu untuk suatu tujuan bersama. Semua sistem merupakan bagian dari sistem-sistem lain yang lebih besar. Pada suatu organisasi proyek, organisasi itulah sistemnya dan bagian-bagiannya adalah departemen-departemen/bagian-bagian/biro-biro dalam proyek itu sebagai sub sistemnya. Integrasi dari sub-sitem-sub-sistemnya diusahakan melalui penukaran (interchange) informasi.</p>
<p>INFORMASI perlu dibedakan dengan pengertian DATA, dan perbedaan ini harus jelas dan adalah penting untuk maksud sistem informasi manajemen. Data adalah kenyataan dan angka-angka yang sedang tidak dipakai dalam suatu proses pengambilan keputusan, dan data biasanya berbentuk “historical records” yang dicatat dan disimpan tanpa maksud segera digunakan/dikeluarkan untuk pengambilan keputusan. Informasi terdiri dari data yang sudah diperoleh kembali (dari records), dan telah diolah atau digunakan untuk maksud-maksud informatif atau kesimpulan, ataupun sebagai dasar untuk prediksi atau pengambilan keputusan.</p>
<p>MANAJEMEN telah diartikan dalam berbagai pengertian, tetapi dalam pembahasan ini manajemen terdiri dari proses-proses atau kegiatan-kegiatan yang mengutamakan apa yang dilakukan manajer-manajer dalam mengoperasikan organisasi yang dipercayakan kepadanya; yakni operasi-operasi perencanaan, pengorganisasian, inisiatif dan pengendalian. Manajer merencanakan dengan menetapkan strategi dan tujuan serta memilih arah tindakan yang terbaik agar rencana-rencana itu dapat tercapai. Manajer mengatur tugas-tugas juga menyelesaikan tugas-tugas itu dalam kelompok-kelompok yang kompak serta mengatur pelimpahan wewenang-wewenang. Kemudian manajer mengendalikan prestasi/performa dari pekerjaan dengan menentukan standar-standar performa serta mencegah penyimpangan-penyimpangan terhadap standar-standar tersebut.</p>
<p>KESIMPULAN</p>
<p>Karena pengambilan keputusan adalah suatu syarat utama bagi proses-proses yang telah diuraikan di muka, maka tugas suatu alat informasi manajemen harus mampu memberikan fasilitas untuk mengambil keputusan-keputusan, yang diperlukan untuk perencanaan, pengaturan dan pengendalain pekerjaan-pekerjaan atau organisasi proyek/perusahaan.</p>
<p>PENYAJIAN INFORMASI DAN LAPORAN</p>
<p>Dalam melaksanakan manajemen proyek diperlukan komunikasi yang cukup intens, sebab komunkasi ini dapat diibaratkan sebagai minyak pelumas yang memperlancar gerak proyek menuju sukses. Penyampaian komunikasi secara baik perlu diatur dan ini jelas akan merupakan bagian dari sistem informasi manajemen dalam proyek tersebut. Maka menjadi teramat penting untuk memperhatikan PENYAJIAN INFORMASI-INFORMASI tersebut. Presentation of information sangat penting agar berbagai pihak dalam proyek dan di luar organisasi proyek benar-benar memperoleh informasi yang berguna.</p>
<p>Komunikasi lisan dilakukan dalam rapat-rapat, dimana masalah agenda, risalah dan lain-lain cara penyajian yang digunakan perlu mendapat perhatian. Dalam komunikasi yang tertulias kita kenal teknik-teknik penyajian seperti charts, bagan-bagan, table-tabel dan lain-lain. (graph/curve, bar chart, column, mixed/combination chart, circle chart). Laporan-laporan menduduki tempat yang penting dalam penyajian informasi ini.</p>
<p>Penyajian informasi kepada manajemen dan staf pada semua tingkat, memerlukan pemikiran, kesabaran dan pengamqan oleh manajer proyek dan/atau stafnya. Salah satu hal yang perlu diingat adalah, bahwa penyajian itu harus disesuaikan dengan tingkat manajemen yang akan menerima informasi itu, misalnya top-departemen, tingkat manajer fungsional/departemen, manajer operasional dan lain-lain.</p>
<p>Unsur-unsur informasi manajemen pada proyek-proyek yang penting adalah : • Perbandingan (rasio) biaya terhadap anggaran. • Perbandingan (rasio) kemajuan proyek terhadap rencana/jadwal.</p>
<p>Dalam manajemen banyak digunakan rasio-rasio untuk indikator-indikator. Rasio lebih memberikan arti daripada angka-angka yang berdiri sendiri, sehingga rasio-rasio semacam ini dapat membantu pimpinan dalam : • Menganalisa situasi dalam perencanaan. • Memonitor hasil kerja (performance) dalam perencanaan.</p>
<p>Dengan menggunakan rasio-rasio itu, manajemen dapat mengambil tindakan yang relevan dangan problema yang ada dan terhindar dari kemungkinan tindakan yang tidak relevan.</p>
<p>Unsur-unsur informasi manajemen lain adalah antara lain : • Perkiraan biaya yang akan dihadapi. • Perkiraan penyelesaian bagian-bagian proyek. • Masalah-masalah yang timbul.</p>
<p>Dalam menyajikan informasi mengenai hal-hal yang berulang terjadi misalnya progress bulanan atau pekanan, maka kerap kali bukan lagi masing-masing angka yang penting, tetapi lebih diperlukan fluktuasi-fluktuasi itu dirubah menjadi suatu laju (trend), misalnya dengan menunjukkan “angka rata-rata yang bergerak” (moving averages)</p>
<p>Walaupun penggunaan table-tabel, grafik-grafik/charts dan lain-lain gambar akan mempermudah proses mengambil keputusan oleh manajemen, namun ini tidak berarti bahwa penyajian informasi tidak lagi perlu adanya laporan tertulis. Tetapi singkat serta senantiasa memperhatikan tingkat-tingkat manajemen yang menerimanya.</p>
<p>Tidak ada manajer yang ingin menghabiskan waktunya untuk menelusuri laporan yang panjang dan ternyata menemukan posisi keadaan tidak diuraikan secara jelas pada bagian akhir laporan tersebut, sedangkan sebenarnya keadaan sudah mendesak agar segera diambil keputusan-keputusan oleh manajer proyek. Umpan balik (feedbacks) dan pengendalian (control) di dalam tubuh proyek berkaitan erat dengan sistem informasi pada manajemen proyek sendiri</p>
<p><span style="color:#993366;"><em><strong>Kebijakan dan Perencanaan Proyek Sistem Informasi</strong></em></span></p>
<p><a title="b.jpg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/b.jpg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/b.thumbnail.jpg?w=490" alt="b.jpg" /></a></p>
<p>Suatu sistem informasi dapat dikembangkan karena adanya kebijakan<br />
dan perencanaan telebih dahulu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang<br />
baik, pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang<br />
diharapkan. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen<br />
puncak, maka pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari<br />
manajemen puncak tersebut.<br />
3.2.1. Kebijakan Sistem<br />
Kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oleh<br />
manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih<br />
kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang<br />
lama atau sistem lama mempunyai kelemahan (masalah)<br />
3.2.2. Perencanaan Sistem<br />
Perencanaan sistem menyangkut estimasi sumberdaya (kebutuhan-<br />
kebutuhan fisik dan tenaga kerja) dan biaya. Perencanaan sistem terdiri dari :<br />
perencanaan jangka pendek (periode 1–2 tahun) dan jangka panjang<br />
(periode sampai 5 tahun).<br />
Perencanaan sistem biasanya ditangani oleh staf perencanaan sistem,<br />
departemen pengembangan sistem atau depertemen pengolahan data.<br />
3.2.3. Proses Perencanaan Sistem<br />
Proses perencanaan sistem dapat dikelompokkan dalam tiga proses<br />
utama, yaitu :<br />
1. Merencanakan proyek-proyek sistem<br />
Tahapan proses perencanaan sistem yaitu :<br />
Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan<br />
Mengidentifikasi proyek-proyek sistem<br />
Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem<br />
Menetapkan kendala proyek-proyek sistem (mis. Batasan biaya, waktu,<br />
umur ekonomis, peraturan yang berlaku)<br />
Menetukan prioritas proyek-proyek sistem<br />
Membuat laporan perencanaan sistem<br />
Meminta persetujuan manajemen<br />
1. Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan<br />
Persiapan ini meliputi :<br />
Menunjuk team analis (dapat berasal dari departemen pengembangan<br />
yang ada atau dari luar perusahaan (konsultan)<br />
Mengumumkan proyek pengembangan sistem<br />
1. Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan<br />
Melakukan studi untuk mencari alternatif pemecahan terbaik yang paling<br />
layak untuk dikembangkan. Tahapan yang dilakukan yaitu :<br />
Mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek sistem<br />
Melakukan studi kelayakan<br />
Menilai kelayakan proyek sistem<br />
Membuat usulan proyek sistem<br />
Meminta persetujuan manajemen<br />
III_Manajemen Proyek Sistem Informasi<br />
3.3. Perkiraan Proyek Sistem Informasi<br />
Sekarang biaya merupakan elemen yang paling penting dan mahal dalam<br />
pengembangan sistem berbasis komputer. Perkiraan biaya yang salah atau kurang tepat<br />
dapat mengurangi keuntungan atau malah kerugian. Perkiraan biaya sistem informasi<br />
dan usaha tidak dapat dihitung dengan tepat, karena banyak variabel (manusia, teknikal,<br />
lingkungan) yang mempengaruhinya.<br />
Untuk mencapai perkiraan biaya dan usah yang dapat diandalkan, digunakan<br />
pilihan sebagai berikut :<br />
Memperkirakan waktu yang paling lama dari pengerjaan proyek<br />
Perkiraan berdasarkan pada proyek yang sama<br />
Menggunakan teknik dekomposis<br />
Menggunakan satu atau lebih model empiris<br />
Memperkirakan waktu untuk menyelesaikan setiap kegiatan merupakan bagian<br />
yang paling sulit, untuk itu butuh pengalaman dalam memperkirakan waktu yang<br />
diperlukan. Penjadwalan tugas-tugas (kegiatan) dapat menggunakan :<br />
1. Grafik Gantt<br />
Merupakan suatu grafik dimana ditampilkan kotak-kotak yang mewakili setiap tugas<br />
(kegiatan) dan panjang masing-masing setiap kotak menunjukkan panjang relatif<br />
tugas-tugas yang dikerjakan.<br />
2. Diagram PERT (Program Evaluation and Review Techniques)<br />
Suatu program (proyek) diwakili dengan jaringan simpul dan tanda panah yang<br />
kemudian dievaluasi untuk menentukan kegiatan-kegiatan terpenting, meningkatkan<br />
jadwal yang diperlukan dan merevisi kemajuan-kemajuan saat proyek telah<br />
dijalankan. Diagram PERT lebih baik dari Gantt, karena :<br />
- Mudah mengidentifikasi tingkat prioritas<br />
- Mudah mengidentifikasi jalur kritis dan kegiatan-kegiatan kritis<br />
- Mudah menentukan waktu kendur<br />
3. Penjadwalan proyek berbasis komputer<br />
menggunakan PC untuk membuat jadwal proyek lebih praktis dan menguntungkan.<br />
Contoh program penjadwalan yaitu Ms Project, Symantec’s Timeline dan Computer<br />
Associates’ CA-Super Project.<br />
III_Manajemen Proyek Sistem Informasi<br />
5Page 6</p>
<p>Proses pengembangan sistem informasi (PL) dikembangkan oleh pelaku-pelaku<br />
yang dapat dikatagorikan dalam 5 kelompok :<br />
1. Manajer senior, yang bertugas mendefinisikan permasalahan-permasalahan bisnis<br />
dan sangat berpengaruh pada proyek tersebut.<br />
2. Manajer proyek (teknik), yang merencanakan, memotivasi, mengorganisasi dan<br />
mengontrol orang-orang yang bekerja dalam proyek tersebut (praktisi).<br />
3. Praktisi, adalah orang yang mempunyai kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk<br />
mendapatkan produk sistem informasi (program aplikasi).<br />
4. Pelanggan, adalah orang yang membutuhkan sistem informasi (PL) tersebut.<br />
5. Pengguna akhir, orang yang berinteraksi dengan sistem informasi (PL) yang<br />
dikaitkan dengan penggunaan produk<br />
www.ilmukomputer.com</p>
<p>Manajemen Proyek Pengembangan Aplikasi Perangkat Lunak Komputer</p>
<p>Seorang rekan mengirimkan e-mail tentang manajemen proyek teknologi informasi. Berhubung sangat luasnya ruang lingkup pekerjaan yang ada dalam proyek pengembangan sistem berbasis teknologi informasi maka saya batasi hanya pada proyek pengembangan aplikasi perangkat lunak komputer.</p>
<p>Metodologi kerja yang digunakan dalam pengembangan aplikasi perangkat lunak ini adalah RUP (rational unified process). RUP termasuk dalam metodologi berorientasi obyek sehingga dalam implementasinya pun diarahkan pada pemograman berorientasi obyek (object oriented programming/OOP).</p>
<p>Keunggulan metodologi kerja berorientasi obyek dibandingkan dengan metodologi prosedural yang banyak dipakai di era jadul (jaman dahulu) adalah setiap kegiatan yang termasuk di dalamnya dapat dilakukan secara paralel.</p>
<p>Sehingga dapat mempersingkat waktu dan menghemat sumber daya yang ada dibandingkan dengan metodologi berorientasi prosedural yang menuntut diselesaikannya dengan baik dari setiap tahapan kegiatan.</p>
<p>Jika kemudian terdapat kekurangan/kesalahan di fase sebelumnya maka kemungkinan besar harus diulang dari awal dalam proses pekerjaannya.</p>
<p>Sedangkan dalam metodologi berorientasi obyek, setiap tahapan pekerjaan dapat dilaksanakan dan dievaluasi kapanpun secara paralel.</p>
<p>Dalam RUP, pengembangan perangkat lunak dibagi ke dalam 4 tahapan yang memiliki fokus yang erbeda-beda.</p>
<p>Empat tahapan Metodologi RUP adalah sebagai berikut:</p>
<p>Insepsi: Melakukan pengumpulan data, menetapkan ruang lingkup, serta analisis dan desain awal.</p>
<p>Elaborasi: Melakukan penjabaran analisa kebutuhan dan menetapkan arsitektur serta kerangka aplikasi. Analisa dan desain sistem mulai dilakukan.</p>
<p>Konstruksi: Melakukan analisa dan desain teknis diikuti dengan pengkodean ke dalam kode sumber aplikasi.</p>
<p>Transisi: Melakukan transisi dari pengembangan dan testing menuju penggunaan sesungguhnya, meliputi pemaketan, instalasi, uji coba oleh pengguna, pelatihan, konversi data, dan konfigurasi akhir.</p>
<p>Dimana di dalam setiap fase ini ada beberapa bidang kegiatan yang akan berlangsung secara paralel yang terdiri atas:</p>
<p>Business modeling: mendokumentasikan proses bisnis, yaitu cara kerja pengguna dalam memanfaatkan aplikasi ini (baik tanpa aplikasi maupun cara kerja yang diinginkan dengan menggunakan aplikasi).</p>
<p>Requirements: mendeskripsikan secara detil apa yang akan dilakukan oleh aplikasi, hal ini dilakukan dengan penyusunan dokumen use-case dan business rules.</p>
<p>Analysis and Design: mendeskripsikan solusi teknis yang akan digunakan untuk mencapai perilaku yang sudah ditetapkan dalam kegiatan requirement. Desain di sini meliputi desain alur, desain interaksi, desain visual, dan desain teknis.</p>
<p>Implementation: merealisasikan desain ke dalam kode komputer yang dapat dieksekusi oleh komputer.</p>
<p>Test: melakukan uji coba untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan yang mungkin timbul. Uji coba terdiri dari dua jenis, yaitu uji coba proses yang dilakukan secara otomatis oleh software dan uji coba antar muka yang dilakukan oleh tester.</p>
<p>Deployment: melakukan pemaketan, instalasi, konversi data, konfigurasi aplikasi.</p>
<p>Configuration and Change Management: pengelolaan dokumentasi, kode, dan aplikasi yang dihasilkan dalam pengerjaan proyek terutama berkaitan dengan perubahan-perubahan yang terjadi.</p>
<p>Project management: meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan sumber daya, pembagian tugas, pengontrolan, dan evaluasi tim kerja.</p>
<p>Environment: pengelolaan alat, sarana, prosedur, guidelines yang diperlukan pada saat pengembangan.</p>
<p><em><strong><span style="color:#993366;">Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (EMIS)</span></strong></em></p>
<p><a title="c.jpg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/c.jpg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/c.thumbnail.jpg?w=490" alt="c.jpg" /></a></p>
<p>SEQIP telah mengembangkan serangkaian prosedur dan kegiatan yang terbukti berhasil meningkatkan kualitas pelajaran IPA di sekolah dasar. Agar kemajuan yang telahdicapai dapat berlanjut dalam jangka panjang dan untuk menjaga kualitas program, maka Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten dan kotamadya harus dilibatkan dalam proyek.</p>
<p>Untuk mencapai target ini, serangkaian prosedur administrasi yang disebut Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (Education Management Information System &#8211; EMIS) dikembangkan untuk staf dan pegawai di kantor dinas pendidikan kabupaten/kotamadya. EMIS dapat digunakan untuk menilai kinerja para guru dan siswa di dalam kelas dan, jika diperlukan, untuk mengambil langkah perbaikan yang tepat.</p>
<p>Tujuan EMIS adalah:<br />
Mengumpulkan data melalui sarana yang tepat<br />
Pengolahan data<br />
Menganalisis data dengan menggunakan prosedur yang tepat seperti statistik<br />
Menghasilkan interpretasi atas data<br />
Menarik kesimpulan yang tepat<br />
Memberikan informasi yang penting kepada pengambil keputusan melalui prasarana yang tepat</p>
<p>Prosedur pelatihan yang sesuai dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas yang diperlukan untuk seluruh pihak (stakeholder) terkait. Pelatihan ini meliputi antara lain desain soal-soal ulangan yang sejalan dengan tujuan proyek, pengolahan data secara elektronis, pengolahan data menggunakan kalkulator, menganalisis dan menilai hasil, menulis laporan dan mempresentasikan temuan-temuan.</p>
<p>Sejauh ini hasil-hasil yang dicapai sangat menggembirakan dan diharapkan EMIS akan terintegrasi dalam aktivitas rutin di tingkat kabupaten/kotamadya.</p>
<p><strong><em><span style="color:#800080;">Konsep Manajemen Proyek</span></em></strong></p>
<p><a title="d.jpg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/d.jpg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/d.thumbnail.jpg?w=490" alt="d.jpg" /></a>Manajemen proyek sistem informasi ditekankan pada tiga faktor, yaitu : manusia,</p>
<p>masalah dan proses. Dalam pekerjaan sistem informasi faktor manusia sangat berperan</p>
<p>penting dalam suksesnya manajemen proyek. Pentingnya faktor manusia dinyatakan</p>
<p>dalam model kematangan kemampuan manajement manusia (</p>
<p>a people management</p>
<p>capability maturity model</p>
<p>/ PM-CMM) yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapan</p>
<p>organisasi perangkat lunak (sistem informasi) dalam menyelesaikan masalah dengan</p>
<p>melakukan kegiatan menerima, memilih, kinerja manajemen, pelatihan, kompensasi,</p>
<p>pengembangan karier, organisasi dan rancangan kerja serta pengembangan tim.</p>
<p>3.1.1. Dasar-Dasar Organisasional</p>
<p>Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi dan salaing bekerja sama</p>
<p>antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam suatu kelompok untuk mencapai</p>
<p>suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Organisasi merupakan sistem</p>
<p>maka terdiri dari beberapa elemen yaitu :</p>
<p>1. orang, dalam organisasi harus ada sekelompok orang yang bekerja dan salah</p>
<p>satunya ada yang memimpin organisasi tersebut.</p>
<p>2. tujuan, dalam organisasi harus ada tujuan yang harus dicapai, baik dalam jangka</p>
<p>pendek maupun jangka panjang.</p>
<p>3. posisi, setiap orang yang ada dalam suatu organisasi akan menempati posisi atau</p>
<p>kedudukannya masing-masing.</p>
<p>4. pekerjaan, setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut mempunyai pekerjaan</p>
<p>(job) masing-masing sesuai dengan posisinya.</p>
<p>5. teknologi, untuk mencapai tujuan organisasi membutuhkan teknologi untuk</p>
<p>membantu dalam pengolahan data menjadi suatu informasi.</p>
<p>6. struktur, struktur organisasi merupakan pola yang mengatur pelaksanaan pekerjaan</p>
<p>dan hubungan kerja sama antar setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut.</p>
<p>7. lingkungan luar, merupakan elemen yang sangat penting dan akan mempengaruhi</p>
<p>keberhasilan suatu organisasi, misalnya adanya kebijakan pemerintah tentang</p>
<p>organisasi.</p>
<p>Prinsip-prinsip organisasi adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai landasan kerja</p>
<p>bagi setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan</p>
<p>tujuan yang telah disepakati. Prinsip-prinsip yang ada dalam organisasi meliputi :</p>
<p>1. tujuan organisasi yang jelas</p>
<p>2. tugas yang dilakukan harus jelas</p>
<p>3. pembagian tugas yang adil</p>
<p>4. penempatan posisi yang tepat</p>
<p>5. adanya koordinasi dan integrasi</p>
<p>Manajemen dalam organisasi terdiri dari tiga tingkatan pembuat keputusan</p>
<p>manajemen yaitu : manajemen tingkat bawah (operasional), manajemen tingkat</p>
<p>menengah (perencanaan dan kontrol manajerial) dan manajemen tingkat atas</p>
<p>(strategik). Setiap level memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri dan semuanya</p>
<p>bekerja sama dalam mencapai tujuan dan sasaran.</p>
<p>1. Manajemen tingkat bawah (operasional)</p>
<p>- Manajer operasional membuat keputusan berdasarkan aturan-aturan yang telah</p>
<p>ditetapkan sebelumnya dan menghasilkan hal-hal yang dapat diprediksikan bila</p>
<p>diterapkan dengan benar.</p>
<p>- Manajer operasi adalah pembuat keputusan yang pekerjaannya lebih jelas</p>
<p>sehingga dapat mempengaruhi implementasi dalam jadwal kerja, kontrol</p>
<p>inventaris, penerimaan, dan pengontrolan proses-proses seperti produksi.</p>
<p>- Manajer operasi membutuhkan informasi internal yang repetitif, dan sangat</p>
<p>tergantung pada informasi yang memuat tentang kinerja terbaru dan merupakan</p>
<p>pengguna</p>
<p>on-line</p>
<p>terbesar, sumberdaya-sumberdaya informasi</p>
<p>real-time</p>
<p>2. Manajemen tingkat menengah (perencanaan dan kontrol manajerial)</p>
<p>- Manajer tingkat menengah membuat perencanaan jangka pendek dan</p>
<p>mengontrol keputusan-keputusan tentang bagaimana sumberdaya bisa</p>
<p>dialokasikan dengan baik untuk memenuhi tujuan-tujuan organisasional, dan</p>
<p>meramalkan kebutuhan-kebutuhan sumberdaya dimasa datang untuk</p>
<p>meminimalkan problem-problem pegawai yang dapat membahayakan</p>
<p>produktivitas.</p>
<p>- Manajer tingkat menengah sangat tergantung pada informasi internal dan</p>
<p>membutuhkan sangat besar informasi</p>
<p>real- time</p>
<p>agar dapat melakukan</p>
<p>pengontrolan dengan tepat dan informasi terbaru atas kinerja yang diukur sesuai</p>
<p>standar.</p>
<p>3. Manajemen tingkat atas (strategik)</p>
<p>- Manajer strategik membuat keputusan-keputusan yang akan membimbing</p>
<p>manajer operasional dan manajer tingkat menengah.</p>
<p>- Manajer strategik bekerja di lingkungan pembuat keputusan yang sangat tidak</p>
<p>pasti. Membutuhkan informasi yang bersifat strategis, karena tugas kesehariannya</p>
<p>adalah pengarahan dan perencanaan.</p>
<p>- Informasi yang strategis diperlukan untuk menilai tingkat keberhasilan organisasi</p>
<p>menjalankan tugas dan tujuan organisasi.</p>
<p>- Membutuhkan informasi internal (agar bisa beradaptasi dengan perubahan-</p>
<p>perubahan yang terjadi dengan cepat) dan informasi eksternal (untuk mengetahui</p>
<p>peraturan pemerintah,kebijakan perekonomian, kondisi pasar dan strategi</p>
<p>perusahaan-perusahaan pesaing)</p>
<table style="border-collapse:collapse;" width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="97%"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><span style="color:#008000;"> <strong>Simpeg ( Sistem Informasi Manajemen Pegawai )</strong></span></span><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> <img src="http://www.kpde-merangin.or.id/images/tbl_pegawai.jpg" alt="" width="447" height="259" border="0" /><br />
Sistem Informasi Manajemen Pegawai merupakan program yang berguna untuk mendukung pengarsipan data-data bidang kepegawaian, saat ini Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin sejak bulan Januari sampai dengan Desember 2002 telah menghimpun ± 2.765 data pegawai di<br />
Lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Terhitung tanggal 1 Juli 2003 kita menggunakan format baru dalam pengisian Simpeg, yaitu dengan menggunakan blangko formulir yang berorentasi kepada data PUPNS ( Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil ). Menindaklanjuti hal tersebut kami telah melakukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk membuat Sotfware baru melalui Anggaran Proyek. Selain dari pada itu Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin telah melakukan pemasangan jaringan LAN ( Local Area Network ) bagi Simpeg, pada ruangan Bapak Bupati dan Ruangan Sekda yang nantinya dapat digunakan<br />
untuk mengetahui data-data dibidang Kepegawaian sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan dan menentukan kebijakan di bidang kepegawaian.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Adapun kesulitan yang dihadapi dalam pengumpulan data Sistem Informasi Manajemen Pegawai adalah masih ada Dinas Instansi dan Bagian terkait yang kurang memperhatikan pentingnya pendataan pegawai dilingkungannya sehingga mempersulit pengecekan terhadap data seorang pegawai bila<br />
sewaktu-waktu dibutuhkan.<br />
</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="3%"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">2</span></td>
<td width="97%"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><span style="color:#008000;"> <strong>Sim Biodata Pejabat</strong></span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><span style="color:#008000;"><strong> <img src="http://www.kpde-merangin.or.id/images/simpejabat.jpg" alt="" width="449" height="334" border="0" /></strong></span><br />
Sistim Informasi Biodata Pejabat berguna untuk mengetahui dan mempermudah mengakses data pejabata dari riwayat pekerjaan penjenjangan, pangkat semua ini penting bila suatu saat diperlukan oleh Bagian Kepegawaian dalam hal Promosi Jabatan dan Mengisi Jabatan &#8211; Jabatan yang belum terisi di Lingkungan Unit Kerja masing-masing Dinas Instansi dan Bagian sampai Priode 2003 mulai bulan Januari sampai dengan Desember 2003 Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin telah mengakses ± 317 Data Pejabat dilingkungan Merangin.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Kesulitan yang dihadapi dalam pengumpulan Biodata Pejabat, masih adanya Dinas Instansi serta Bagian belum menyerahkan Biodata Pejabatanya kepada Kantor Pengolahan Data Elektronik, sehingga menyulitkan bagi kami untuk mengolahnya bila sewaktu-waktu untuk promosi jabatan.<br />
</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="3%"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">3</span></td>
<td width="97%"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><span style="color:#008000;"> <strong>Sim Gaji</strong></span><br />
Sistem Informasi Manajemen Gaji merupakan program aplikasi yang sangat penting dan berguna dalam mengakses data gaji bagi pegawai di Lingkungan Kabupaten Merangin sekaligus membantu meringankan beban bagi Keuangan dalam pembuatan daftar gaji, karena program ini membantu pemercepat proses penghitungan Gaji karena telah diprogram sedemikian rupa. Perlu disampaikan disini sampai dengan bulan Desember 2002 pembuatan Daftar Gaji di Bagian Keuangan masih di bantu oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik Propinsi Jambi. Tapi dengan dibelinya program aplikasi sistem pengelolaan gaji pegawai Daerah pada bulan Oktober 2001 dengan mendatangkan instruktur untuk melatih staf-staf Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin. Agar terciptanya SDM yang baik. Pada awal Februari 2002 Data Gaji dapat dibuat oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin.<br />
<img src="http://www.kpde-merangin.or.id/images/golongan.jpg" alt="" width="455" height="263" border="0" /><br />
Sampai Desember 2003 telah masuk 4.717 Data Gaji Pegawai Daerah Kabupaten Merangin yang telah diolah oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin.<br />
</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="3%"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">4</span></td>
<td width="97%"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><span style="color:#008000;"> <strong>Sim Inventaris Barang</strong></span><br />
Sistem Informasi Manajemen Inventaris Barang digunakan untuk mempermudah pendataan aset daerah Kabupetan Merangin, mulai dari barang bergerak sampai barang tidak bergerak.Sistem Informasi suatu Sistem Informasi yang didapat dari kerja sama dan koordinasi dengan BPKP Propinsi Jambi. Adapun yang menjadi objek Inventarisasi Barang ialah Dinas<br />
Instansi Badan Kantor, Bagian dan Sekolah Negeri milik Pemerintah. Tujuan dari inventarisir barang ialah untuk dapat mengetahui jumlah barang bergerak dan barang tak bergerak pada tiap Tahun Anggaran yang dibeli oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin.<br />
</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="3%"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">5</span></td>
<td width="97%"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><span style="color:#008000;"> <strong>Sim DPRD</strong></span><br />
Sistem Informasi Manajemen DPRD digunakan untuk mempermudah penginformasian data Anggota DPRD mulai data pribadi sampai dengan riwayat asal Parpol. Sampai saat ini Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin sedikit mendapat kesulitan dalam mengakses data-data<br />
Pimpinan dan Anggota DPRD mungkin dikarenakan kesibukan dan aktivitas yang padat para Anggota Dewan dalam menghadapi tugas, sehingga Biodata yang kami kirimkan belum sempat dibalas, ini menyulitkan kami dalam melaksanakan pengisian program ini.Untuk Tahun Anggaran 2004 kami merencanakan melakukan pendataan para anggota dewan perwakilan rakyat daerah yang terpilih pada pemilihan pada tahun 2004, sehingga kepentingan pendataan bagi Anggota Legislatif dapat terpenuhi dengan baik.<br />
</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="3%"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">6</span></td>
<td width="97%"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><span style="color:#008000;"><strong> Internet</strong></span><br />
Internet merupakan Sistem Informasi penting dalam penyampaian Informasi yang Up to Date, dalam mengantisipasi hal tersebut KPDE Kabupaten Merangin memandang perlu akan pentingnya pemakaian fasilitas seperti ini, untuk itu KPDE Merangin mengirimkan Staf-Staf KPDE yang mempunyai kemampuan untuk mengikuti pelatihan dan kursus yang berhubungan dengan Internet.Sebagai tindak lanjut dalam penerapan hasil pelatihan Internet terhitung mulai tanggal 23 Desember 2002 Kantor Pengolahan Data Elektronik telah memakai Fasilitas Internet dengan alamat e-mail : kpdemerangin@tekom.net.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muktiraga.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muktiraga.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muktiraga.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muktiraga.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muktiraga.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muktiraga.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muktiraga.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muktiraga.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muktiraga.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muktiraga.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muktiraga.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muktiraga.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muktiraga.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muktiraga.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muktiraga.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muktiraga.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=65&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/manajemen-proyek-sistem-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a0ee1f451871c37a28f59f08c07d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mooctee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/a.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">a.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/b.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">b.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/c.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">c.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/d.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">d.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kpde-merangin.or.id/images/tbl_pegawai.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kpde-merangin.or.id/images/simpejabat.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kpde-merangin.or.id/images/golongan.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Operasi</title>
		<link>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/sistem-operasi/</link>
		<comments>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/sistem-operasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 17:48:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raga Mukti Alhaqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsep Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/sistem-operasi/</guid>
		<description><![CDATA[Red Hat Linux: Sistem Operasi “Paling Aman” Red Hat Linux baru-baru ini memperoleh tingkatan baru dari sertifikasi keamananan yang akan membuatnya menjadi perangkat lunak yang layak dipertimbangkan untuk digunakan pada level pemerintahan. Minggu lalu IBM telah memperoleh sertifikasi EAL4 Augmented with ALC_FLR.3 untuk sistem operasi Red Hat Enterprise Linux. Sertifikasi yang diperoleh Red Hat itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=75&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;"><strong><em>Red Hat Linux: Sistem Operasi “Paling Aman”</em></strong></span></p>
<p><a title="f.png" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/f.png"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/f.thumbnail.png?w=490" alt="f.png" /></a></p>
<p>Red Hat Linux baru-baru ini memperoleh tingkatan baru dari sertifikasi keamananan yang akan membuatnya menjadi perangkat lunak yang layak dipertimbangkan untuk digunakan pada level pemerintahan.</p>
<p>Minggu lalu IBM telah memperoleh sertifikasi EAL4 Augmented with ALC_FLR.3 untuk sistem operasi Red Hat Enterprise Linux. Sertifikasi yang diperoleh Red Hat itu menjadikannya setara dengan produk Sun Microsystem: Trusted Solaris Operating System, ungkap Dan Frye, wakil presiden dari unit open system IBM.<span id="more-75"></span></p>
<p>“Ini adalah tingkatan tertinggi dari fungsi keamanan yang semua orang miliki”, tegas Frye. “Kami telah menghadirkan fungsi Labeled Security Protection Profile (LSPP) dalam Red Hat Enterprise Linux 5 dan kami telah mensertifikasinya pada tingkatan EAL4 sebagai jaminan”</p>
<p>Rating ini diberikan oleh organisasi yang dibiayai pemerintah Amerika Serikat: National Information Assurance Partnership (NIAP) Common Criteria Evaluation and Validation Scheme for IT Security Program, yang mengevaluasi sisi keamanan dari perangkat lunak komersial.</p>
<p>Red Hat Linux menerima sertifikasi EAL4 Augmented with ALC_FLR.3 ini untuk penggunaan pada komputer mainframe IBM, System x, System p5 dan eServer.</p>
<p><img src="http://majalah-linux.baliwae.com/wp-content/uploads/2007/11/cover-apache.jpg" alt="" width="504" height="304" border="0" /></p>
<p>Sertifikasi tingkat keamanan ini biasanya tidak dibutuhkan pada kontrak dengan perusahaan biasa, namun menjadi mutlak diperlukan sebagai syarat untuk dapat dipakai di badan pemerintahan seperti misalnya Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan Agen Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), ujar Frye.</p>
<p>Linux sebelumnya telah mendapatkan sertifikat pada level EAL4, namun ini adalah kali pertamanya sistem operasi tersebut menerima sertifikasi Labeled Security Protection Profile (LSPP), yang berkaitan dengan fitur akses pengaturan.</p>
<p>Para pengembang sebelumnya Linux telah bekerja untuk menambahkan fitur akses pengontrolan “SE Linux” dalam sistem operasinya. SE Linux disertakan sebagai bagian dari Red Hat Enterprise Linux 5, dan kini telah mendapatkan sertifikasi untuk penggunakan pada pemerintahan, ucap Frye.</p>
<p>Di bagian lain LSPP Red Hat Linux juga telah mendapat sertifikasi Role Based Access Control Protection (RBAC), dan itu juga perlu dipertimbangkan, tegas Red Hat.</p>
<p>Menurut Fryle, sertifikasi ini adalah “Berita besar bagi Industri Linux” karena hal ini menunjukkan bahwa perangkat lunak open-source dapat digunakan untuk menjalankan tugas-tugas komputerisasi yang sensitif. “Jika ada orang yang ragu bahwa sistem operasi open source dapat melakukannya, kami telah buktikan bahwa (keraguan) mereka itu salah”.</p>
<p><strong><em><span style="color:#800000;">Sistem operasi</span></em></strong></p>
<p><a title="g.jpg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/g.jpg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/g.thumbnail.jpg?w=490" alt="g.jpg" /></a>Biasanya, istilah Sistem Operasi sering ditujukan kepada semua software yang masuk dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi software terinstall.</p>
<p>Kalau sistem komputer terbagi dalam lapisan-lapisan, maka Sistem Operasi adalah penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. Lebih jauh daripada itu, Sistem Operasi melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer, dan menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar. Sistem Operasi menjamin aplikasi software lainnya dapat menggunakan memori, melakukan input dan output terhadap peralatan lain, dan memiliki akses kepada sistem file. Apabila beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi mengatur skedule yang tepat, sehingga sedapat mungkin semua proses yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan prosesor (CPU) serta tidak saling mengganggu.<br />
Dalam banyak kasus, Sistem Operasi menyediakan suatu pustaka dari fungsi-fungsi standar, dimana aplikasi lain dapat memanggil fungsi-fungsi itu, sehingga dalam setiap pembuatan program baru, tidak perlu membuat fungsi-fungsi tersebut dari awal.</p>
<p>Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:<br />
Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory<br />
Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi<br />
Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna<br />
Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain<br />
Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrol mereka.</p>
<p>Sebagian Sistem Operasi hanya mengizinkan satu aplikasi saja yang berjalan pada satu waktu, tetapi sebagian besar Sistem Operasi baru mengizinkan beberapa aplikasi berjalan secara simultan pada waktu yang bersamaan. Sistem Operasi seperti itu disebut sebagai Multi-tasking Operating System. Beberapa Sistem Operasi berukuran sangat besar dan kompleks, serta inputnya tergantung kepada input pengguna, sedangkan Sistem Operasi lainnya sangat kecil dan dibuat dengan asumsi bekerja tanpa intervensi manusia sama sekali. Tipe yang pertama sering disebut sebagai Desktop OS, sedangkan tipe kedua adalah Real-Time OS<br />
Layanan inti umum</p>
<p>Seiring dengan berkembangnya Sistem Operasi, semakin banyak lagi layanan yang menjadi layanan inti umum. Kini, sebuah OS mungkin perlu menyediakan layanan network dan koneksitas internet, yang dulunya tidak menjadi layanan inti umum. Sistem Operasi juga perlu untuk menjaga kerusakan sistem komputer dari gangguan program perusak yang berasal dari komputer lainnya, seperti virus. Daftar layanan inti umum akan terus bertambah.</p>
<p>Program saling berkomunikasi antara satu dengan lainnya dengan Antarmuka Pemrograman Aplikasi, Application Programming Interface atau disingkat dengan API. Dengan API inilah program aplikasi dapat berkomunikasi dengan Sistem Operasi. Sebagaimana manusia berkomunikasi dengan komputer melalui Antarmuka User, program juga berkomunikasi dengan program lainnya melalui API.</p>
<p>Walaupun demikian API sebuah komputer tidaklah berpengaruh sepenuhnya pada program-program yang dijalankan diatas platform operasi tersebut. Contohnya bila program yang dibuat untuk windows 3.1 bila dijalankan pada windows 95 dan generasi setelahnya akan terlihat perbedaan yang mencolok antara window program tersebut dengan program yang lain.<br />
Sistem Operasi saat ini</p>
<p>Sistem operasi-sistem operasi utama yang digunakan komputer sistem umum (termasuk PC, komputer personal) terbagi menjadi 3 kelompok besar:<br />
Keluarga Microsoft Windows &#8211; yang antara lain terdiri dari Windows Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows Vista yang akan dirilis pada tahun 2007)).<br />
Keluarga Unix yang menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd.<br />
Mac OS, adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.4 (Tiger). Awal tahun 2007 direncanakan peluncuran versi 10.5 (Leopard).</p>
<p>Sedangkan komputer Mainframe, dan Super komputer menggunakan banyak sekali sistem operasi yang berbeda-beda, umumnya merupakan turunan dari sistem operasi UNIX yang dikembangkan oleh vendor seperti IBM AIX, HP/UX, dll.<br />
Proses</p>
<p>Prosesor mengeksekusi program-program komputer. Prosesor adalah sebuah chip dalam sistem komputer yang menjalankan instruksi-instruksi program komputer. Dalam setiap detiknya prosesor dapat menjalankan jutaan instruksi.</p>
<p>Program adalah sederetan instruksi yang diberikan kepada suatu komputer. Sedangkan proses adalah suatu bagian dari program yang berada pada status tertentu dalam rangkaian eksekusinya. Di dalam bahasan Sistem Operasi, kita lebih sering membahas proses dibandingkan dengan program. Pada Sistem Operasi modern, pada satu saat tidak seluruh program dimuat dalam memori, tetapi hanya satu bagian saja dari program tersebut. Sedangkan bagian lain dari program tersebut tetap beristirahat di media penyimpan disk. Hanya pada saat dibutuhkan saja, bagian dari program tersebut dimuat di memory dan dieksekusi oleh prosesor. Hal ini sangat menghemat pemakaian memori.</p>
<p>Beberapa sistem hanya menjalankan satu proses tunggal dalam satu waktu, sedangkan yang lainnya menjalankan multi-proses dalam satu waktu. Padahal sebagian besar sistem komputer hanya memiliki satu prosesor, dan sebuah prosesor hanya dapat menjalankan satu instruksi dalam satu waktu. Maka bagaimana sebuah sistem prosesor tunggal dapat menjalankan multi-proses? Sesungguhnya pada granularity yang sangat kecil, prosesor hanya menjalankan satu proses dalam satu waktu, kemudian secara cepat ia berpindah menjalankan proses lainnya, dan seterusnya. Sehingga bagi penglihatan dan perasaan pengguna manusia, seakan-akan prosesor menjalankan beberapa proses secara bersamaan.</p>
<p>Setiap proses dalam sebuah sistem operasi mendapatkan sebuah PCB (Process Control Block) yang memuat informasi tentang proses tersebut, yaitu: sebuah tanda pengenal proses (Process ID) yang unik dan menjadi nomor identitas, status proses, prioritas eksekusi proses dan informasi lokasi proses dalam memori. Prioritas proses merupakan suatu nilai atau besaran yang menunjukkan seberapa sering proses harus dijalankan oleh prosesor. Proses yang memiliki prioritas lebih tinggi, akan dijalankan lebih sering atau dieksekusi lebih dulu dibandingkan dengan proses yang berprioritas lebih rendah. Suatu sistem operasi dapat saja menentukan semua proses dengan prioritas yang sama, sehingga setiap proses memiliki kesempatan yang sama. Suatu sistem operasi dapat juga merubah nilai prioritas proses tertentu, agar proses tersebut akan dapat memiliki kesempatan lebih besar pada eksekusi berikutnya (misalnya: pada proses yang sudah sangat terlalu lama menunggu eksekusi, sistem operasi menaikkan nilai prioritasnya).<br />
Status Proses</p>
<p>Jenis status yang mungkin dapat disematkan pada suatu proses pada setiap sistem operasi dapat berbeda-beda. Tetapi paling tidak ada 3 macam status yang umum, yaitu:<br />
Ready, yaitu status dimana proses siap untuk dieksekusi pada giliran berikutnya<br />
Running, yaitu status dimana saat ini proses sedang dieksekusi oleh prosesor<br />
Blocked, yaitu status dimana proses tidak dapat dijalankan pada saat prosesor siap/bebas</p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong>EPOC/Symbian</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Sistem operasi Symbian dulunya bernama EPOC, dibuat oleh perusahaan Psion yang membuat sistem operasi EPOC, kemudian diakusisi oleh perusahaan Symbian. Sistem operasi ini banyak dipakai oleh PDA Psion (PDA yang paling populer di Eropa). Psion merupakan salah satu PDA yang menguasai pasaran di Eropa. Selain PDA, sistem operasi ini banyak ditemukan pada ponsel-ponsel pintar (Smartphone). Seperti Nokia Communicator 9210, Nokia 7650, Sony Ericsson P800 dan lain-lain. Sistem operasi ini mempunyai tampilan yang mirip dengan Windows. Tetapi bila dibandingkan dengan Windows CE, sistem operasi ini lebih stabil dan tampilan mirip ”Windows” meskipun tidak memiliki semua feature Windows. Semua PDA yang menggunakan sistem operasi ini mempunyai input keyboard dan pena. </span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/03/pda8.JPG?w=490" alt="pda8.JPG" /></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Selain sistem operasi diatas, masih ada beberapa sistem operasi lagi yang dipakai, seperti Linux, atau sistem operasi yang dibuat khusus untuk PDA tertentu.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><strong>CPU/Prosesor</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;">PDA pada dasarnya sama seperti komputer PC biasa, hanya perbedaan bentuk dan kemampuannya saja. Sehingga untuk mengukur cepat atau lambat kinerja dari sebuah PDA, kita dapat melihatnya dari kecepatan clock (Clock Speed) yang dipakai oleh prosesor. Secara umum semakin tinggi kecepatan clock yang dihasilkan oleh prosesor maka dapat dipastikan semakin cepat pula respon yang akan dihasilkan PDA terhadap input dari pemakai. Tetapi hal ini belum tentu 100% pasti bahwa prosesor yang memiliki clock speed yang sama memiliki kinerja yang sama, hal ini masih dipengaruhi oleh kemampuan pendukung lainnya, seperti memori, lebar data bus, kecepatan bus, sistem operasi, dan sebagainya. Prosesor yang digunakan pada PDA sudah pasti adalah prosesor yang memakai daya yang kecil. Hal ini dilakukan karena PDA hanya didukung oleh tenaga baterai. Bila prosesor yang digunakan memerlukan daya yang besar maka dipastikan PDA tidak dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Prosesor yang digunakan pada PDA ada banyak macam, misalnya pada PDA yang berbasiskan sistem operasi Palm menggunakan keluarga Motorola DragonBall, tetapi sekarang dengan Palm versi 5 telah mendukung prosesor berbasiskan ARM seperti StrongArm. Sedangkan pada PDA yang berbasiskan sistem operasi Windows CE mendukung lebih banyak jenis prosesor, prosesor keluarga x86 (Pentium), MIPS, SH3, SH4, ARM, dan lain lain. Pada awalnya prosesor yang digunakan pada Palm Pilot hanya berfrekuensi 16MHz. Meskipun dibandingkan dengan prosesor yang digunakan PDA bersistem operasi lain yang lebih tinggi kecepatannya. Hal ini tidak membuat PDA Palm Pilot terlihat lambat. Ini dikarenakan Sistem Operasi yang digunakan memang didesain hanya mengerjakan hal-hal yang penting saja dan tidak mementingkan tampilan grafis berwarna. Tetapi dalam perkembangannya Sistem operasi Palm sekarang telah menjadi sangat kompleks dan telah mendukung tampilan grafik yang kaya akan warna. Sehingga pada sistem operasi Palm versi terbaru (Versi 5) sekarang telah memerlukan prosesor yang cepat juga (dengan menggunakan prosesor berbasiskan ARM, yang juga sama digunakan pada PDA Pocket PC dari Microsoft). Sedangkan pada PDA yang berbasiskan sistem operasi Windows CE, sejak pertama kali keluar telah mendukung berbagai jenis prosesor dan kecepatan yang beragam. Arsitektur prosesor yang paling banyak digunakan pada PDA yang berbasiskan Windows CE pada awalnya adalah prosesor dengan arsitektur SH3, SH4, StrongArm dan MIPS. Sehingga banyak Vendor (pembuat) PDA yang memproduksi PDA berjenis Windows CE yang masing-masing menggunakan prosesor yang berlainan arsitektur antara vendor yang satu dengan vendor yang lain (Karena penggunaan prosesor yang banyak jenis dan tidak standar). Misalnya pada Pocket PC (Windows CE 3.0) keluaran HP (Jornada 548) menggunakan prosesor berbasiskan prosesor Hitachi SH3, sedangkan pada Pocket PC keluaran Casio (E-125) menggunakan prosesor berbasiskan prosesor NEC VR4122 yang berbasiskan arsitektur MIPS, sedangkan Compaq (Ipaq) mengeluarkan PDA dengan prosesor Intel StrongArm yang berbasiskan arsitektur ARM.). Karena masing-masing vendor menggunakan prosesor yang berbeda, maka aplikasinya yang dapat berjalan pada PDA tersebut pun sudah pasti berbeda. Dimana aplikasi untuk Compaq Ipaq tidak dapat berjalan di PDA Casio dan sebaliknya. Untungnya Microsoft membuat Compiler yang dapat dengan mudah mengkonversi sebuah aplikasi ke berbagai bahasa mesin prosesor yang didukung oleh Pocket PC. Sehingga aplikasi untuk Compaq Ipaq, seharusnya dapat di-Compile ulang menjadi program aplikasi yang dapat dijalankan pada PDA Casio tanpa merubah prosedur/fungsi sedikit pun. Tetapi dalam perkembangannya setelah sekian lama Microsoft mendukung beragam prosesor, sejak sistem operasi Pocket PC 2002 (Windows CE Versi 3.5) Microsoft hanya mendukung prosesor yang berbasiskan StrongARM. Hal ini dilakukan oleh Microsoft karena prosesor StrongARM merupakan prosesor yang paling cepat yang tersedia. Dan dalam perkembangannya sekarang prosesor StrongARM telah dapat berjalan pada kecepatan 400MHz berkat teknologi X-Scale yang dikembangkan oleh Intel. Intel sendiri berharap dapat membuat prosesor X-Scale nya yang berkecepatan 1 GHz tetapi daya yang digunakannya tetap kecil</span></span><sup><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;font-size:xx-small;"><a class="sdfootnoteanc" title="sdfootnote1anc" name="sdfootnote1anc" href="http://dedenthea.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/blank.htm#sdfootnote1sym"></a><sup>1</sup></span></sup><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;">. Dengan dikeluarkannya prosesor dengan kecepatan 400MHz, maka sekarang banyak vendor telah membuat PDA yang berbasiskan prosesor X-Scale yang berkecepatan 400MHz, misalnya HP dengan Ipaq seri 3970, Toshiba 740e, Fujitsu i-Loox, dan sebagainya.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa kecepatan prosesor pada PDA Palm biasanya menggunakan prosesor berkecepatan lebih rendah dibandingkan dengan PDA Pocket PC, tetapi dalam pengoperasian sehari-hari justru PDA Palm terlihat lebih cepat memberikan respon kepada pengguna. Hal tersebut karena perbedaan sistem operasi yang digunakan. Semakin kompleks sistem operasi yang digunakan maka menuntut penggunaan prosesor yang semakin cepat pula.</span></span></span></p>
<p class="sdfootnote"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><a class="sdfootnotesym" title="sdfootnote1sym" name="sdfootnote1sym" href="http://dedenthea.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/blank.htm#sdfootnote1anc"></a>1 dikutip dari <a href="http://www.intel.com/">http://www.intel.com</a></span></p>
<p class="sdfootnote">
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/03/pda9.JPG?w=490" alt="pda9.JPG" /></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Sumber : </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><strong>Yohannes Tanto, S.Kom (S</strong><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong>taff Pengajar STMIK MDP Palembang)</strong></span></span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">” Pengenalan PDA (Personal Digital Assistant) dan Perkembangannya Dalam Usaha Menggeser Notebook (Laptop) “</span></span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><strong>IGOS KWARTET </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<h2><img src="http://www.psn.co.id/igos/images/igos-kwartet-logo.jpg" alt="IgOS KWARTET" width="154" height="54" /></h2>
<h3><a title="abstraksi" name="abstraksi"></a>Abstraksi</h3>
<p>IGOS KWARTET adalah sebuah teknologi yang mampu menghubungkan 4 set monitor, keyboard, dan mouse dengan sebuah personal computer berbasis Linux yang dilengkapi dengan 4 buah kartu VGA dan port USB sebanyak 8 buah.IGOS KWARTET memungkinkan setiap terminal memiliki kualitas visual yang bagus sesuai dengan kemampuan kartu VGA-nya. Hal ini dimungkinkan sebab setiap terminal terhubung dengan 1 kartu VGA.<br />
IGOS KWARTET dapat diterapkan untuk warnet-warnet yang ingin melakukan penghematan biaya investasi perangkat keras namun pengguna warnet tetap dapat menikmati kualitas visualisasi yang bagus dan menarik.</p>
<p>IGOS KWARTET ini juga memudahkan proses perawatan terminal/klien karena hanya berupa monitor, keyboard, dan mouse. Implementasi warnet dengan IGOS KWARTET ini juga lebih tahan terhadap serangan virus atau trojan horse karena sistem operasi yang digunakan adalah Linux.</p>
<h3><a title="arsitektur" name="arsitektur"></a>Arsitektur</h3>
<p><img src="http://www.psn.co.id/igos/images/ar-igos-kwartet.gif" alt="" width="509" height="278" /></p>
<h3><a title="aplikasi" name="aplikasi"></a>Aplikasi Yang Berjalan</h3>
<table width="70%" border="0" cellspacing="1" cellpadding="2">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#cccccc">Sistem Operasi</td>
<td bgcolor="#ebebeb">Linux</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#cccccc">Aplikasi Perkantoran</td>
<td bgcolor="#ebebeb">OpenOffice</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#cccccc">Internet Browser</td>
<td bgcolor="#ebebeb">Mozilla Firefox, Opera</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#cccccc">Internet Messenger</td>
<td bgcolor="#ebebeb">GAIM, KOPETE, K-IRC</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#cccccc">FTP Client</td>
<td bgcolor="#ebebeb">GFTP</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#cccccc">Email Client</td>
<td bgcolor="#ebebeb">K-MAIL, Evolution</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#cccccc">Aplikasi Kompresi</td>
<td bgcolor="#ebebeb">ARK</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h3>Spesifikasi</h3>
<p>Server :<br />
- Pentium III-800<br />
- Memory 512 MB<br />
- HD 20 GB<br />
- Dual ethernet card<br />
- Any Linux distro with pre-installed : mysql database, apache and php.Client :<br />
- Pentium IV &#8211; 2.4 Ghz<br />
- Memory 512 MB<br />
- HD 20 GB<br />
- 4 VGA , recommend : Riva TNT, ATI Rage, GeForce MX, Ati Radeon 7500.<br />
- Ethernet Card<br />
- 2 USB Hub 4 port.<br />
- Any Linux Distro and 2.6 kernel, but well tested with Suse.</p>
<p><strong><em><span style="color:#993366;">Apple Computer</span></em></strong></p>
<p><a title="h.jpg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/h.jpg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/h.thumbnail.jpg?w=490" alt="h.jpg" /></a></p>
<p>Dalam dunia komputer desktop, selain komputer berbasiskan arsitektur IBM-PC dengan operating system Microsoft Windows, OS/2, dan berbagai varian distro linux, terdapat juga jenis lainnya, yaitu Apple. Bedanya komputer desktop ini menggunakan basis arsitektur yang dikembangkan oleh perusahaan Apple sendiri termasuk operating system-nya.</p>
<p>Apple komputer adalah satu-satunya perusahaan yang masih berdiri sejak awal komputer rumahan pertama kali muncul pada tahun 70-an. Sampai saat ini, Apple masih tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan, terutama menghadapi dominasi Microsoft dalam bidang pengembangan dan pendistribusian operating system.</p>
<p>Dimulai Dari Apple-1</p>
<p>Komputer Apple dimulai dengan pengembangan komputer 6502 oleh Steve Wozniak yang dikenal dengan nama Apple-1. Komputer ini pertama kali diperkenalkan pada ajang Homebrew Computer Club di Palo Alto pada bulan April 1976. Pada bulan berikutnya, komputer ini mulai dipasarkan, tetapi hanya dalam bentuk casing CPU-nya saja, sehingga memerlukan alat tambahan seperti power supply, monitor, dan keyboard untuk menjalankannya. Pada konferensi microcomputer dengan nama PC’76 yang diadakan pada bulan Agustus 1976, Steve Wozniak dan Steve Jobs mendemonstrasikan Apple-1 dengan secondary storage terbarunya yang masih dalam bentuk kaset. Walaupun pada malam hari sebelum konferensi dimulai, Wozniak baru menyelesaikan interpreter Apple BASIC untuk Apple-1 di hotel tempatnya menginap. Pada konferensi tersebut, Apple-1 adalah satu-satunya komputer yang berbasis 6502. Di sisi lain, karena bentuknya yang kecil, dukungan penuh terhadap bahasa BASIC, dan interface secondary storage yang cepat, berhasil menyedot perhatian yang besar dari peserta konferensi. Di bulan yang sama, Wozniak juga menyelesaikan prototype untuk komputer Apple II. Pada Apple II, dimulai pengembangan aplikasi dan game yang diterapkan oleh Chris Espinosa. Kemudian pada tahun 1977, Apple Computer memperkenalkan komputer ini di West Coast Computer Fair yang pertama. Komputer ini sudah mengalami banyak perkembangan mencakup keyboard, interface grafis berwarna dan CIU (Central Interpretation Unit) 6502. Pada Apple II juga sudah tersedia ROM 16 KB yang berisi Apple BASIC, dan RAM yang dapat diperluas sampai 64 KB. Untuk memory sekunder, komputer ini sudah dapat menggunakan tape drive dan floppy drive. Pada tahun yang sama BASIC versi 6502 yang dibeli dari Microsoft, yaiut Applesoft I dirilis dalam bentuk kaset. Perkembangan-perkembangan selanjutnya dari komputer Apple ditandai dengan peluncuran bentuk-bentuk lain dari komputer Apple II. Dimulai dari komputer Apple II plus tahun 1979, Apple Iie tahun 1983, dan Apple IIc tahun 1984. Perkembangan Apple II dan Apple III dapat dikatakan beriringan, terbukti dari keluarnya Apple III pada tahun 1980 tetapi Apple masih mengeluarkan Apple IIe pada tahun 1983.</p>
<p>Cikal Bakal Apple dengan GUI.</p>
<p>Pada tahun 1983, diluncurkan komputer Apple Lisa sebagai komputer yang pertama kali menggunakan GUI (Graphical User Interface). Tampilan GUI itu mencakup tampilan jendela, folder, menu pulldown, tombol klik, scroll bar, icon dan pointer mouse. Selain itu, fitur inovatif lainnya juga diimplementasikan seperti kemampuan copy dan paste, multiple tasking, dan sistem file yang hirarkis. Tetapi, dengan kegagalan pengembangan komputer Apple Lisa selanjutnya di pasaran, perusahaan Apple mengalihkan perhatian kepada komputer Apple MacIntosh yang berhasil meraih kesuksesan besar. Perkembangan komputer Apple MacIntosh dimulai dengan Apple berbasis Lisa 2. pada tahun 1985 komputer ini diubah namanya menjadi Apple MacIntosh XL atau disingkat MacXL. Hingga tahun 1993, perusahaan ini masih menggunakan nama MacIntosh untuk berbagai komputer desktop yang diluncurkan ke pasaran dengan basis arsitektur Apple Lisa 2 tersebut. Pada tahun 1991, Apple Computer, IBM, dan Motorola mengumumkan kerja sama untuk mendesain, processor baru untuk komputer Apple yang dikenal dengan nama PowerPC. Sejak saat itu, penamaan komputer Apple berubah menjadi PowerMac. Kemudian dilanjutkan dengan Apple PC di tahun 1995, G3 Mac tahun 1997, iMac tahun 1998, G4 Mac tahun 1999, dan yang terakhir PowerMac dengan basis CPU di tahun 2005 adalah G5 Mac. Kabar terakhir perkembangan komputer Apple adalah rencananya untuk berpindah dari processor PowerPC ke processor Intel yang akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini hingga tahun 2007.<br />
Sumber: Tabloid PC Mild Rubrik Retro Edisi 16/2005 tanggal 18 Juli 2005</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muktiraga.wordpress.com/75/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muktiraga.wordpress.com/75/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muktiraga.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muktiraga.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muktiraga.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muktiraga.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muktiraga.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muktiraga.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muktiraga.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muktiraga.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muktiraga.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muktiraga.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muktiraga.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muktiraga.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muktiraga.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muktiraga.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=75&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muktiraga.wordpress.com/2007/12/15/sistem-operasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a0ee1f451871c37a28f59f08c07d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mooctee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/f.thumbnail.png" medium="image">
			<media:title type="html">f.png</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majalah-linux.baliwae.com/wp-content/uploads/2007/11/cover-apache.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/g.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">g.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/03/pda8.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">pda8.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/03/pda9.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">pda9.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.psn.co.id/igos/images/igos-kwartet-logo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IgOS KWARTET</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.psn.co.id/igos/images/ar-igos-kwartet.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/12/h.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">h.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BIOMETRICS</title>
		<link>http://muktiraga.wordpress.com/2007/10/31/biometrics/</link>
		<comments>http://muktiraga.wordpress.com/2007/10/31/biometrics/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 13:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raga Mukti Alhaqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsep Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muktiraga.wordpress.com/2007/10/31/biometrics/</guid>
		<description><![CDATA[Tingkat Keamanan Makin Ketat dengan Teknologi yang Tepat Tingkat keamanan yang tinggi tidak selalu ditandai oleh jumlah petugas kemanan yang semakin banyak. Justru terletak dari aplikasi teknologi yang tepat. Petugas keamanan yang bertambah banyak akan membebani perusahaan dari segi cost operational dan management personalia, selain itu di segi penjahat yang semakin pintar melakukan aksinya Penjahat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=38&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tingkat Keamanan Makin Ketat dengan Teknologi yang Tepat</strong></p>
<p><a title="9.jpg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/9.jpg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/9.jpg?w=490" alt="9.jpg" /></a></p>
<p>Tingkat keamanan yang tinggi tidak selalu ditandai oleh jumlah petugas kemanan yang semakin banyak. Justru terletak dari aplikasi teknologi yang tepat.<br />
<span id="more-38"></span>Petugas keamanan yang bertambah banyak akan membebani perusahaan dari segi cost operational dan management personalia, selain itu di segi penjahat yang semakin pintar melakukan aksinya<br />
Penjahat dari hari ke hari sudah semakin pintar. Banyak kejahatan yang dilakukan menggunakan teknologi canggih. Bahkan tidak jarang kita berlomba dengan teknologi kemanan itu sendiri. Misalnya saja sebuah virus yang menyerang komputer Anda. Semakin hari semakin canggih. Dan program antivirus pun semakin hari juga semakin canggih berusaha untuk selalu menandingi. Begitu pula dengan virus yang semakin hari juga terus dikembangkan untuk menggagalkan satu antivirus dengan antivirus yang lain<br />
Begitu pula penjahat semakin canggih alat kemanan, cara kerja mereka pun semakin canggih dan lihai. Sayangnya, di Indonesia tingkat kemanan yang sangat ketat jarang sekali ditemukan kecuali pada tempat-tempat tertentu saja. Misalnya, bandara, kantor konsulat, atau gedung-gedung khusus. Kebanyakan pihak kemanan sebuah gedung hanya menerapkan pemeriksaan alakadarnya atau sekadar formalitas dengan alat metal detector. Yang terkadang aktif terkadang mati. Bahkan yang terkadang sangat mengganggu kenyamanan adalah seseorang diminta untuk memperlihatkan isi tasnya pada petugas keamanan. Padahal hal ini sebenarnya dapat dihindari.<br />
Dengan teknologi yang tepat, tidak hanya tingkat kemanan yang meningkat, melainkan pengunjung juga akan merasa lebih nyaman. Perangkat apa saja sebenarnya yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemanan? Banyak sekali dengan menggunakan kamera CCTV atau mungkin dengan menggunakan sinar X.<br />
Sedangkan untuk keamanan tempat-tempat tertentu, dapat saja menggunakan teknologi biometrics yang kini sudah mulai marak digunakan. Sebagian dari teknologi tersebut memang masih tergolong cukup mahal. Tapi untuk melindungi sesuatu yang snagat berharga, rasanya nilai teknologi tersebut tidak akan terlalu berarti.<br />
CCTV adalah teknologi yang cukup konvensional yang sudah lebih dulu hadir. Dengan kamera CCTV yang sangat mungil, seorang petugas kemanan dapat memantau keadaan. Dan bila ada kejahatan terjadi, rekaman pada CCTV cukup dapat dijadikan barang bukti. Oleh sebab itu, keberadaan CCTV banyak digunakan pada tempat-tempat yang rawan akan kejahatan pencurian seperti supermarket, dan mesin ATM. Bentuk kamera yang semakin hari semakin kecil membuatnya sangat fleksibel untuk diletakkan di mana saja. Belum lagi instalasi CCTV tidak terlalu sulit. Bahkan, jika diinginkan kini juga sudah tersedia CCTV yang tidak menggunakan kabel.<br />
Keberadaan CCTV sebagai alat keamanan kadang menyulitkan kadang tidak. Untuk kemanan yang butuh pantauan ketat, tentu akan membutuhkan kehadiran SDM sebagai operator atau petugas pemantau.<br />
Sedangkan bila CCTV hanya digunakan sebagai alat dokumentasi atau bukti di kemudian hari. Petugas operator hanya perlu merekamnya. Biometrics Teknologi biometrics adalah teknologi kemanan yang menggunakan bagian tubuh sebagai identitas. Dunia medis mengatakan bahwa ada berapa bagian tubuh kita yang sangat unik. Artinya, tidak dimiliki oleh lebih dari satu individu. Contohnya saja sidik jari atau retina mata.<br />
Meskipun bentuk atau warna mata bisa saja sama, namun retina mata belum tentu sama. Begitu juga dengan suara dan struktur wajah. Bagian-bagian unik inilah yang kemudian dikembangkan sebagai atribut keamanan. Sebagai bagian dari teknologi keamanan, biometrics memiliki dua fungsi sekaligus yang dapat dijalankan terpisah maupun secara bersamaan. Yang pertama sebagai pencatat ID atau sebagai alat verifikasi (password). Teknologi biometrics hampir dapat diterapkan di mana saja. Mulai untuk melindungi sebuah barang tertentu dari akses yang tidak diinginkan, seperti komputer. Sampai untuk melindungi sebuah ruangan yang ramai dari orang-orang tertentu. Misalnya, untuk mengetahui keberadaan teroris atau penjahat lain di bandara.<br />
Cara kerja teknologi keamanan yang satu ini hampir sama dengan teknologi keamanan lain yang sangat bergantung kepada sensor. Sendor yang digunakan pada teknologi biometrics cenderung mahal dan semakin akurat ketajamannya maka akan semakin mahal. Selain sensor, bagian yang tidak kalah penting dari biometrics adalah data. Bagaimana Anda menyimpan data pada sebuah sistem sangat penting. Sebab biometrics adalah teknologi yang bergantung kepada data. Bila data yang disimpan tidak aman atau lengkap, kemungkinan adanya penyusup ke system ini akan lebih besar</p>
<p><strong>Pembagian Biometrics</strong></p>
<p><a title="10.jpeg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/10.jpeg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/10.jpeg?w=490" alt="10.jpeg" /></a></p>
<p>Menurut sistemnya biometrics sendiri terbagi atas tiga macam, yaitu:</p>
<p>1. Sistem yang menyimpan data langsung pada alat.<br />
Dengan sistem ini, data akan disimpan pada media penyimpanan yang berada dalam alat detektor. Jika sewaktu-waktu mesin harus di-reset atau dikembalikan ke posisi awal, maka data yang ada dapat saja ikut terhapus. Sehingga petugas harus meng-input ulang. Jika data yang dimasukkan sangat banyak tentu akan sangat merepotkan, lain halnya bila data tidak terlalu banyak. Biometrics dengan sistem ini sangat cocok untuk diterapkan pada sebuah alat tertentu yang tidak digunakan oleh banyak orang atau untuk untuk melindungi sebuah ruang khusus, yang juga tidak diakses oleh banyak pengunjungnya.</p>
<p>2. Sistem yang menyimpan data pada jaringan.<br />
Sistem yang kedua memanfaatkan jaringan untuk menyimpan datanya. Sistem yang kedua sangat efektif bagi aplikasi yang memang dipergunakan untuk banyak user. Misalnya saja untuk data absen karyawan atau siswa. Bentuk fisik yang ditampilkan oleh alat juga tidak perlu terlalu besar. Karena data tidak akan diproses langsung pada alat. Melainkan dikirim dahulu ke sebuah jaringan baru kemudian diproses dan disimpan. Sistem ini memang membutuhkan waktu lama.</p>
<p>Tetapi cukup efektif untuk data yang besar. Karena tidak akan terkena risiko data hilang pada saat proses reset pada alat harus dilakukan.</p>
<p>3. Sistem yang menyimpan data pada sebuah chip.<br />
Sistem yang terakhir ini menggunakan media tambahan berupa chip untuk menyimpan data si pemilik ID. Sehingga untuk menggunakannya seseorang harus membawanya. Untuk sistem yang terakhir ini, akan sangat efektif diterapkan untuk yang memiliki pengguna sangat banyak atau bila alatnya hendak diletakkan di tempat umum. Misalnya saja untuk keamanan di mesin ATM atau hanya sekadar sebagai ID masuk dalam sebuah gedung.</p>
<p>Sedangkan bagian tubuh yang saat ini sudah mulai digunakan sebagai ID atau password adalah:</p>
<p>- Sidik Jari<br />
Ini adalah bagian tubuh yang penggunaannya sangat populer baik sebagai ID maupun sebagai password. Sensor yang digunakan untuk men-scan sidik jari sangat bervariasi. Ada sensor yang hanya dapat memeriksa satu sidik jari saja ada yang dapat memeriksa lebih dari satu sidik jari.</p>
<p>Luka pada sidik jari dapat mengakibatkan sidik jari sulit dideteksi. Namun, bukan berarti tidak bisa. Selama luka tersebut tidak terlalu dalam ada beberapa sensor yang masih dapat<br />
mengenalinya. Tentu saja sensor-sensor dengan ketajaman seperti ini akan lebih mahal harganya ketimbang sensor sidik jari dengan ketajaman biasa.</p>
<p>Penerapan sidik jari sebagai bagian dari sistem keamanan kini sudah se makin luas. Bahkan saat ini sudah ada mouse yang penggunaannya membutuhkan sidik jari penggunanya.</p>
<p>- Geometris Tangan<br />
Lain sidik jari lain pula yang dimaksud dengan geometris tangan atau yang dikenal juga dengan bentuk tangan. Nilai-nilai yang menjadi bagian dari datanya adalah, ukuran tangan, bentuk telapak tangan, sampai bentuk dan ukuran masing-masing jari. Sensor yang digunakan untuk mendeteksi geometris tangan berbeda dengan sensor yang digunakan untuk mendeteksi sidik jari. Cara pengambilan sampel juga lebih rumit, karena harus dilakukan dari berbagai perspektif. Oleh sebab itu, biometrics ini dianggap lebih akurat dan lebih sulit untuk dipalsukan datanya. Namun, proses pengaksesan juga akan berjalan lebih lama. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan menggunakan sistem ini untuk ruangan yang terbuka atau untuk aplikasi yang dimanfaatkan oleh banyak orang (seperti absensi).</p>
<p>- Mata<br />
Mata manusia sangat unik. Meskipun secara kasat mata, setiap bola mata manusia hampir sama. Ada dua bagian yang kerap menjadi bagian dari biometrics mata, yaitu retina dan iris mata. Iris mata lebih mudah penggunaannya dibandingkan dengan retina mata. Untuk menganalisis retina mata, seorang pengguna harus menatap pada fokus yang telah ditentukan dan proses analisis juga tidak akan dapat dilakukan bila user menggunakan kaca mata.</p>
<p>Lain halnya dengan iris mata. Teknologi dengan iris mata tidak sesulit retina mata. User tidak perlu menatap lurus ke fokus. Dan pengguna kaca mata masih dapat dikenali.</p>
<p>- Bentuk Wajah<br />
Teknologi biometrics yang menganalisis bentuk wajah sudah juga digunakan di beberapa tempat. Salah satunya bandara. Perangkat yang difungsikan sebagai sensor untuk teknologi ini umumnya adalah kamera CCTV biasa. Dan sistem yang digunakan adalah sistem yang datanya disimpan dalam sebuah jaringan. Sedangkan proses kerjanya adalah sebagai berikut. Gambar yang diperoleh oleh kamera CCTV secara otomatis akan diolah oleh komputer yang terhubung langsung dengan data kepolisian. Setiap wajah yang lewat akan dilihat kecocokannya dengan data yang ada pada jaringan. Jika ada kemiripan, maka nyala alarm akan berbunyi dan memberi tahu kepada petugas.</p>
<p>Untuk menggunakan bentuk wajah sebagai bagian dari sistem keamanan, sampel yang diambil harus lengkap, artinya pengambilan sampel harus dilakukan dari berbagai arah. Sama halnya seperti pada penggunaan geometris tangan.</p>
<p>- Suara<br />
Gelombang suara juga dapat dijadikan identitas yang unik. Namun sayangnya, untuk yang satu ini keadaan sekitar sangat mempengaruhi. Sehingga untuk menerapkannya harus benar-benar di ruangan atau lingkungan yang tidak ramai. Dan semakin tinggi toleransi yang dimiliki oleh sebuah sensor akan membuat harga sensor akan semakin tinggi.</p>
<p>Metal Detector<br />
Ini adalah alat yang paling sering ditemui masyarakat belakangan ini sejak merebaknya isu terror bom di Indonesia. Di mana-mana petugas keamanan baik gedung kantor sampai tempat hiburan dan belanja sibuk menenteng-nenteng alat berwarna hitam. Alat ini biasa ditempelkan pada barang bawaan pengunjung. Untuk mengetahui apakah pengunjung membawa barang berbahaya atau tidak. Selain dengan alat semacam pentungan berwarna hitam, kadang pengunjung juga harus melewati sebuah alat yang menyerupai gawang kecil. Bila pengunjung mengantongi perangkat berbahan logam atau metal seperti ponsel, maka alat itu akan berbunyi nyaring sekali. Begitu juga dengan alat berwarna hitam yang<br />
menyerupai pentungan tersebut.</p>
<p>Alat ini dikenal juga dengan sebutan metal detector. Fungsinya adalah untuk mengetahui keberadaan komponen logam atau metal yang berada pada targetnya. Pada tempat-tempat tertentu, keberadaan metal detector memang membantu kemanan gedung. Namun, apa yang diamankan oleh metal detector? Tidak lain adalah semua komponen yang mengandung logam. Mulai dari benda tajam seperti pisau, gunting, penggaris sampai pena, dan ponsel. Semuanya akan memancing bunyi sebuah metal detector.</p>
<p>Jika untuk melindungi sebuah tempat dari pengunjung yang membawa sebuah bom. Alat keamanan ini dapat dikatakan kurang efektif, karena bahan kimia tidak akan dapat terdeteksi oleh alat ini. Dan pada umumnya, bom terbuat dari campuran bahan kimia.</p>
<p>Dalam melakukan proses deteksi, metal detector menggunakan kawat tembaga sebagai pengumpan sinyal. Bila sinyal tersebut bertabrakan dengan logam, maka akan terjadi medan magnet yang menyebabkan echo (gema) yang panjang.</p>
<p>Namun, keberadaan metal detector sendiri kini tidak lagi dapat dijadikan satu-satunya komponen keamanan. Karena sangat sering apa yang dibawa oleh pengujung digeledah. Hal ini tentu saja mengganggu hak privasi seseorang. Oleh sebab itu, bila sebuah institusi ingin menjaga keamanan tempatnya tanpa harus melanggar hak privasi pengunjungnya, maka ia harus menyediakan sebuah alat deteksi lain yang lebih sopan. Salah satu contohnya X-Ray.</p>
<p><strong>Menghalau Maling Virtual</strong></p>
<p><a title="21.jpeg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/21.jpeg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/21.jpeg?w=490" alt="21.jpeg" /></a></p>
<p>Kejahatan internet yang semakin canggih berjalan seiring kemajuan teknologinya. Karenanya, sistem keamanan internet tidak bisa dianggap angin lalu. Berkacalah pada pengalaman.<br />
Internet bagi sebagian kalangan sudah menjadi kebutuhan pokok yang nyaris sama pentingnya dengan makan. Tak heran jika pertumbuhan penggunaan internet terus meningkat. Pernahkah terbayang kehidupan Anda sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang?</p>
<p>Di negeri Paman Sam bayangan itu muncul lewat kartun yang menggambarkan kehidupan seseorang, yang sangat tergantung pada internet. Diceritakan seorang lelaki meninggal dunia, dan ketika sang istri mendengar surat wasiat sang suami, betapa terkejutnya takkala ia hanya diberi warisan berupa web space di dunia maya. Digambarkan lewat kartun lainnya, seorang ibu kebingungan memberi jawaban pada sang anak yang bertanya bagaimana ia bisa berada di dunia ini, “Sebenarnya saya ini dilahirkan atau didownload sih?”</p>
<p>Pengamat dan Praktisi Teknologi Informasi, KRMT Roy Suryo Notodiprojo yang lebih dikenal dengan nama Roy M. Suryo, menyatakan analogi kartun di atas bisa jadi benar adanya. Hal itu, menurut dosen sebuah perguruan tinggi negeri di Yogyakarta, ini adalah sebuah refleksi betapa internet menjadi sama pentingnya dengan sembako, atau yang lebih ekstrim internet sama pentingnya dengan bernafas. “Pertumbuhan internet di dunia sangat luar biasa. Rebutan domain menjadi salah satu indikasinya. Karena itu, seiring pertumbuhan internet yang kian melaju membuat lahirnya paradigma baru dalam kehidupan, terutama e-Economy,” ujar Roy.</p>
<p>Menurut Roy, jika di tahun 1920-an sektor ekonomi pertanian menjadi primadona, sepuluh tahun kemudian, ekonomi industri mulai dilirik. Era berikutnya, orang berubah haluan dengan membangun ekonomi service. Hingga 1980-an, masyarakat dunia mulai bermain di ekonomi global. Sejak awal 1995-an hingga sekarang, ekonomi digital menjadi paradigma baru dalam menjalankan bisnis. Paradigma e-Economy pun akhirnya melahirkan uang digital.</p>
<p>“Saat ini, berbelanja atau melakukan transaksi bisnis lewat internet bukanlah barang baru. Tidak hanya di negara maju, di kawasan Asia pun sering dilakukan. Begitu juga di Indonesia. Hebatnya, meski pengguna internet di Indonesia belum sebanyak negara Asia lainnya, namun berdasarkan riset yang dilakukan oleh badan riset independen AC. Nielsen, Indonesia menempati urutan keempat terbesar dalam belanja lewat internet di kawasan Asia. Sayangnya, prestasi itu bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan. Masalahnya, sebagian besar belanja digital dilakukan secara ilegal,” tambah Roy.</p>
<p>Hasil riset juga menyebutkan, dari seluruh total pengguna internet yang pernah berbelanja dan melakukan transaksi lewat internet, tercatat kurang dari 10% yang menggunakan uang ataupun kartu kredit milik sendiri. “Artinya, meski di urutan keempat terbesar, tetapi yang belanja mayoritas adalah penjahat-penjahat,” kata Roy sambil tersenyum.</p>
<p>Adanya lubang dalam sebuah kemajuan tentu dapat dimaklumi. Bukankah hukum dibuat untuk dilanggar, begitu kalimat pelesetan yang sering terdengar. Jadi wajar saja jika internet lahir, maka penjahat di bidang ini pun bermunculan. “Yang sering dilupakan, ketika membangun teknologi dan mengembangkan sistem pengamanannya, orang hanya melihat dari satu sudut pandang saja. Padahal dengan sistem security yang handal, bukan saja akan mencegah terjadinya kejahatan tetapi juga mendongkrak pendapatan sebuah perusahaan yang menggunakan teknologi tersebut,” kata FX. Taro, Pengamat IT Security.</p>
<p>Menurut Taro, yang perlu diperhatikan dalam membangun sistem keamanan di dunia virtual adalah segala aspek yang terkait dengannya. “Bukan saja secara fisik, tetapi juga secara logika. Ini yang sering dilupakan. Sistem security internet membutuhkan perhatian dari berbagai bidang,” tambah Taro.</p>
<p>Meski dianggap penting, sayangnya security system internet di Indonesia kadangkala dianggap angin lalu. Yang sering terjadi ketika sistem sudah dibobol, dengan tergopoh-gopoh sistem keamanan dibangun dan ditingkatkan. Karena itu, walaupun internet baru berkembang sepuluh tahun belakangan ini di Indonesia, namun dalam catatan yang dibuat oleh Roy Suryo sejumlah kejahatan digital telah menelan banyak korban.<br />
“Yang paling banyak adalah carding, yaitu menggunakan kartu kredit milik orang lain untuk berbelanja,” ujar pria yang banyak membantu polisi dalam menangani kejahatan internet ini.</p>
<p>Selain itu, Roy juga memberikan contoh kasus lainnya yang pernah terjadi. Yaitu situs resmi yang berisi tentang jajak pendapat di Timor Timur &#8211; ketika akan melepaskan diri dari Indonesia &#8211; juga pernah dimasuki tamu tak diundang. Akibatnya, banyak yang meragukan hasil perhitungan jajak pendapat yang berbuntut kerusuhan besar di tanah bekas jajahan Portugis tersebut. Cerita buram tentang pembobol internet juga datang dari negera tetangga, Singapura. Saat itu, Wenas Agusetiawan, bocah asal Indonesia yang memiliki otak encer membobol situs di negeri seribu singa tersebut. Dan contoh kasus yang paling kesohor adalah plesetan situs Klikbca.</p>
<p>Kasus terakhir yang sempat menghebohkan ini diakui oleh Aswin Wirjadi, Deputy President Director BCA. “Untuk kasus klikbca, tak sempat menduga akan terjadi. Pengalaman kami, mulai dari dibuatnya ATM, kartu debit sampai dengan klikbca yang kami bangun bagi nasabah memang kerap kali menemukan kendala. Apapun kami lakukan, mulai dari merangkak, berjalan, sampai berlari. Itu semua kami lakukan satu persatu sampai dengan sekarang ini. Kami melakukan riset di berbagai negara, khususnya Amerika untuk membangun internet banking ini,” kata Aswin panjang lebar.</p>
<p>Menurut Sarjana Teknik Mesin jebolan Universitas Katolik Atmajaya ini, yang perlu menjadi perhatian adalah ketika makin canggih teknologi, maka makin canggih pula kejahatannya. Berdasarkan pengalaman BCA menghadapi itu, ada lima kategori yang dapat diklasifikasikan sebagai kejahatan internet banking.</p>
<p>Seperti yang dipaparkan oleh Aswin, kejahatan yang paling banyak dan seringkali tidak diakui diakui oleh para korban adalah situs palsu. Modusnya sangat sederhana, ada seseorang memfotokopi tampilan klikbca yang seolah-olah milik BCA. Peristiwa yang dilakukan oleh pria asal Bandung ini memang tidak bertujuan membobol rekening para nasabah BCA yang terlanjur masuk dalam situs palsu tersebut. Toh tetap saja, BCA sempat kebakaran jenggot.</p>
<p>Modus lainnya yang juga menggunakan situs palsu adalah penipuan lewat situs-situs tertentu. “Yang pernah terjadi adalah sebuah situs porno Triple X membuat penawaran, jika ingin masuk dan melihat gambar syur yang mampu menaikkan adrenalin silahkan melakukan registrasi dan transfer biaya sebesar Rp. 10.000,- lewat BCA. Herannya banyak yang tanpa sadar melakukan itu, ketika registrasi akhirnya sang korban akan memberikan nomor pin BCA-nya. Akibatnya, dalam waktu sekejap rekeningnya kosong tak bersisa,” terang Aswin.</p>
<p>Masih menurut Aswin, yang bergabung dengan BCA sejak tahun 1990, untuk modus seperti ini telah terjadi 37 kasus. Meskipun BCA berhasil menuntaskan dan menangkap pelakunya, sayangnya tak ada korban yang mau bersaksi karena malu. Padahal UU di Indonesia menyebutkan minimal ada dua saksi yang mau memberi kesaksian agar pelaku dapat masuk ke persidangan.</p>
<p>Jenis kejahatan kedua yang dialami BCA adalah pencurian user ID dan PIN (Personal Identification Number) yang dilakukan oleh seseorang lewat warung internet. PC di warnet juga telah dipasang program untuk merekam user ID dan PIN pengguna yang sedang melakukan transaksi internet banking BCA. Selain di warnet, hal serupa juga pernah dilakukan di beberapa kantor di Jakarta.</p>
<p>Jenis kejahatan berikutnya, biasanya, mengenai orang yang awam internet, yaitu berupa penipuan registrasi. “Padahal kami membuat registrasi begitu mudahnya. Seperti juga ATM, setiap nasabah memiliki PIN. Artinya, setiap nasabah bisa secure kartunya masing-masing. Begitu juga, dengan internet banking sesungguhnya,” kata mantan Direktur di Indomobil ini. Modusnya, selain menggunakan internet, si pelaku kejahatan juga menggunakan SMS. Sebuah SMS yang berisi pesan tentang penerimaan hadiah dan si penerima diwajibkan membayar pajak hadiah lewat BCA.</p>
<p>Bentuk kejahatan lainnya adalah petugas BCA palsu, yang meminta pendaftaran registrasi di internet banking. Terakhir, menurut Aswin, sangat ironi. Karena korban yang berjatuhan adalah kalangan intelektual yang sangat security minded dan berorientasi pada penggunaan teknologi. Kelemahannya adalah, para korban yang berasal dari satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia terlalu sederhana membuat PIN dan user ID-nya.</p>
<p>Dalam dua tahun, sejak dibangunnya internet banking, 381 kejahatan telah dialami bank swasta terbesar nomor satu di Indonesia ini. “Dari seluruh kejahatan tersebut, BCA mengalami kerugian sebesar Rp. 670 juta. Kami anggap itu sebagai uang hilang untuk biaya sekolah,” aku Aswin.</p>
<p>Belajar dari pengalaman, kini BCA melakukan langkah pengamanan agar lembaran hitam tidak kembali terjadi. BCA mencoba menerapkan beberapa langkah strategis agar tidak menjadi bulan-bulanan kejahatan internet banking. “Langkah pertama, kami telah memaksimalkan internet security system yang ada. Secara terus menerus dan optimal kami memberikan pendidikan pada masyarakat dan nasabah. Dan yang terakhir, kami membuat dan menyerahkan sistem keamanan pribadi kepada para nasabah dengan membekali perangkat security berupa key BCA,” ujar Aswin.</p>
<p>Aswin memaparkan, langkah yang dilakukan BCA dalam memaksimalkan internet security system adalah dengan memblokir user ID jika terjadi return email atau bounce email dengan alasan unknown user, e-mail blocked ataupun tak memiliki alasan yang spesifik. BCA juga akan melakukan pemblokiran jika terdapat satu alamat e-mail yang digunakan oleh banyak user ID, yang masuk dalam report fraud control.</p>
<p>Untuk langkah pengamanan lainnya, BCA juga melakukan pemblokiran kepada user ID yang dormant atau tidak melakukan transaksi lebih dari enam bulan lamanya. BCA juga akan menutup user ID nasabah yang tidak melakukan first time log-in selama dua minggu. Selain itu, sebagai langkah antisipasi BCA telah membeli nama-nama domain yang mirip dengan Klikbca, meminta secara resmi penutupan situs palsu dan juga menutup link banner Klikbca yang terdapat pada situs lain.</p>
<p>Walaupun benteng pertahanan telah dibangun, Aswin mengakui internet banking milik BCA bukan berarti aman 100%. “Karena itu, kami terus menerus melakukan perbaikan internet security system. Sehingga jika disimpulkan berdasarkan pengalaman yang dialami BCA, ada tiga hal penting dalam mengimplementasikan internet banking. Yaitu, kita harus kuat dalam membangun bisnis yang ada, kuat dalam investasi dan mempertajam solusi keamanannya, terutama dengan menggunakan sistem keamanan dinamik ,” tutup Aswin.</p>
<p>Menilik apa yang dialami BCA, Roy Suryo menyarankan agar bank tersebut harus memberikan perhatian ekstra untuk memperkuat sistem keamanannya. “Karena, sebagian besar pelakunya bermotif ekonomi, kecuali pelaku yang membuat situs plesetan BCA. Karena sesungguhnya tidak semua kejahatan komputer dan internet bertujuan akhir pada ekonomi,” katanya.</p>
<p>Roy membagi menjadi dua kategori besar jenis kejahatan komputer dan internet. Pertama, fraud by computer manipulation, yaitu si pelaku melakukan manipulasi atas jumlah saldo rekening, jumlah jam kerja, jatah cuti, dan lain sebagainya. Selain itu, jenis kejahatan lainnya adalah computer forgery, biasanya berupa pemalsuan surat-surat penting, pengrusakan data dan program komputer, penyusupan ke sistem komputer, pembajakan program komputer dan masih banyak lagi.</p>
<p>“Untuk itu diperlukan prinsip desain security yang baik. Desain keamanan itu dapat berupa desain yang terbuka, dimana jika sistem memiliki source code, maka kode tersebut harus dibuka sehingga akan meminimalkan kemungkinan terjadinya backdoor. Selain itu, akses ke resource system harus tergantung pada lebih dari satu persyaratan yang harus dipenuhi. Yang lebih baik adalah menggunakan model sekuriti yang memisahkan tingkat pengguna, karena akan memberikan hasil yang lebih memuaskan. Yang juga harus dilakukan adalah user harus memisahkan diri dengan sistem, dan yang terakhir secara psikologi, seseorang harus mampu membuat sistem sekuriti yang mudah digunakan. Sudah saatnya para desainer sistem keamanan memikirkan perilaku penggunanya,” ujar Roy. menambahkan.•jl</p>
<p><strong>PRIMA TIME ATTENDANCE SYSTEM </strong></p>
<p><a title="11.jpeg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/11.jpeg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/11.jpeg?w=490" alt="11.jpeg" /></a></p>
<p>Teknologi Biometrics, yaitu pengukuran terhadap karakteristik fisikal yang unik, adalah solusi yang ideal bagi permasalahan identifikasi secara digital. Biometrics memungkinkan kita untuk mengidentifikasikan diri kita kepada perangkat digital.<br />
Fisik yang telah dikembangkan antara lain: wajah, alis atau retina mata, suara, dll. Sidik Jari merupakan fisik yang telah dikembangkan sejak lama.</p>
<p>Kemajuan yang drastis dari Biometrics telah membuat perangkat Time &amp; Attendance menjadi lebih berperan sebagai perangkat absen, baik untuk karyawan kantor, pekerja pabrik, pekerja garment, ataupun untuk mahasiswa/siswa sekolah.</p>
<p>Prima Attendance System dirancang untuk membantu pengolahan informasi personalia, termasuk absensi yang menggunakan Fingerprint sensor, Password Key-In, atau dapat dilakukan secara manual.</p>
<p>Fungsi utama dari sistem ini adalah sebagai information provider terhadap kebutuhan informasi personalia yang dapat diakses secara on-line oleh setiap jenjang jabatan pada struktur organisasi perusahaan sesuai dengan hak akses masing-masing penggunanya</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muktiraga.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muktiraga.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muktiraga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muktiraga.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muktiraga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muktiraga.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muktiraga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muktiraga.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muktiraga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muktiraga.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muktiraga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muktiraga.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muktiraga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muktiraga.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muktiraga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muktiraga.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=38&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muktiraga.wordpress.com/2007/10/31/biometrics/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a0ee1f451871c37a28f59f08c07d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mooctee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">9.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/10.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">10.jpeg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/21.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">21.jpeg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/11.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">11.jpeg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HUMAN COMPUTER INTERACTION (HCI)</title>
		<link>http://muktiraga.wordpress.com/2007/10/31/human-computer-interaction-hci/</link>
		<comments>http://muktiraga.wordpress.com/2007/10/31/human-computer-interaction-hci/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 13:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raga Mukti Alhaqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsep Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muktiraga.wordpress.com/2007/10/31/human-computer-interaction-hci/</guid>
		<description><![CDATA[Human Computer Interaction Pengertian Interaksi Manusia-Komputer Ketika komputer pertama kali diperkenalkan secara komersial pada tahun 50-an, mesin ini sangat sulit dipakai dan sangat tidak praktis. Hal demikian karena waktu itu komputer merupakan mesin yang sangat mahal dan besar, hanya dipakai dikalangan tertentu, misalnya para ilmuwan atau ahli-ahli teknik. Setelah komputer pribadi (PC) diperkenalkan pada tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=32&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Human Computer Interaction</strong></p>
<p><a title="5.jpeg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/5.jpeg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/5.jpeg?w=490" alt="5.jpeg" /></a></p>
<p>Pengertian Interaksi Manusia-Komputer</p>
<p>Ketika komputer pertama kali diperkenalkan secara komersial pada tahun 50-an, mesin ini sangat sulit dipakai dan sangat tidak praktis. Hal demikian karena waktu itu komputer merupakan mesin yang sangat mahal dan besar, hanya dipakai dikalangan tertentu, misalnya para ilmuwan atau ahli-ahli teknik.</p>
<p><span id="more-32"></span>Setelah komputer pribadi (PC) diperkenalkan pada tahun 70-an, maka berkembanglah penggunaan teknologi ini secara cepat dan mengagurnkan ke berbagai penjuru kehidupan (pendidikan, perdagangan, pertahanan, perusahaan, dan sebagainya). Kemajuan-kemajuan teknologi tersebut akhirnya juga mempengaruhi rancangan sistem. Sistem rancangan dituntut harus bisa memenuhi kebutuhan pemakai, sistem harus mempunyai kecocokkan dengan kebutuhan pemakai atau suatu sistem yang dirancang harus berorientasi kepada pemakai. Pada awal tahun 70-an ini, juga mulai muncul isu teknik antarmuka pemakai (user interface) yang diketahui sebagai Man-Machine Interaction (MMI) atau Interaksi Manusia-Mesin.</p>
<p>Para peneliti akademis mengatakan suatu rancangan sistem yang berorientasi kepada pemakai, yang memperhatikan kapabilitas dan kelemahan pemakai ataupun sistem (komputer) akan memberi kontribusi kepada interaksi manusia-komputer yang lebih baik. Maka pada pertengahan tahun 80-an diperkenalkanlah istilah Human-Computer Interaction (HCI) atau Interaksi Manusia-Komputer.</p>
<p><strong>Wiimote &#8211; revolusi HCI </strong></p>
<p><a title="6.jpeg" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/6.jpeg"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/6.jpeg?w=490" alt="6.jpeg" /></a></p>
<p>Bagi yang sudah bosan “terkungkung” dengan keyboard, mouse, dll sebagai perangkat HCI, perangkat-perangkat baru menjadi selalu menarik.</p>
<p>Ada alat yang bisa mendeteksi seluruh gerakan tubuh kita. Webcam yang bisa mendeteksi gerakan di depannya. Bagi penderita RSI, keyboard &amp; mouse khusus jadi sangat membantu mereka. Ada lagi software text-to-speech, dan kebalikannya, speech-to-text. Dan banyak lagi lainnya.</p>
<p>Tapi yang paling menarik bagi saya (selain brain plug) adalah Wiimote. Sejak pertama kali tersiar kabar mengenai alat yang unik ini, saya yakin bahwa akan ada revolusi besar &#8211; paling tidak bagi posisi Nintendo sendiri di pertarungan di arena game console.</p>
<p>Pertama, Wiimote mengusung konsep input yang sangat menarik &#8211; motion sensor. Sebetulnya Wiimote bukan yang pertama &#8211; beberapa di antaranya telah saya sebutkan di paragraf pertama. Namun, Wiimote sepertinya adalah yang pertama yang sukses secara massal, mudah digunakan, harganya terjangkau, dan universal &#8211; tidak hanya di Nintendo Wii, namun kinipun sudah mulai bisa digunakan di PC.</p>
<p>Kedua, Wiimote bukan hanya perangkat input (IR sensor, motion sensor, buttons); namun sekaligus juga adalah perangkat output (force feedback, speaker, LED).</p>
<p>Ketiga, aplikasi Wiimote tidak hanya semata untuk game, berbeda dengan game controllers lainnya; tapi bisa jauh lebih luas lagi dari itu.</p>
<p>Kemarin ini saya berbincang-bincang dengan kawan mengenai potensi Wiimote — software (bukan video) tutorial aerobik, dimana Anda musti menggerak-gerakkan Wiimote sesuai instruksi. Keahlian Anda tidak hanya menjadikan Anda top scorer, namun sekaligus menjadikan badan lebih sehat.</p>
<p>Lalu Wiimote sebagai interface ke dunia virtual seperti SecondLife. Atau, belajar karate dengan Wiimote ? Tidak hanya mendapatkan nilai tinggi dan instant gratification / kepuasan melihat musuh-musuh di layar bertumbangan, Anda juga mendapat keahlian praktis. Dan masih banyak potensi lainnya.</p>
<p>Mudah-mudahan Nintendo dan vendor software PC bisa segera menyadari peluang ini, dan mewujudkannya menjadi kenyataan. Mari kita tunggu bersama-sama.</p>
<p><strong>Mendekonstruksi Peran Mouse</strong></p>
<p><a title="7.png" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/7.png"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/7.png?w=490" alt="7.png" /></a></p>
<p>Site dontclick merupakan situs research tentang kebiasaan pengguna dengan piranti masukan mouse. Aturannya sederhana saja : penggunanya diharamkan menggunakan tombol atau meng-klik mouse mereka. Semua interaksi menggunakan medium pergerakan kursor pada koordinat x-y layar. Gambar dan informasi yang bersesuaian akan muncul dengan cukup mengarahkan mouse kita ke menu yang kita inginkan. Artinya klik digantikan dengan mode gerakan. Ada berbagai macam eksperimen di situ termasuk juga tutorial serta eksperimen bagaimana kita mengganti klik dengan gerakan sirkular pada layar.</p>
<p>Jika Anda ternyata mengklik tikus di bawah tangan Anda ketika sedang berkunjung ke sana, maka mereka akan merekamnya. Sengaja atau tidak, mereka akan mengkonfirmasinya. Termasuk keseluruhan gerakan yang Anda lakukan saat bertandang ke situs dontclick. Namanya juga penelitian. Mereka butuh mengerti bagaimana pengalaman pengguna akan membentuk suatu persepsi psikologis kognitif saat mereka menghadapi lingkungan yang baru apalagi mensarahkan meninggalkan kebiasaan lama pengguna komputer. Apakah teknik tersebut bermanfaat dalam mendekati pengguna? Apakah pengguna merasa nyaman atau malah frustasi? Secara ergonomis apakah ada hubungannya antara menghilangkan klik mouse dengan kesehatan manusia? (ini sepertinya berlebihan).</p>
<p>Saya sendiri salut dengan ide brilian ini. Ternyata bisa juga tombol yang imut itu ditinggalkan. Navigasi web yang smooth dan mudah. Namun sekali lagi ia tidak cukup signifikan untuk diterapkan. Klik tetaplah lebih nyaman. Karena ada hal2 yang tidak tergantikan oleh gerak.</p>
<p>Pertama adalah real model. Beragam inovasi diluncurkan agar User Interface (UI) semirip mungkin dengan dunia nyata. Pemodelan yang paling sederhana misalnya adalah sebuah tombol (button). Tombol berfungsi untuk memicu sebuah action. Menggunakannya adalah dengan cukup ditekan. Dalam hal ini pemodelan meng-klik mouse lebih mirip menekan tombol daripada sekedar menyentuh atau meraba-raba. Tolong, jangan ngeres ya.</p>
<p>Kedua yaitu faktor feedback. Mouse mampu menyajikan kemantapan dan kepuasan umpan balik bagi pengguna. Gerakan meng-klik tombol, sensasi sentuhan atas-bawah berpegas, suara ‘klik’ dari mouse lebih mampu membuat pengguna merasa terwakili. Alias lebih marem.</p>
<p>Alasan lainnya adalah tidak semua menu ingin kita lihat. Jika kita tak sengaja mengarahkan mouse ke menu lain maka akan tampil informasi lain. Hal ini cukup mengganggu jika kita sedang fokus membaca sebuah informasi yang cukup panjang. Akhirnya adalah kita harus selalu waspada dengan keberadaan posisi kursor kita. Salah letak bisa membuat kita berjarak dengan informasi yang kita butuhkan. Capek d!</p>
<p>Tak kalah penting yaitu alokasi gerakan kursor yang dilakukan oleh UI dontclick akan lebih banyak. Apalagi jika klik diganti dengan gerakan memutar di atas sebuah pilihan. Padahal terlalu banyak menggerakkan mouse hanya untuk mengakses menu merupakan salah satu ciri antarmuka yang kurang bersahabaT</p>
<p><strong>Computer Supported Collaborative Research (CSCR) </strong></p>
<p>CSCR merupakan bidang baru terkait riset masyarakat HCI. CSCR merupakan kelanjutan dari pendahulunya, yaitu Computer Supported Collaborative Work (CSCW) dan Computer Supported Collaborative Learning (CSCL). Keduanya ini merupakan subyek riset HCI hampir sepuluh tahun yang lalu.<br />
Gambar berikut menampilkan kedudukan dari ketiganya (merupakan bagian dari HCI)</p>
<p><a title="8.png" href="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/8.png"><img src="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/8.png?w=490" alt="8.png" /></a><br />
Perbedaan utama antara CSCW dan CSCL yaitu bahwa CSCW dikarakteristikan oleh “kebutuhan akan ruang kerja (workingspace)” sedangkan CSCL membutuhkan ruang kerja dan ruang belajar (learningspace)<br />
Workingspace adalah domain tempat aktivitas-aktivitas berikut berlangsung: communication space, scheduling space, sharing space, dan product space.<br />
Learning space adalah domain yang memuat seluruh aspek workingspace ditambah dengan aktivitas berikut: reflection space, social space, assessment space, tutor space, dan administration space<br />
Perbedaan utama antara CSCR dan CSCL adalah bahwa suatu rekord penuh dari seluruh interaksi antar partisipan merupakan tool penting dan dibutuhkan untuk mengevaluasi kontribusi setiap anggota dalam suatu collaboratiob group yang nanti dapat menentukan “suatu share modal yang adil (a fair capital share) apabila proyek riset berjalan dengan sukses.is successful.<br />
CSCR membutuhkan Workingspace, Learningspace, dan aktivitas-aktivitas berikut: knowledge space, publication space, privacy space, publication space, negotiation space.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muktiraga.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muktiraga.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muktiraga.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muktiraga.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muktiraga.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muktiraga.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muktiraga.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muktiraga.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muktiraga.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muktiraga.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muktiraga.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muktiraga.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muktiraga.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muktiraga.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muktiraga.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muktiraga.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muktiraga.wordpress.com&amp;blog=1711402&amp;post=32&amp;subd=muktiraga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muktiraga.wordpress.com/2007/10/31/human-computer-interaction-hci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a0ee1f451871c37a28f59f08c07d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mooctee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/5.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">5.jpeg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/6.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">6.jpeg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/7.png" medium="image">
			<media:title type="html">7.png</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muktiraga.files.wordpress.com/2007/10/8.png" medium="image">
			<media:title type="html">8.png</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
